MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
To the point



pagi hari telah tiba ,Anin yg sedari tadi telah bangun dari tidurnya telah kelihatan lebih segar ,sedangkan Fandi mungkin masih di alam mimpi.


"udah jam berapa ini masih aja belum bangun" sewot Anin


"Fandi bangunnn" teriak Anin mrmbangunkan Fandi


" uuuummm" jawab Fandi sambil membalikan badannya


" yaelah malah makin tidur " kata Anin sambil menghampiri Fandi


" Bangunnn woiii" teriak Anin ditelinga Fandi


"Apa sih?" tanya Fandi sambil bangun dari tidurnya


"wow tampan juga dia ternyata" batin Anin saat melihat wajah Fandi


"bangun lagi ini udh jam berapa,mmngnya kamu ngk ke kantor?"tanya Anin


tanpa aba aba Fandi langsung bangun dan pergi begitu saja dari hadapan Anin.


"ehhh mau kemana?" tanya Anin


" ya mau mandi" jawab Fandi


"kamar mandi disitu bukan diluar" kata Anin menunjukan kamar mandi


" aku mau mandi dirumah " kata Fandi sambil berjalan dgn letoi


"kenapa ngk disini saja?" tanya Anin


"mmgnya kamu mau lihat aku telanjang?" tanya Fandi


" ah tidak tidak " kata Anin sambil menutup matanya


" itu tau" kata Fandi


" lagian aku ngk bawa baju ganti , ya kali pakai baju ini lagi ke kantor " penjelasanya Fandi


"ah sialan" ketus Anin saat Fandi tidak ada lagi diruangan


Tak menunggu lama Fandi sudah terlihat rapi dengan pakaian kantornya, dan datang lagi ke rumah sakit dengan membawa makanan


" kenapa kesini lagi?" tanya Anin


"ini" Fandi menunjukan Makanan yg ia bawa


"emangnya mamah ngak kesini ?"tanya Anin


" kata tante nnti siang ,skrng tante ada urusan" jelas Fandi


"kok sekarang mamah selalu ada urusan sih,jadi penasaran" batin Anin


"Yasudah aku pergi dulu,jangan lupa dimakan makanannya "sambil berlalu pergi


"iya" jawab Anin malas


"sejak kapan dia jadi perhatian dengan ku,biasanya juga dia yg buat aku tidak makan, uhh dasar pria aneh" Keluh Anin


"selamat pagi pak" Kata karyawan


"selamat pagi pak" kata karyawan yg lain


"pak Fandi " teriak seseorang dari kerumunan Karyawan yg lain


" ada apa?" tanya Fandi kepada orang yg memanggilnya nya ,siapa lagi kalau bukan asisten nya


" ada seseorang yg mencari bapak dan sekarang dia ada diruang kerja bapak" jelas asisten nya.


" siapa?" tanya Fandi


"mantan bapak" jawab Asisten itu ,Fandi yg mendengar itu langsung melototkan matanya kepada Asistennya


" eh maksud saya nona Claudia pak" jawab Asisten itu dgn takut karna salah bilang


"baiklah" kata Fandi dan pergi begitu saja


"mau apalgi dia ke sini" kata Fandi sambil berjalan menuju lift


tak menunggu lama Fandi telah sampai ditempat yg ingin ia tujui dan langsung masuk begitu saja


" mau apa kau disini?" kata Fandi kepada Claudia yg duduk di kursinya


" syukurlah kamu sudah datang" kata Claudia sambil memutar kursinya


"to the point aja" kata Fandi malas


" kenapa ,apa kamu tidak suka dengan kehadiran ku?" tanya Claudia sambil menghampiri Fandi dengan gaya centilnya


"tolong bersikap baik disini" kata Fandi sambil melepas tangan Claudia dari bahunya


" kenapa ,bukankah kamu sudah terbiasa" kata Claudia


"itu dulu dan sekarang kau bukan siapa siapa aku lagi" jelas Fandi sambil duduk dikursinya


"baiklah klo itu mau mu" kata Claudia sambil duduk di kursi nya yg asli


"jadi tujuanmu kesini apa?" tanya Fandi to the point


"maaf Claud aku tidak bisa mengikuti kemauanmu" kata Fandi menahan emosinya


" kenapa,apa karna kamu sudah mulai menyukainya" tanya Claudia penuh selidik


" itu bukan urusan" jawab Fandi tegas


" jika kamu menyukainya bilang saja,bukankah jika kau membantu ku ,kau bisa mendapatkannya dengan lebih mudah" jelas Claudia


" maaf ,aku bukan seperti dirimu ,menghalalkan segala cara dengan cara licik" jawab Fandi dengan tegas


Fandi bukanlah tipe orang yang seperti itu lagi,meskipun dulu ia juga selalu mengambil kesempatan dalam kesempitan dengan cara licik, tapi sekarang ia mulai berubah dan ingin memperbaiki diri.


"bukankah dirimu juga begitu ?" kata Claudia


" cukup claud,aku muak denganmu,apa kau tidak malu mengejar seseorang yang jelas jelas tidak menyukaimu " bentak Fandi karna sudah tidak tahan dengan Claudia


" memangnya aku saja " jawab Claudia dengan simpel tapi menyinggung seseorang


"setidak nya diriku tidak menggunakan cara licik sepertimu " marah Fandi


" setidaknya aku sudah berusaha"kata Claudia dengan bangganya


"berusaha apa ,berusaha dengan cara licik maksudmu?" kata Fandi yg emosi memuncak


"tentu" jawab Claudia selow


Fandi yg sudah sangat emosi dengan sikap claudia,, langsung saja mengusir Claudia dengan kasar


"pergi kau dari sini" bentak Fandi mengusir Claudia


" kau mengusir ku?" tanya Claudia


" iya" jawab Fandi keras


" baiklh ,tapi aku akan kesini lagi"kata Claudia sambil berlalu pergi


" terserah mu " jawab Fandi emosi saat Claudia sudah pergi


" manusia seperti apa sebenarnya dia itu" kata Fandi sambil meredakan emosinya


"jika saja dia bukan perempuan, udh aku jahit itu mulut nya" kata Fandi dengan emosi masih ada


Claudia adalah wanita licik,apapun kata yg kau keluarkan untuk menjatuhkan nya itu tidak akan mempan baginya,seperti cermin dan cahaya akan terpantul saat mendekati cermin ,ya seperti itulah Claudia .


" cihh,waktu berharga ku jadi sia sia" kata Claudia yg sudah sampai diparkiran


"awas saja,tidak akan ku biarkan kau bahagia Fandi jika belum memenuhi kemauanku" kata Claudia sambil memasuki mobilnya


"astaga,udah jam berapa ini ,bisa bisa aku telat masuk kampus" khawatir Claudia dan langsung melajukan mobilnya


* * *


" kok Anin dari kemarin ngak masuk kuliah ya" kata Rian sambil melihat sekeliling kelas


"Claud" panggil Rian saat melihat Claudia masuk kelas


" iya,ada apa?"kata Claudia dengan lembut


" kamu tau Anin Kemana?"tanya Rian


"memangnya ada apa ?" tanya Claudia dengan wajah cemburu tapi ditutup dengan senyuman


" dari kemarin Anin ngak masuk kuliah,siapa tau dia ada kasih tau kamu dia kemana" jelas Rian


Claudia langsung saja berpikir dengan licik.


" kau yg membuatku melakukannya" batinClaudia dengan licik


" claud" panggil Rain


" ah iya aku tau kemana Anin sekarang" jawab Calufia dengan terkejut


" benarkah" kata Rian dengan mata berbinar


" tentu saja ,nanti setelah kuliah selesai kita langsung ke Anin " jawab claudia


" baiklah kalo gitu, mkasih claud" kata Rian sambil memegang tangan Claudia berniat terima kasih


"Deg" Hati Claudia langsung saja berdebar saat tangannya dipengan Rian


" ah,iya sama sama"jawab Claudia dengan tersipu malu


" kamu kenapa claud" Tanya Rian tiba tiba


" memang nya kenapa?" tanya Claudia heran


" pipimu kok merah merah gitu" jawab Rian dengan polosnya


" ah,ini mungkin make up" jawab Claudia dengan bohong


"owh ,yaudah kalo gitu" kata Rian tanpa ingin tau lebih.


" aduh,senangnya aku di pegang tangan sama Rian" kata Claudia dalam hati sambil berlalu pergi ketempat duduknya dengan senyum senyum