MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
Weekend



" hahahaha " sambil tertawa terbahak bahak


" kenapa ketawa ?" merasa Aneh


" ternyata kamu bisa juga ya menjadi seorang yang sangat jahat" Kata Rian tanpa berhenti tertawa


"manusia mana sih yang ngk punya sifat buruk klo ditusuk dari belakang Rian " jawab Anin sambil menatap lekat Rian


"haha,sudah lh .Trus Claudia yang kalian kira sudah terbunuh itu gimna ceritanya ?" tanya Rian lagi


"auah ,panjang ceritanya susah jelasinnya ,yang penting itu salah dirinya sendiri " jawab Anin kecut


"memang sepanjang apa sih ceritanya? aku kan mau tau juga " kata Rian


" bisa bisa kerongkongan ku kering hanya gara gara menceritakan manusia licik itu " keluh Anin enggan untuk menceritakannya


"hahahaha ,baiklh kamu belum siap menceritakannya ,aku anggap itu hutang bagiku " kata Rian sambil berdiri


" mau kemana ?"tanya Anin


" mau pulang ,memangnya kamu ngak pulang ,udah malam ini?" tanya Rian kepada Anin


sedari tadi mereka bercerita membuat Anin lupa waktu sampai malam pun terasa pagi bagi Anin.


" baiklah kalo begitu " jawab Anin sambil ikut berdiri


" ayo " ajak Anin


"ayo " sahut Rian sambil mengambil lengan Anin dan mengandeng nya.


"Astaga ,mimpi apa Anin semalam mamah,bisa bertemu dengan sosok pria yang membuat hidup Anin menderita dan sekarang telah berubah dengan kebahagiaan " batin Anin sambil berlalu pergi memgekor dari belakang dengan tangan masih dalam gandengan tangan Rian.


* * *


" kita sudah sampai " kata Rian berhenti didepan rumah Anin


" ah iya ,terimakasih Rian " sahut Anin tersadar dari lamuannya


" besok kita bisa ketemu lagikan ?" tanya Rian sambil memegangi kepala Anin ,membuat mata mereka bertemu satu sama lain.


" ahh, tentu saja " jawab Anin sedikit terkagum dan terhanyut dari tatapan Rian yang teduh itu


"Yasudah kalo gitu ,by "kata Rian sambil berlalu pergi dari hadapan Anin yang masih dalam lamunannya


"apakah aku sedang di mabuk Asmara,sungguh indahnya " kata Anin sambil melihat Rian pergi


" ahh ,sadar Anin sadar "kata Anin menyadarkan dirinya


"mah Anin pulang " teriak Anin


"Anin sayang ,bagaimna keadaanmu sayang apa kamu baik baik saja,apa ada yang terluka ,apa anak mamah dipukul atau di apakn. ayo sayang bilang sama mamah " sambil memeluk Erat tubuh Anin dengan pertanyaan yang bertubi tubi


"astaga Aku sampai lupa kalo aku baru abis diculik " kaget Anin .Gara gara terlalu senang Anin sampai lupa dirinya baru kembali kerumah,dan hilang satu malam membuat ibunya sangat khawatir .


" mah Anin baik baik kok,lihat apakh Anin terlihat terluka ?" sambil memperlihatkan tubuhnya satu persatu dan berputar putar


"ahh ,gara gara mamah terlalu khawatir sayang,syukurlah jika Aninbaik baik saja " kata ibu dengan lega saat melihat keadaan Anin baik baik saja


"kalo senang boleh ,tapi pikir juga orang yang ada dirumah " kata Fandi dengan dingin


" iya iya ,mah Anin minta maaf ya Anin pulangnya lambat " kata Anin sambil mencium lengan ibunya karna merasa bersalah telah mengabaikan ibunya


" iya sayang gpp" jawab ibu Anin sambil membelai lembut pundak Anin


"kamu juga harus berterima kasih juga sama Nak Fandi ,dia yang bantu kamu bukan ?" jelas Ibu Anin


" iya mah ,Fan makasih ya udah bantuin " kata Anin sambil mendekati Fandi


" iya sama sama " jawab Fandi singkat dan berlalu begitu saja


"ih dasar "kesal Anin saat melihat Sifat dingin Fandi yang keluar lagi


" sayang apa kamu sudah makan?" tany ibu Anin menyadarkan Anin


" udh mah ,Anin tadi makan sama Rian " jawab Anin dengan senyum


"ciee Ciee anak mamah udh kembali ceria lagi " goda ibu Anin


"ah mamah bisa aja,yaudah mah Anin kekamar dulu ya mau mandi " Kata Anin pamit ke kamarnya


" iya sayang " jawab ibu Anin dan Anin pun berlalu dari hadapan ibunya


"akhirnya bisa lihat dia kembali ceria " Batin ibu Anin


* * *


Rian yang sedari tadi didlam kamarnya dengan senyuman yang mengembang sambil membayangkan wajah Anin yang sudah lama dirindukannya


"Sungguh ini membuatku gila " kata Rian sambil memukul mukul kepalanya dengan bantal


"aku benar benar tidak bisa jauh dari nya " batin Rian sambil membayangkan wajah Anin kembali


* * *


"Fandi" Teriak Anin


" apa?" tanya Fandi saat keluar kamar


"tidak " jawab Anin sambil berlalu pergi


"cihh...ganggu tidur aku aja " Keluh Fandi


belum sempat Fandi masuk kamar ia sudah dihalangin oleh Anin


" Minggir " kata Fandi sambil mendorong Anin dari hadapannya


"tunggu dulu " kata Anin menghentikan langkah Fandi


" ada apa?" tanya Fandi dengan menahan emosinya


" boleh minta bantu?" tanya Anin sambil mengeluarkan matanya yang imut itu.


" aishh ,matanya kenapa dibuat kayak gitu sih " batin Fandi sambil mengalihkan pandangannya dari Anin


"bantu apa ya " kata Anin sambil berfikir


"Aish" Keluh Fandi dan langsung masuk kekamar begitu saja


Anin yang melihat Fandi meninggalkannya tidak memperdulikan dan masih memikirkan apa yang ingin ia minta bantu kepada Fandi


"Fandi " panggil Anin sambil mengedor" pintu kamar Fandi.


" ada apa?" tanya Fandi dengan kesal


"tolong bantu aku " kata Anin sambil memohon lagi


" bantu apa sih ?" tanya Fandi mengacak rambutnya karna merasa kesal


" tolong telpon Rian" kata Anin dengan ekspresi muka seperti tadi


"punya nomor Rian ?" tanya Fandi


" punya " jawab Anin dengan antusias


" yaudah di telpon " bentak Fandi dan menutup pintunya dengan keras


"astaga " kaget Anin


" aish ,cuman itu saja minta bantuan memangnya dia ngak punya nomor Si Rian itu, dasar bucin " dengan emosi membara sambil mengacak acak rambutnya


" iya juga ya kan aku ada nomornya Rian kenapa minta bantu sama Fandi " kata Anin tanpa merasa bersalah dan masuk ke kamar nya lagi


* * *


" ehh tunggu tunggu " kata Anin sambil memasuki mobil Fandi


"kenapa dia masuk sih " batin Fandi yang masih emosi dengan Anin


"kok aku ditinggalin sih " kata Anin dengan cemberut


"Aish, sudahlah " kata Fandi menahan emosinya yang masih membara dan melajukan mobilnya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun


"apa?" tanya Fandi dengan cuek saat tangan ya dicolek Anin


" Fan kamu kenapa?" tanya Anin


"huuuuu,tidak " sambil mengambil nafas dalam dalam


"benarkah ,tapi kenapa mukamu seperti itu ?" sambil menunjukan wajah Fandi yang masih kesal itu


"apa dia pura pura tidak tau atau gimna ,sudah jelas jelas dia lh yang membuatku begini "Batin Fandi dengan kesal


" tidak ,jadi gimna apa kau sudah menelpon Rian ?" tanya Fandi kemudian mengalihkan pembicaraanya


" oh sudah " jawab Anin tersenyum senang


" apa dia bilang ?" tanya Fandi lagi


"Rian mau ajak aku liburan " jawab Anin dengan tersenyum senang


"what " teriak Fandi


" ada apa?" kata Anin dengan terkejut


" tidak " jawab Fandi dengan beralih ke setir nya lagi


" owh " sambil beralih ke Jendela dengan tersenyum senyum


* * *


Flashback


Whatsapp :


" βœ‹ " dari Anin


" hay nin " balas Rian


" udah bangun ?" tanya Rian lagi


" udah ,kamu?" tanya Anin dengan senyum mengembang


" udah " jawab Rian


"udah makan ?" tanya Rian


" belum " jawab Anin


" makan sana dulu gih " kata Rian


" iya nanti, aku mau telponan sama kamu dulu " jawab Anin


" hahahaha yasudah nnti jangan lupa makan ya " kata Rian


" iya " jawab Anin tanpa berhentinya tersenyum senang


" nanti weekend kamu mau kemana?" tanya Rian


" gak kemana mana ,emangnya kenapa ?" tanya Anin dengan senyuman penuh arti


"aku mau ajak kamu liburan " jawab Rian


" kemana?" tanya Anin antusias


" ke kota X " jawab Rian


"aku mau " jawab Anin dengan semangat


" hahahaha,baiklah nanti aku kasih tau kamu kapan kita akan berangkat " kata Rian


" baiklah " jawab Anin


"selamat bekerja " kata Rian


" iya ,kamu juga " jawab Anin