
Anin yg sedari tdi masih melamun langsung di kaget kn dgn tangan Fandi yg memukul pundaknya
"astaga Fandi" kata Anin dgn kaget nya
"kenapa?" tanya Fandi dgn bingung
Anin yg melihat tingkah Fandi yg seolah olah tdk tau apa apa lgsung saja pergi meninggalkan Fandi karna ia skrng lagi malas berdebat
"aneh" kata Fandi sambil berlalu pergi menyusul Anin
" mah Anin sudah pulang" teriak Anin sambil membuka pintu .ia mmng sudah terbiasa masuk rumahnya seperti itu
" tante Fandi juga sudah pulang " kata Fandi mengikutin cara Anin
Anin yg mendengar itu langsung saja berbalik badan dan melihat kearah Fandi dgn tatapan tajam
"awas saja nnti" kata Anin dlm hati sambil menatap Fandi dan berbalik badan lgi menuju kamarnya
Fandi yg melihat itu tak terlalu menghiraukannya dan berlalu pergi menuju kamarnya
"Aduh kenapa harus ada org seperti dia(Fandi) sih" kata Anin sambil menghempaskan badannya dikasur karna merasa kesal dgn Fandi
" klo gk ada dia mungkin hidupku akan lebih tenang seperti dulu" kata Anin sambil memikirkan dirinya dulu dgn ibunya.
saat dlm pertengahan, pikirannya langsung saja tertuju kepada Rian karna saat kuliah dia sama skli tdk melihat Rian
" kok Rian gk ada ya saat jam kuliah tdi?" tanya Anin dlm hati
"maafkn aku Rian" kata Anin dlm hati karna merasa sangat bersalah kepada Rian
saat sedang asik asik memikirkan semuanya tiba tiba pintu kamarnya diketuk
"tok tok tok" suara pintu diketuk
" iya bentar" kata Anin sambil beranjak dari tempat tidurnya
saat membuka pintu kamar,Anin mengira ibunya yg mengetuk tapi ternyata itu adalah Fandi
" ada apa?" tanya Anin jutek
" masakin makanan" kata Fandi
" kenapa nyuruh aku kan ada mamah" kata Anin
" tante tadi pamit keluar dan tante nyuruh kamu yg masak" kata Fandi
"iss kesal banget,kenapa harus aku sih yg masak mmng nya dia ngk bisa masak" kata Anin dlm hati dgn kesal
"cepetan keburu tante pulang " kata Fandi sambil berlaku pergi menuju dapur
Anin yg mendengar itu lgsung saja pergi menuju dapur dgn rasa kesal bukan karna ia kesal masak tpi kesal kepada Fandi
" kenapa kamu disini ?udh kamu pergi aja ngk ush kesini nnti konsentrasi masak ku berkurang" kata Anin sambil mengusir Fandi dari dapur
Fandi yg melihat dirinya diusir langsung saja pergi ke kamar nya daripada berdebat dgn Anin
Anin yg melihat itu lgsung saja senang dan mulai mencuci sayur dan menyiapkan bahan bahan utk memasak,saat sedang asik momotong sayur pisau yg Anin gunakan itu tdk sengaja melukai tanganya
"awwww" jerit Anin menahan rasa sakit ditangannya
Fandi yg ingin minum langsung saja keluar kamar, saat mendengar jeritan Anin ,Fandi langsung berlari melihat apa yg terjadi ,saat dilihatnya Anin terluka ,Fandi dgn cepat meraih tangan Anin dan menaruh jari Anin yg terluka didlm mulutnya, bertujuan menghisap darah yg keluar agar tdk mengenai sayuran itu.saat Anin melihat perlakuan Fandi terhadapnya dia hnya terdiam tak mampu mengucap kata kata.saat sudah selesai Fandi langsung memberi jari Anin yg terluka dgn andyplash
"makannya kerjakn barang itu dgn iklas " kata Fandi sambil menempelkan Andlyplash ditangan Anin
"mmng nya kamu kira aku ngk iklas" kara Anin membela dirinya
Fandi yg sudah selesai menempelkan Andlyplash dijari Anin lgsung saja membawa Anin dimeja makan dan mendudukkan Anin di kursi makan
" eh enak aja ,kamu kn ngak bisa masak" kata Anin tanpa kata terima kasih
" klo diajarin ya pasti bisa" jawab Fandi sambil menuju dapur
" mksud kamu?" tanya Anin
"kamu yg kasih tau aku nnti aku yg kerjakan "jelas Fandi
" gimna?" tanya Fandi
karna Anin tak punya pilihan lain terpaksa ia menyetujui ide Fandi
" oke" jawab Anin dgn terpaksa
" sayur nya lanjut dipotong klo udh lanjut potong bawangnya, klo semua bahan nya udh dipotong semua , kamu tinggal masak. gampang kan?" kata Anin sambil menjelaskan satu persatu
" jelasinnya pelan sedikit napa , klo salah gimna?" kata Fandi karna merasa kesal dgn penjelasan Anin yg begitu cepat sehingga dirinya pun tak paham apa yg dijelasin Anin
"bukankah kamu yg minta, jdi ngk usah protes" jawab Anin dgn sewot
Fandi yg mendengar jawaban Anin itu sungguh kesal, bagaimana pun itu adalah tugas Anin dan ia hanya ingin membantu,tapi malah Anin nya seperti bodoh amat kata terima kasih dari mulutnya pun tak ada utk Fandi
"Baiklah klo begitu" kata Fandi sambil memotong sayur asal asalan
." ehhh kenapa sayur nya dipotong gitu" kata Anin sambil memberhentikan Fandi karna melihat sayur yg dipotong Fandi begitu besar
"mmng nya mau gimna lgi?lebih baik kamu diam saja ngk ush banyak protes ini adalah kerjaan ku"kata Fandi sambil melanjut memotong sayur
Anin yg mendengar jawaban Fandi langsung saja diam karna ia juga sebenarnya malas berdebat ,jika makanan nya tdk enak nnti tinggal bilang klo itu masakan Fandi
Fandi yg sudah memotong semua sayur, langsung lanjut memotong bawang dll nya sampai selesai
"skrng kamu masukin minyak secukupnya ,klo minyaknya udah mulai panas langsung masukin bawang,tunggu sebentar setelah itu baru kamu masukin sayurnya"jelas Anin membuka suara saat melihat Fandi telah selesai memotong semua bahan bahannya
Fandi yg mendengar penjelasan dari Anin langsung saja ia ikuti satu persatu ia masukin diwajan hingga akhirnya aroma masakannya mulai tercium Anin yg didekat dapur pun ikut mencium aromanya
" wangi nya " kata Anin dlm hati sambil mencium Aroma masakan Fandi
" gimana enak?" kata Fandi menyadarkan Anin
" biasa aja " jawab Anin dgn jutek
" lihat saja nanti " kata Fandi sambil menyimpan masakannya dimangkuk dan membawanya dimeja makan
"sebenarnya sih enak tapi ngk mungkin aku muji dia nnti yg ada dia makin melunjak"kata Anin dalam hati sambil memperhatikan makanan yg dibawa Fandi
tak cuman satu macam yg Fandi masak tapi ada tiga macam.
Anin yg melihat semua makanan sudah dimasak langsung saja pergi ke kamar nya,sedangkan Fandi masih merapikan alat masaknya karna tak mungkin ia menyuruh Anin dgn tangan terluka
" mau kemna?" tanya Fandi sambil merapikan alat masaknya
" ya mau kekamarlh emngnya mau kemana lagi" jawab Anin dgn jutek
"ngk makan?" tanya Fandi
" makan aja sendiri,aku ngk selera" kata Anin sambil berlalu pergi
" ya sudah" jawab Fandi saat Anin telah berlalu pergi
setelah selesai,Fandi langsung saja pergi ke meja makan karna ia sedari tdi mmng sudah lapar
"ummm... enak jga masakanku"kata Fandi saat merasa masakannya enak karna sebelumnya ia mmng tdk pernah masak,biasalh CEO ,jdi udh terbiasa hidup Enak, apalgi ibunya seorg pengusaha