
saat ia telah selesai makan ,ia langsung merapikan meja makan, dan mencuci piring .Bagaimana pun juga ia cuman numpang disini, jadi setidaknya sadar diri.ia bukan tipe org yg tdk tau terima kasih ,meskipun sifatnya yg bisa dikatakan dingin ,tapi ia masih mempunyai sisi yg baik ,jdi jgn pernah menilai org di luar nya saja
" udh selesai?" Tanya Anin dari belakang
"udh"jawab Fandi sambil menaruh piring ditempatnya
"owh ,syukurlah"Kata Anin sambil pergi menghampiri meja makan
"mau ngapain?"tanya Fandi
"mau makan lh ,mau ngapain lagi (?)"Jawab Anin dgn sedikit marah
"kirain ngk mau makan"kata Fandi sambil menghampiri Anin dimeja makan ,dan duduk didpn Anin
"mau ngapain?" tanya Anin saat melihat Fandi ikutan duduk
"ngk mau ngapa ngapain" jawab Fandi selow
"klo ngk mau ngapa ngapain, kenapa kesini,sana pergi" kata Anin sambil mengusir Fandi dari hadapannya
"mmng nya ngk boleh?" tanya Fandi
" tentu saja ,itu akan membuatku selera makanku hilang" jawab Anin
" bukankah kau mmng tak selera makan,kenapa makan?" kata Fandi,yg membuat emosi Anin memuncak
"mmgnya kenapa jika aku makan,tidak boleh?selera atau tak selera itu urusanku" kata Anin dgn teriak
"tentu saja boleh"jawab Fandi selow
"dasar pria tak tau di untung" kata Anin dgn emosi yg memuncak
"makanlah,sebelum selera makanmu berkurang" kata Fandi mempersilakan Anin makan
"melihatmu saja selera makan ku sudah hilang,jdi utk apa aku makan" jawab Anin dgn emosi
" klo begitu,kenapa masih disini" kata Fandi tanpa merasa bersalah sedikit pun
Anin langsung saja mendorong kursinya dgn emosi dan berlalu pergi ke kamar dgn gaya marahnya.
"Brukkk" suara hantaman pintu Anin
" dasar wanita gila" kata Fandi sambil meraih segelas Air
" Dasar pria gila" teriak Anin dari dlm kamarnya dgn emosi
" hahahha " ketawa Fandi saat mendengar teriakan Anin
tak terlalu menunggu lama, Anin pun langsung keluar dari dalam kamarnya,tanpa menolak kearah Fandi
"mau kemana?"tanya Fandi saat melihat Anin sudah rapi seperti ingin berpergian
Anin tak merespon pertanyaan Fandi dan berlalu pergi begitu saja.saat dihalaman ia melihat kearah sepedanya
"owh iya ,sepeda aku kan udh rusak" kata Anin menyadarkan dirinya ,karna terlalu emosi sampai lupa klo sepedanya udh rusak.karna tak ada pilihan lain lagi, Anin pun memutuskan berjalan kaki,karna ia muak berada dirumah dgn seorg pria yg tdk punya hati.
dalam perjalanan, Anin sangat menikmati udara sore hari , apalgi ditambah org org yg mulai beraktivitas di sore hari,membuat Anin tak terlalu kesepian saat berjalan sendiri
"Aduh,aku lapar" kata Anin menyadarkan dirinya, sambil memegang perut saat merasakan perutnya berbunyi meminta makan
"lupa bawa uang lagi ,ini semua gara gara pria gila itu ,klo bukan karna dia aku ngk bakalan keluar rumah, dan ngak mungkin merasa kelaparan saat ini" kata Anin saat mengetahui bahwa dirinya tdk membawa uang sepersen pun
"makan apa dong skrng,uang ngk ada tapi"kata Anin terputus saat mengingat ada handphone ,tapi saat ia merasakan sakunya ,ia tak melihat ada handphone nya disana
" aduh,handphone pun ngk aku bawa " kata Anin dgn lemah saat mengetahui dirinya tak membawa apa apa ,hanya membawa diri yg saat ini kelaparan
" klo aku pulang ngk mungkin,nnti ketemu sama pria yg gila itu,ahhh jdi binggung kan aku" kata Anin sambil mengacak rambutnya yg sudah seperti org gila
" mamah kok lama bangat ya pulangnya " kata Anin karna dari ia dirumah ia sama sekali tidak melihat ibunya
"kemana ya mamah pergi,tumben"an mamah perginya lama bangat,biasanya kn ngk lama" kata Anin saat menyadari klo ibunya sudah lama pergi tapi tak kunjung pulang.
" mending aku jalan jalan ,siapa tau kan lapar ku langsung hilang" kata Anin sambil bangkit berdiri
"hari skrng udh mulai gelap,aku pulang aja kli ya" kata Anin saat melihat hari mulai gelap
"malas ah ,mending aku lanjut jalan jalan,udh lama juga aku ngk jalan jalan sendiri" kata Anin sambil lanjut jalan
saat asik asik berjalan, Anin tiba tiba merasakan sakitan diperutnya
"awwww" kata Anin sambil memegangi perutnya yg seperti dililit.
"Aduh sakit bangat,ini pasti gara gara aku ngak makan ,jdinya maag aku kambuh" kata Anin ,karna sedari tadi ia mmng belum mengisi perutnya dgn makanan ,meskipun ia sudah makan dgn Bryan, tapi rasa laparnya masih ada ,apalgi skrng sudah mulai larut malam
dengan segera, Anin pun langsung pulang ,sambil menahan rasa sakit yang ia rasakan ,saat dalam pertengahan jalan ia sudah tidak mampu lagi untuk lanjut jalan ,dan langsung saja ia menjatuhkan dirinya
" Awwwww" jeritan Anin menahan sakitnya
"kenapa harus sekarang sih sakitnya "kata Anin
" udh ngk ada orang lagi disini" kata Anin sambil melihat sekeliling .wajar ,karna skrng sudah malam,jdi tak banyak org lewat ,hanya beberapa kendaraan saja.
karna sudah tidak mampu lagi menahan sakit yg ia rasakan ,matanya pun mulai sedikit demi sedikit tertutup tapi masih setengah sadar,saat ia benar benar pingsan tiba tiba, ada satu tangan yg kokoh menahan tubuhnya yg sudah lemah itu, sehingga tubuhnya terjatuh ditangan yg kokoh itu.
Saat ia membuka matanya ,ia terkejut dgn keberadaan dirinya skrng ,karna semua pernak pernik yg ada dikamar itu semuanya kelihatan Asing bagi dirinya
"apakh aku sudah mati dan tempat ini, apakh ini surga?"Kata Anin saat melihat keberadaan dirinya ditempat yg sungguh indah itu
"Tuhan ,aku tidak mau mati skrng,jika aku mati siapa yg akan merawat ibu,tolong Tuhan buat aku hidup lagi" kata Anin sambil menangis karna tau dirinya sudah mati
saat masih dalam keadaan menangis ,tiba tiba pintu terbuka lebar oleh sosok pria .Anin yg melihat itu mengira bahwa itu adalah malaikat yg akan menjemputnya
" tolong jangan bawa aku ,aku masih mau hidup didunia ,aku masih mau dengan ibu" kata Anin dgn tangisan yg pecah
tapi sosok pria itu semakin mendekatinya dan sudah dihandapannya ,m,Anin yg melihat itu langsung menutup matanya sambil menangis.
"Anin ,apa kamu tidak apa apa?"tanya sosok itu ,sontak Anin terkejut,dan langsung membuka matanya.
"kamu siapa?" tanya Anin ,karna ia tdk bisa melihat wajah pria itu dengan jelas, dikarena kan air matanya yang masih menampung ,dan ia berusaha menghindar dari sosok pria itu.
saat melihat Anin berusaha menghindar dari dirinya,sosok pria itu pun malah semakin mendekatinya dan berkata
" ini aku " kata pria itu sambil sedikit demi sedikit mendekati Anin
"Saat sampai dipojok kamar, Anin sudah tak bisa menghindar lagi, dan sosok pria itu juga sudah ada dihadapannya skrng ,ia yg merasa ketakut langsung memeluk tubuhnya dan memejamkan matanya.tiba tiba
" Anin ini Aku Rian " kata Rian sambil menyadarkan Anin
"Rian" kata Anin terkejut saat mendengar nama Rian.dan langsung mengelap air matanya dan membukanya perlahan,saat ia melihat siapa yg ada dihadapannya langsung saja ia terkejut
" Rian" teriak Anin tak percaya
" iya ,ini aku Rian" kata Rian
" mm..mengapa kamu ada disini.dan dan aku ,kenapa ada disini?" tanya Anin dgn gugup
" nnti aku jelasinnya,skrng kamu makan dulu" kata Rian sambil memberikan makanan yg ada di tangannya kepada Anin
Anin yg masih dalam keadaan terkejut,hanya bisa terdiam tanpa menerima makan yg Rian berikan .Rian yg melihat keadaan Anin, langsung saja berkeinginan menyuapin Anin.