
DIDALAM KANTOR
Fandi yg sudah sampai didepan kantor langsung mengklason mobilnya berharap Anin mendengarnya ,Mager itulah yang Fandi rasakn.
" syukur aja Fandinya udh datang ,takut juga sendirian disini malam malam " kata Anin dengan rasa takutnya yg bertubi tubi
" tunggu " teriak Anin
" Aninnnn" teriak Fandi karna merasa bosan menunggu Anin keluar
Yg di tunggu tunggu telah datang ,Anin yang sudah sampai didepan pintu masuk berniat ingin menutupnya tapi tiba tiba ia langsung teringat akan hpnya yg masih diatas meja kerjanya .
Anin pun masuk kembali kedalam kantor dan berlari dengan sangat kencang karna ia tau Fandi seperti apa jika disuruh menunggu lama .
" ehhh mau kemana lagi Anin " Teriak Fandi pecah saat melihat Anin masuk kembali
" ahhh ... sungguh membuat darahku naik " sambil menarik napas dalam dalam dengan rasa emosi yg masih menyala nyala
" kemna ya handphoneku " kata Anin sambil mencari cari keberadaan hpnya
"ketemu "sambil mengambil hpnya didepan meja kerjanya
"uhhh syukur aja ketemu " menaruh hpnya dalam saku bajunya
Saat hendak keluar Anin dibuat penasaran dengan foto yang ada didalam laci kerjanya .
"foto apa ini " sambil mengambil foto itu dibawah lagi nya dengan tangan yang bergetar
"Foto siapa ini ? bukankah ini Fandi masih kecil mengapa foto ini ada disini ? darimna datangnya ?" bertubi tubi pertanyaan didalam benak Anin
"tutttt tuuuttt " bunyi Klakson mengagetkan Anin
" Fandi memang ngak sabar " kata Anin sambil mengambil foto yang ada di tangan ya barusan dan menyimpannya di dalam tasnya
Anin keluar dengan raut wajah masam
" kenapa ? mau marah ? seharusnya aku yang marah nungguin kamu lamanya pake banget ,apa sebenarnya yang kamu lakukan kenapa bisa lama? "pertanyaan Fandi begitu banyak .
Sedangkan Anin tak merespon dan memilih diam sambil memikirkan foto yang ada ditangan nya tadi.
" Aninn "Teriak Fandi pecah membuat gendang telinganya seakan akan mau tuli
" apa kau tidak bisa pelan " teriak Anin
" lo ,sejak kapan kau memanggilku pake lo ,ah ?"kata Aninmerasa gusar dengn sifat Fandi yang selalu berubah dratis
" masalah buat lo " kata Fandi sambil menancap gas mobilnya dengan kecepatan tinggi
" apa dia pikir dia ngak gitu juga sama aku ,manggil aku pake kau bukankah itu kata kasar " batin Fandi karna merasa gusar juga dengan sifat Anin
" sudah lh malas gw debat ama lo " sambil mengeluarkan hp
"tu kan udh mulai lagi " Batin Fandi dengan emosi
Tak terasa skrng mereka sudah sampai dirumah Anin tentu saja rumah Fandi juga karna ini adalah Rumah Fandi .
Dengan cepat Anin keluar mobil dan masuk kedalam rumah tanpa mengucapkan kata terima kasih kepada Fandi .
Fandi yng melihat Anin pun tak terlalu memperdulikan dan langsung memakirkn mobilnya kedalam bagasi.
DIDALAM RUMAH
" Anin sayang " sambil memeluk Anin dengan erat
" Anin gpp kok mah ,mamah gak usah khawatir " kata Anin menenangkan Ibunya yang sudah kelihatan khawatir itu.
" bagaimana mamah ngak khawatir sayang melihat anak mamah yang cantik ini sendirian diluar, perempuan lagi " balas ibu Anin
Memang benar kata ibu Anin apa lagi selarut ini ditambah lagi tempat ia bekerja tidak dekat dengan kerumunan orang atau tempat tinggal orang orang jadi wajar wajar saja ibu Anin khawatir.
" Tante Fandi langsung masuk kekamar ya " sambil menaiki tangga dengan emosi yg belum mereda
" iya nak Fandi ,makasih ya udah bantu tante " kata Ibu Anin karna merasa berhutang budi
l
" iya tante sama sama , Fandi masuk dulu " jawab Fandi dan masuk kedalam kamarnya
" yasudah Sayang ,kamu pasti belum makan malam kan ? " kata Ibu Anin
" iya mah Anin belum makan,Anin lapar bangat " jawab Anin dengan wajah manjanya
" yaudah kamu makan ya ,mamah siapin makanan dulu " sambil mendudukkan Anin dan pergi kedapur