MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
sungguh sangat licik



ibu sudah masuk ruang inap ku sambil membawa makanan untukku dan Fandi makan


"Nak Fandi apa Anin sudah sadar?" tanya ibu kepada Fandi


" sudah tante tapi Fandi suruh dia istirahat lagi" jawab Fandi


" owh yasudah klo gitu" kata Ibu sambil menaruh makanan yg ibu bawa


" apakah nak Fandi tidak berangkat ke kantor?"tanya ibu


" tidak tante,Fandi sekarang tidak terlalu sibuk,biar Fandi aja yg jagain Anin" kata Fandi sambil melirik ka arah ku


"klo gitu tante titip Anin dulu ya" kata ibu


"iya tante.Memangnya tante mau kemana?"tanya Fandi penasaran


"tante ada urusan,gk lama kok nnti klo urusan tante sudah kelar tante langsung ke sini " jawab Ibu dengan senyuman


" baiklah tante. Apa tante mau Fandi antar ?"tanya Fandi.


" ah ,ngk usah nnti tante bisa naik ojek,kamu jagain Anin aja" kaya ibu


" owh iya ,ini ada makanan untuk nak Fandi,satunya lagi untuk Anak tante" jelas ibu


" klo Anin nya sudah bangun langsung suruh dia makan ya nak Fandi,nnti maag nya kambuh " jelas ibu


" iya tante" jawab Fandi


" yasudah tante pamit dulu ya "kata ibu kepada Fandi.


" Anin sayang,mamah pergi dulu ya" kata ibu sambil mengecup kening ku


Fandi yg melihat kasih sayang ibu kepadaku merasa iri


"Andai saja ibu seperti tante " kata Fandi dalam hati


" Nak Fandi jangan lupa dimakan ya makanannya ,keburu dingin nanti" jelas ibu kepada Fandi yg membuat Fandi tersadar dari lamuannya


"ah,iya tante nnti Fandi makan,hati hati dijalan ya tante" kata Fandi kepada ibu


" iya nak Fandi ,makasih " jawab ibu sambil berlalu dari hadapan Fandi


Fandi yg merasa perutnya keroncongan langsung mengambil makanan yg ada dimeja dan memakannya dgn sangat lahap ,ia yg disebut sebagai CEO ternyata tidak terlalu memilih dalam hal makanan ,bisa dilihat dari cara ia makan .tak menunggu lama ia sudah selesai dengan makanan nya .


" ah,kenyang" kata Fandi dlm Hati


"bukankah tante tdi bilang klo Anin mempunyai penyakit maag,jika telat makan sedikit,itu sangat bahaya bagi kesehatannya" kata Fandi dlm hati saat menyadari perkataan ibu tadi


"Anin,bangun" panggil Fandi membangun kan ku


"ada apa?" jawab ku dlm gaya tidur sambil mengusap mataku


" Cantik " gumam Fandi saat melihat wajahku tanpa make up


" apa?" tanya ku kecil saat menyadari Fandi ada keluarkan satu kalimat.


"apa ?" tanya Fandi lagi


"itu yg barusan kamu katakan apa?" tanyaku lagi sambil bangun


"tante tadi nyuruh aku membangunkan mu untuk makan" jawab Fandi berbohong


" owh,mamah kemana?" tanya ku saat tidak melihat ibu


" tante ada urusan " jawab Fandi


" urusan apa?" tanyaku lagi


"aku tidak tau,yg jelas sekarang kamu harus makan" kata Fandi sambil mengeluarkan makanan ku


" ah ,tidak aku tidak nafsu makan" jawab ku


" apa kamu ingin mati kelaparan?" kata Fandi


"maksud kamu apa,kamu mau aku mati?" kata ku dgn sedikit emosi


"sudah sakit masih aja marah marah" kata Fandi


"jawab pertanyaan ku" Ancam ku


" bukankah kamu yg ingin mati(?),lihat aja sekarang, bukankah ini salah satu cara membunuh diri secara perlahan" jelas Fandi sambil menunjukan selang infus ditanganku


"ini juga bukan kemauan...." belum juga selesai bicara udah dipotong dgn satu suapan makanan


"gimana , udah reda marah mu?" tanya Fandi puas saat memasukan makanan di mulut ku


dengan cepat aku menelan makananku.


" apa kamu tidak punya etika,sudah aku katakan aku tidak nafsu makan" bentak ku kepada Fandi


"sudah lh,apa belum cukup satu suapan untuk meredakan amarahmu?" tanya Fandi


"apa sudah reda?" tanya Fandi


aku yg masih mengunyah makanan masih saja ingin mengeluarkan kata kata


"habisin dulu makanannya " kata Fandi saat melihat diriku berusaha mengeluarkan kata kata untuk nya.


setelah selesai aku langsung menutup mulutku dengan tangan.


" apa kau ingin melihatku memuntahkan semua makanan ini?" tanya ku dgn emosi


"tidak" jawab Fandi


"klo begitu kenapa kau melakukan ini?" tanya ku dgn emosi


" aku kasih kepada tante,mempunyai anak keras kepala sudah tau dirinya sakit maag masih saja tidak mau makan .selalu saja mencari penyakit" jelas Fandi tanpa menoleh kepadaku


"kau yg membuat ku sakit,kau tau tidak,semuanya berawal dari dirimu,jika bukan karnamu mungkin aku tidak akan pingsan di jalanan dan tidak akan ada dirumah sakit"bentak Ku


Fandi yg mendengar penjelasan dari Anin langsung teringat dengan kejadian kemarin,dan merasa sangat bersalah.


"klo gitu aku minta maaf" kata Fandi sambil mengarah kepada Anin dengan tatapan yg amat bersalah.


Anin yg melihat itu pun langsung terdiam saat Fandi menatap dirinya.Meskipun Anin selalu marah marah kepada Fandi, itu tdk menentukan sifat aslinya, sebenarnya ia juga merasa bersalah karna selalu bentak bentak Fandi,tapi karna emosinya yg selalu tiba tiba memuncak membuat dirinya tidak bisa mengontrol emosinya.


" Sudah lah ,lupakan saja " jawab Anin sambil berpaling dari tatapan Fandi kapadanya


Fandi yg menyadari dirinya dari tadi menatap Anin, langsung saja tersadar .


" aku ada urusan ,aku pergi dulu" kata Fandi sambil berlaku pergi dari hadapan Anin.


Anin sama sekali tidak menjawab perkataan Fandi dan langsung berbaring ke kasur.


Saat Fandi sudah keluar dari ruang Anin dan sudah sampai didepan mobilnya,ia langsung memasuki mobilnya .entah apa yang ia lakukan didalam mobil yg jelas sepertinya ia sedang melampiskan amarahnya .tak menunggu lama, Fandi langsung melajukan mobilnya meninggalkan Anin sendirian dirumah sakit.


dan mobilnya terpakir didepan cafe yg tidak terlalu jauh dari rumah sakit tempat Anin dirawat.


"tuttt tuuttt" suara ponsel Fandi bergetar menandakan ada panggilan


" ada apa?" tanya Fandi


" "suara dalam pnsel


"memangnya ada apa?" tanya Fandi


". "


"baiklah,temui aku dicafe " jawab Fandi dan mematikan ponselnya


Fandi langsung memasuki cafe ,dan menunggu seseorang yang menelfon dirinya barusan.Sosok gadis cantik memasuki cafe dan melambaikan tangannya kepada Fandi.


" πŸ–" lambai dari sosok wanita itu


"πŸ–" balas Fandi dengan sedikit malas


" udh nungguin lama?" tanya sosok wanita itu sambil duduk didepan Fandi


." tidak juga " jawab Fandi malas


" jadi apa maksud kedatangan mu kesini?" tanya Fandi to the poin


" santai saja,kita ngopi dulu,sudah lama kita tidak bertemu masa kamu langsung ingin pergi saja" jawab wanita itu dgn gaya lebay nya


"maaf,aku masih banyak urusan jdi to the poin saja" jawab Fandi dgn suara tidak suka


" baik lh klo gitu mau mu" kata Wanita


"jadi apa?" tanya Fandi lagi


tiba tiba pelayan datang dengan membawa dua kopi hitam


" silakan mas ,mba nya " kata Pelayan itu ramah


"iya" jawab Wanita itu dengan gaya centil nya seakan akan ingin dilihat oleh Fandi ,Fandi yg melihat itu tak berkutip dan membuang muka ke arah lain.


" jadi ,maksud ke datang ku kesini ingin menagih janjimu kepada ku" kata wanita itu memulai percakapan


" janji apa?"tanya Fandi


" jangan berpura pura bodoh Fandi ,aku tau kamu masih ingat dengan perjanjian kita berdua" kata wanita itu sambil menghampiri Fandi dari belakang


" maaf aku tidak ingat sama sekali" kata Fandi sambil beranjak dari tempat duduknya


" kamu tidak bisa kemana mana sekarang Fandi sebelum kamu menepati janjimu" kata Wanita itu mengancam sambil menurunkan tubuh Fandi agar duduk dikursinya lagi


" maaf claud,aku tidak bisa melakukannya ,jdi kumohon jangan menganggu ku"jelas Fandi dan beranjak dari tempat duduknya .


ya siapa lagi kalo bukan Claudia teman kuliah Anin,sungguh miris sekali sifatnya sangat berbeda dengan dirinya di kuliahan.


Caludia adalah mantan kekasih Fandi meskipun Fandi sebenarnya tidak ada perasaan kepada Claudia,tapi claudianya saja yg selalu berusaha mendapatkan Fandi ,bermacam cara menghalalkan segala sesuatu hanya untuk mendapatkan hati Fandi ,dan sekarang saat ia bertemu dengan pria lain langsung sja ia berpindah hati dan meminta Fandi membantunya mendapatkan pria itu ,Fandi yg tidak mau membantunya ia ancam dengan ancaman yg tidak bisa Fandi tolak, sehingga membuat dirinya skrng seakan akan budak Claudia ,bagaimana mungkin, seorang CEO bisa menjadi budak seorang Wanita yg sangat licik klo bukan karna seseorang yg ia suka.