MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
Apa salahku?



Fandi membalas uluran tangan Anin dengan senyum penuh makna


"Aku memaafkanmu ' Kata Fandi sambil melepaskan tangannya dari Anin


Anin yang melihat senyuman Fandi langsung tau bahwa Fandi ini tidak benar benar memaafkannya tapi ia tak peduli, toh dia yang salah bukan Anin.


Sambil meminum minumannya dan duduk sejenak ,Anin langsung berdiri mencium punggung tangan ibunya ,pamit pergi kerja tanpa menunggu jawabnya dari ibunnya ,


ia langsung pergi begitu saja .


"Anin sayang.. " teriak ibu Anin .


" Asataga ..." ibu Anin benar benar binggung dengan tingkah Anin barusan tak biasa biasanya seperti itu .


"yaudh nak Fandi silahkan makan ya ,tante mau nyusul Anin dulu " Kata ibu Anin sambil berlaku pergi meninggalkan Fandi sendirian dimeja makan


Fandi tak menggubris ibu dan Anak itu ,ia lebih memilih memakan sarapannya ,Ia ingin cepat cepat pergi kekantornya. Tak menunggu lama Fandi sudah selesai memakan sarapan paginya dan langsung saja ia pergi meninggalkan piringya begitu saja tanpa menyimpannya ditempat kotor dan bergegas tergesa gesa memasuki mobilnya yg mewah itu.


"Hampir lupa " Gumam Fandi


Ibu Anin yang sudah selesai berurusan dengan Anin langsung memasuki rumah dan pergi kedapur ,ia kira Fandi masih didalam dapur tapi ternyata sudah tidak ada siapa siapa di dapur yang ada hanya piring kotor yang diletakan begitu saja ,ibu Anin sama sekali tidak marah ia malahan tersenyum sendiri saat melihat kedua piring dimeja makan itu .Entah apa yang ibu Anin pikirkan sekarang ,[ semoga saja yang ada dalam pikiran ibu Anin yang baik baikπŸ˜‰]. LANJUT !


_____


POV Anin


"Ahhh mamah selalu saja begitu ,Aku kan ngak salah tadi masa Aku yang minta maaf .salahnya apa coba ! Aku makan cepat kan supaya ngak telat pergi kekantor tapi karna lapar juga sih πŸ˜…πŸ˜…,tapikan tetap saja Aku ngk salah " kata ku dengan keluh kesah tanpa berhenti berjalan dengan lontang-lantung


Aku yang sudah rapi begini dengan mood bagus langsung saja sirna ,semua ini gara gara Fandi yang menjengkelkan itu.Ahhh sungguh menyebalkan .


Cara licik apa yang sebenarnya ia peran kan sekarang ?. Begitulah dalam pikiran Anin sekarang


____


KANTOR


Mobil yang terlihat sangat mahal memasuki perkarangan kantor tempat Anin kerja dan memarkirkannya ,siapa lagi kalo bukan Fandi CEO kantor di perusahaan Anin bekerja .tampak semua karyawan yang disana memberi hormat kepada Fandi saat ia melangkah masuk didalam kantor ,tak satupun yang tak memberi hormat semuanya membungkukkan badannya sebagai tanda hormat mereka kepada Fandi meskipun begitu Fandi tak terlalu menghiraukan semuanya itu ia melangkah dengan gaya cool nya dengan raut wajah dingin .


"Tuan,apa yang sedang tuan pikirkan?" tiba tiba saja seseorang mengagetkan Fandi yang masih setia berdiri ditempat itu dari arah belakang


Fandi yang merasa geram karna dikagetkan itu langsung berbalik badan untuk memaki maki orang yang ada dibelakangnya itu ,belum juga sempat berbalik badan ia sudah keduluan melihat kedatangan Anin dengan raut wajah sedih .


"Anin " panggil Fandi saat melihat kehadiran Anin dan berjalan mendekati Anin .


" iya pak ,ada apa ya ?" tanya Anin dengan cepat cepat membentuk posisi berdirinya sambil menutupi kesedihannya itu .


Anin bukanlh wanita yang mudah untuk menunjukkan kesedihannya kepada siapa pun kecuali kepada ibu nya ,Apalgi kehadiran Fandi sekarang tak ia harapakan ,melihat mukanya saja Anin ingin muntah apalagi berbicara dengannya.Tapi bagaimana pun ia harus profesional dan harus memperlakukan Fandi dengan adil sehingga ia terpaksa menanggapi Fandi dengan sopan sebagai Bos ia bekerja .


Dan tersenyum kearah Fandi dengan terpaksa dan membungkuk kan badannya memberi hormat .Fandi tak menggubris perlakuan Anin kepadanya dan langsung saja ia membuka suara dengan memaki Anin dengan keras ,tentu saja kata kata yang Fandi lontarkan itu sangat menyakiti hati Anin apalgi ditambah keadaanya sekarang yang sedang bersedih . Gara gara suara Fandi yang lantang membuat orang yang ada disana mulai berdatangan kearah mereka dengan rasa ingin tau yang berlebihan tanpa memperdulikan pekerjaan mereka lagi .Hal itu membuat amarah Anin semakin memuncak ,Fandi yang melihat wajah Anin yang tidak suka dengan kehadiran karyawan disana langsung membentak karyawan itu semua .


"apakah pekerjaan disini hanya menonton ?" tanya Fandi melotot kearah karyawan semua.


semua karyawan menunduk kan kepala mereka ketakutan saat melihat mata Fandi yang sangat menyeramkan itu melotot Mereka dengan tatapan menusuk .


" jika tidak ,mengapa kalian semua kesini ? Pergi !" teriak Fandi meneriaki mereka


Hal itu membuat karyawan yang berdatangan itu langsung berhamburan pergi ketempat mereka masing masing dan mulai bekerja ,karyawan yang baru saja berdatangan itu bermaksud ingin melihat kejadian apa yang terjadi langsung berhamburan pergi saat melihat Bos mereka melototi mereka ,siap ingin menerkam mereka hidup hidup,siapa lagi klo bukan Fandi .


" apa saya ada salah ?" tanya Anin kamudian sambil menghapus air matanya yang ingin keluar .


" apa saya ada salah pak sehingga bapak seenak nya membentak saya didepan. karyawan semua ?" tanya Anin lagi sambil melihat kearah Fandi


" bapak emng bos saya tapi bapak tak berhak membentak saya apalgi didepan semua karyawan ,mau ditaruh dimana muka saya pak ? saya sama sekali tak melakukan kesalahan sedikit pun tapi bapak tiba tiba datang dan membentak saya dengan kasar ' kata Anin sambil membendung Air matanya yang sudah siap untuk keluar .


Tak ada siapapun yang tak akan menangis jika dibentak begitu saja tanpa ada alasan yang jelas dtambah lagi sekarang ia sedang bersedih .


Fandi tak menggubris perkataan Anin dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Anin yang masih bertanya tanya sambil diikuti Asisten pribadinya yang sedari tadi melihat kejadian yang terjadi tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ,ia lebih memilih diam dari pada terkena imbasnya juga meskipun dalam hati kecilnya ia kasih kepada Anin yang dibentak begitu saja tanpa ada alasan yang tepat .Apalagi banyak dikerumunin oleh karyawan lain barusan .


"Tolong tunda semua jadwal ku hari ini " perintah Fandi sambil memasuki ruangannya dan menutup pintu dengan sedikit keras tanpa menunggu Asistennya masuk .


Asistennya tak terlalu ambil pusing karna ia tau sifat Fandi seperti apa jadi sudah terbiasa bagi dia .Asisten Fandi melangkah pergi meninggalkan Fandi yang ada didalam ruang ,memberi waktu untun Fandi sendirian .