MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
cerita dibalik kejadian yang menimpa



* * *


sore hari telan tiba Anin dan Rian yang sudah kelihatan berjalan jalan menikmati suasana sore hari kelihatanya menikmati pertemuan mereka dengan kebucinan yang menjadi jadi.


"aku sudah lama tidak menikmati udara di sore hari "kata Anin membuka suara


"benarkah?" tanya Rian


Anin mengangguk kepalanya menandakan iya.


"apakah kamu akan pergi lagi dari tempat ini?" Tanya Anin


"aku akan tetap disini bersamamu" jawab Rian sambil menoleh ke arah Anin dengan senyuman mengembang.


"berjanjilah "kata Anin mengeluarkan jari kelingkingnya


dibalas oleh Rian.


"apa kamu bekerja ditempat Fandi?" tanya Rian


"iya ,dari mana kamu tau?" tanya Anin balik


" dari Fandi" jawab Rian


"benarkah ,aku kira kalian saling musuhan " kata Anin


" tidak " jawab Fandi


"jadi" kata Fandi


" jadi apa?" tanya Anin binggung


"jadi ,maukh kamu bercerita kepada ku kenapa semuanya ini terjadi?" tanya Fandi sambil menatap Anin.


Anin langsung diam seribu bahasa hingga akhirnya ia membuka suara .


" baiklah " jawab Anin sambil duduk di taman dan menepuk kursi yang ia duduk agar Rian ikut duduk di sampai nya.


* * *


saat Rian tiba tiba menghilang bak ditelan bumi Anin merasa sangat bersalah dan memutuskan untuk berhenti dari semua hal hal yang mengekang dirinya yaitu, siswi yang menjadi kan dirinya budak suruhan dan mencoba menceritakan semuanya kepada Bryan pria yang disuruh siswi itu untuk membuatnya jatuh cinta kepada Anin, dan yang membuat Anin semakin kesal ternyata siswi yang menjadikannya budak itu adalah suruhan dari Claudia yang tidak rela Rian diambil oleh Anin .


"Gimna apa kamu sudah membuatnya jatuh cinta kepadamu?" tanya siswi itu.


" maaf saya tidak bisa melakukannya " kata Anin tegas


"bukankah aku menyuruhmu untuk melakukannya kenapa tidak" kata siswi itu dengan marah


" memangnya kenapa ,memangnya aku budakmu yang seenaknya menyuruhku ini itu " kata Anin lancang


" lancang sekali kau " satu tangan melayang dimuka Anin tapi untungnya Anin bisa menangkap tangan siswi itu


" aku diam bukan berarti aku takut,jangan pernah menyuruhku untuk melakukan hal yang tidak penting ini" kata Anin sambil menghempas tangan siswi itu


" dasar wanita tak tau di untung " kata siswi itu dengan marah


" bukankah kau juga wanita,bagaiman rasanya jika kau harus menjauh dari seseorang yang kau cintai,ah?" tanya Anin dengan mata menusuk


Tiba tiba siswi itu terdiam seribu bahasa.


" apa urusannya kau " kata Siswi itu dengan sedikit gemetar


" apa ,kamu takut atau kamu menyembunyikan sesuatu?" kata Anin sambil mendekati siswi itu dengan gayanya yang sudah seperti siap menerka Musuhnya


" berhenti " kata siswi itu menghentikan Langkah Anin.


"kenapa,kamu takut?" tanya Anin lagi


"tidak kah kau bosan dengan semua ini ,seakan akan dirimu itu mudah sekali dijadikan budak padahal kamu itu cantik,baik bagaimana semuanya itu hilang begitu saja hanya karna suruhan orang lain "kata Anin


" dari mana kamu tau aku suruhan orang lain?" tanya siswi itu


" tentu saja aku tau,mau aku sebutkan orangnya?" kata Anin ,padahal ia juga tidak tau siapa suruhan siswi itu tapi apa boleh buat.


"jangan" teriak siswi itu


" kenapa ,apa kamu takut dibunuh oleh nya?" tanya Anin sambil menerka nerka siap tau memang benar siswi itu suruhan orang lain


" ttt...idak " jawab siswi itu gugup


" gugupmu itu jawabnya " kata Anin


tiba tiba siswi itu bertelut lutut dibawah kaki Anin .


" kumohon jangan beritahu bos ku jika tidak ia akan memotong gaji " kata siswi itu memohon


syukur saja siswi itu sendiri pas bertemu dengan Anin jadi Anin lebih mudah mengancam balik.


"buat apa uang yang kamu dapatkan jika itu uang tidak halal" kata Anin tanpa menghilangkan muka nya yang masih seperti tadi.


"Apa Claudia " teriak Anin tak percaya


siswi yang mendengar nama Claudia disebut langsung terkejut dan berdiri lagi dan melihat sekeliling .


"apa kamu mau membuatku bermusuhan dengan temanku sekarang?" kata Anin tidak percaya


"tapi memang dia yang membayar ku untuk ini " jawab siswi itu dengan serius


" aku tidak percaya " kata Anin


" jika kau tidak percaya ikuti saja aku " kata siswi itu sambil berlalu pergi meninggalkan Anin


Anin pun menyusul siswi itu hingga akhirnya sampai di sebuah ruangan sepertinya itu gudang .


siswi itu langsung memberi aba aba kepada Anin ,Anin yang melihat itu langsung mengerti maksud dari aba aba itu dan mengangguk kepalanya.


" gimana apa SiManusia ular itu sudah mulai menyukainya ?" tanya sosok wanita kepada siswi itu ,siapa lagi kalo bukan Claudia


"CLAUDIA " batin Anin dengan tidak percaya


Anin yang sedari tadi melihat kedua orang itu tiba tiba diberi aba aba oleh siswi itu untuk masuk ,siswi itu sudah tidak takut lagi dan sudah muak dengan Claudia, meskipun Claudia sudah membantu ibunya berobat tapi ia tidak suka dengan cara Claudia memperlakukannya seperti binatang, dan perkataaan Anin membuatnya semakin sadar atas perbuatannya.


" puk puk puk " satu suara tepukan keluar


Claudia yang mendengar itu langsung kaget dan melihat dari siapa sumber suara itu berada hingga matanya tertuju dari sosok yang menghampirinya siapa lagi kalo Bukan Anin.


"Anin " kata Claudia tidak percaya


" kenapa ,kaget?" tanya Anin dengan serangka wajah yg menakutkan


" kenapa kau bisa kesini?" tanya Claudia tidak percaya


" perlukh aku menjelaskannya?" tanya Anin dengan senyuman mematikan


"Anin ini semua tidak sesuai yang kamu lihat " kata Claudia menyakinkan Anin dan berharap Anin percaya kepadanya


"apa aku percaya ,melihat ini saja sudah menjadi jawaban akurat " kata Anin yg sudah ada dihadapan Claudia


" kau salah ,ini semua tidak benar " kata Claudia


"benarkah ,menyuruh seseorang untuk menjauhkan ku dari Rian dan menyuruhku mendekati seseorang agar aku menyukai orang itu " jelas Anin dengan gaya angkuhnya


"apa semuanya itu bukan jawabnya?" tanya Anin dengan serangkaian mata mematikan.


" sungguh manusia Licik,menghalalkan semua cara hanya untuk mendapat kan satu orang,bukankah itu sangat murahan (?)" kata Anin sangat lah menusuk membuat Claudia mengeluarkan keaslian nya


"oh tentu saja ,aku manusia licik yang mempunyai banyak akal" jawab Claudia dengan serangkai wajah yang tidak kalah dari Anin


"kamu cocok disebut manusia sampah " kata Anin kepada Claudia dengan gaya angkuhnya


satu tamparan melayang di wajah Anin


" mau nampar " kata Ani. sambil memegang tangan Claudia yg sudah siap ingin menampar wajah Anin


" maaf,wajahku tidak cocok dengan tanganmu yang sampah itu" kata Anin sambil menghempaskan tangan Claudia


"dasar wanita kurang aja " kata Claudia sambil menarik rambut Anin ,anin langsung membalas tidak kalah dari Tarikan Claudia.


"aww...awww " jerit Claudia sambil menahan tarikan Anin yang kuat.


" sakit " kata Anin dengan wajah puas.


Anin yang sudah seperti bukan Anin lagi sama sekali tidak merasakan sakit di kepala nya saat ditarik rambutnya oleh Claudia


"sebelum bertindak pikir dulu,biar ngak kalah dengan lawan mainmu" bisik Anin dan langsung mendorong tubuh Claudia dengan kasar


" cuihh... jauh jauh kau dariku "kata Anin sambil berlalu pergi diikuti siswi itu


"dasar wanita brengsek " teriak Claudia dengan penuh Amarah


Anin yg dulu bukanlah Anin yang sekarang,ia lebih kejam jika orang yang ia kenal menusuk dirinya dari belakang ,seperti yang kita lihat barusan.


"terima kasih " kata Siswi itu dan berlalu pergi


Anin yang sedang meredakan Emosinya tidak terlalu menggubris ucapan siswi itu meskipun ia dengar.


PANTUN :


Pulang kerja langsung makan


Makan buah busuk,terlalu matang


katanya kita teman


tapi menusukku dari belakang


Itulah yang cocok untuk Claudia.