MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
khawatir



berusaha Rian meminta kepada Anin untuk memakan makanan yg ia bawa ,akhirnya Anin pun mau .


saat Rian menyuapi Anin,ia sangat ingin sekali tetap bersama Anin seperti ini ,tapi semuanya tidak akan mungkin terjadi.


"Nin" panggil Rian sambil menyuapi Anin


"umm" jawab Anin


" apa kamu selalu seperti ini,tidak makan ?" tanya Rian


"tidak "jawab Anin sambil mengunyah makanan yg ia makan


"jangan berbohong nin,aku tau kamu sedari tdi belum makan" kata Rian


."Dari mana kamu tau?" tanya Anin


" dari cara kamu makan" kata Rian


Anin yg menyadari itu pun langsung menyudahi makannya.


"sudah cukup" kata Anin kepada Rian sambil mendorong sendok makan dari hadapannya


" ini belum seberapa" kata Rian


" aku bilang sudah ya sudah " jawab Anin dengan tegas


"apa kamu mau kesakitan lagi?" tanya Rian ,karna ia tahu,bahwa Anin pingsan gara gara maag nya kambuh, dan itu disebabkan karna belum makan.


"tentu saja tidak ,aku sudah baik sekarang ,dan aku mau pulang" kata Anin sambil berusaha berdiri


" jangan membantah Anin,aku tau kamu masih lapar,tolong jangan membuat ku khawatir kepadamu" kata Rian


Anin yg mendengar kata "Khawatir"keluar dari mulut Rian membuat dirinya merasakan sesak didada.


" Rian,aku benar benar sudah baik kan ,jadi kumohon jangan melarang ku untuk pulang" kata Anin sambil melangkah keluar kamar.


" apa karna kamu tidak ingin bertemu denganmu lagi?"tanya Rian dgn putus asa


langkah Anin langsung saja terhenti mendengar perkataan Rian


" jika iya memang nya kenapa(?),itu tidak membuat mu mati bukan? " Tanya Anin sambil menahan kesedihannya.


" justru itu membuatku mati secara perlahan" kata Rian


" kau tau bagaimana mati secara perlahan,sakit " lanjut Rian


"ah, sudah lh Rian aku malas mempermasalahkan itu,dan thanks untuk bantuannya,aku pamit pulang" kata Anin sambil melangkah kan kakinya


"apa kau menyukai orang lain?" Tanya Rian tiba tiba


"kau tau Rian orang yg ku sukai skrng adalah dirimu,aku tdk tau siap lagi yg akan ku sukai, tapi jika diri mu orangnya, pasti ada jalan untuk kita bersama" kata Anin dalam Hati dan pergi dari hadapan Rian .


Rian yg melihat Anin pergi hanya bisa pasrah .


"semoga kau mendapatkan yg lebih baik dariku" kata Rian disaat Anin sudah tdk ada lagi dihadapannya


dalam perjalan pulang Anin menangis yg ia bisa walaupun ditutup oleh air hujan yg menguyur sekujur tubuhnya itu tdk dapat menutup kesedihannya.saat sudah sampai didepan pintu, Anin mengusap air matanya agar tak kelihatan bahwa ia sedang menangis.


" Mah Anin pulang" kata Anin sambil membuka pintu rumah dan pergi ke kamarnya tanpa menunggu sahutan dari ibunya


saat sudah Sampai didalam kamar anin langsung mengunci pintu dan membaringkan tubuhnya diatas kasur , tanpa memperdulikan dirinya yg masih basah .


"ini sangat menyakitkan" kata Anin sambil baring


tak menunggu lama Anin terlihat sudah tertidur pulas, mungkin sudah masuk di alam mimpi yg indah atau mungkin sebaliknya.


ibu Anin yg sudah terlihat lebih sehat,bangun pagi pagi memasak makanan untuk mereka sarapan pagi


" nak Fandi sudah mandi?" tanya ibu kepada Fandi yg terlihat rapi


" sudah tante" jawab Fandi


"apa Anin nya juga sudah bangun ?" Tanya ibu kepada Fandi


" dari tadi Fandi ngk lihat Anin tante,mungkin masih tidur " kata Fandi ,karna sedari tadi ia tidak melihat Anin .


" owh gitu ,yaudah tante bangunin Anin nya dulu ya,Nak Fandi klo mau cepat cepat berangkat langsung makan aja" jelas ibu kepada Fandi


" ah,iya tante" Jawab Fandi


"yaudah tante kekamar Anin dulu ya" kata Ibu sambil berlalu pergi


" Anin sayang ,bangun nak ini sudah jam berapa" kata ibu sambil mengetuk pintu kamarku


"Anin sayang,apa kamu dengar ibu?" tanya ibu


"Anin sayang" panggil ibu lagi


" karang sekali Anin mengabaikan panggilanku" kata Ibu dalam hati.


Karna ibu merasa aneh dengan ku ,ibu lngsung menyuruh Fandi mendobrak pintu kamarku dikarena terkunci.


" nak Fandi bisa tolong tante?" tanya ibu


" tolong apa tante?" tanya Fandi


"pintunya ke kunci tante?" tanya Fandi


" iya nak Fandi,tante minta kamu dobrak aja pintu kamar Anin" kata Ibu dijawab Dgn anggukan Fandi


"Brukkk" pintu didobrak Fandi seketika terbuka


" Anin sayang" panggil ibu sambil berlari menghampiriku


" astaga" panik ibu saat merasakan tubuh ku panas


" ada apa tante?" tanya Fandi sambil menghampiri ibu ku


" Anin sayang bangun nak" panggil ibu tanpa merespon Pertanyaan Fandi


karna merasa diriku tidak merespon ,ibu langsung meminta Fandi mengangkat tubuhku ,membawaku ke Hospital


" nak Fandi tolong tante nak,bawa Anin kerumah sakit,tubuhnya sangat panas" kata Ibu memohon kepada Fandi


"panas"kata Fandi heran sambil memegang keningku


"astaga tante,Anin demam" kata Fandi kaget saat merasakan suhu tubuhku


tanpa menunggu aba aba kedua kali ,Fandi langsung mengangkat tubuhku membawaku ke rumah sakit, diikuti dengan ibuku yg merasa sangat cemas


" Ayo nak Fandi lebih cepat" kata ibu merasa khawatir dgn diriku


" iya Tante" jawab Fandi dengan .menancap gas


tak menunggu lama ,kami sudah sampai di Hospital dan tubuhku langsung diangkat oleh Fandi dan membawanya masuk


" perawat tolong " panggil Fandi dengan sedikit cemas di ikut ibu dari belakang


perawat langsung membawa tubuh ku didalam kamar periksa


" gimana keadaan anak saya dok?" tanya ibu


" pasien demam tinggi " jawab Dokter


"demam tinggi dok?" tanya ibu kaget


" iya,apa sebelumnya pasien terkena hujan?"tanya dokter kepada ibu


" saya juga tidak tau dok " jelas ibu


" baiklah bu klo begitu ,jdi karna anak ibu demam tinggi sementara waktu ia akan dirawat inap disini bu" jelas dokter


"jika itu yg terbaik,saya tidak masalah dok" jelas ibu


" baiklah bu,mari ikut saya" kata dokter mempersilahkan ibu mengikuti dirinya


" nak Fandi tolong jaga Anin dulu ya" kata ibu kepada Fandi


"baik tante" jawab Fandi sambil memasuki ruang inapku


"Nin bangun,apa kmu tidak kasihan dengan ibumu" kata Fandi disamping ranjang ku berusaha bicara denganku


"ibumu sangat takut melihat kondisimu saat ini,jadi ku mohon bangunlh" lanjut Fandi dgn nada sedih


tak menunggu lama tubuhku mulai bergerak sedikit demi sedikit,meskipun sangat lemah.


" Anin apakah kamu sudah bangun?" tanya Fandi saat melihat diriku membuka mata.


"mmah dimana?" tanya ku kepada Fandi dengan nada lemah


"tante lagi bersama dokter" jelas Fandi


" mengapa aku ada di rumah sakit,apakah aku sakit?" tanya Ku kepada Fandi


"iya ,apa kamu sudah merasa baikan?" tanya Fandi


"aku tidak apa apa ,aku harus kuliah sekarang ,nnti aku telat masuk" kata ku sambil berusaha bangun


" kamu masih sakit,kenapa masih memikirkan kuliah?" tanya Fandi


"jika aku tidak kuliah aku tidak bisa mewujudkan impianku dan mamah" jawab Ku


" jika kamu sudah sembuh ,kamu bisa kuliah tpi untuk saat ini tidak bisa" jelas Fandi kepada Anin


" Apa ini sifat aslimu(?)" tanya ku dalam hati saat melihat sifaf Asli Fandi kepadaku


" ternyata dirimu seperti ini aslinya" kata ku kapada Fandi


Fandinyg menyadari itu pun langsung mengubah sifat dinginnya lagi


." baru dibilangin juga "" kata ku kepada Fandi


" udh jangan banyak bicara ,istirahat sana" kata Fandi dgn sifat dinginnya


" dasar pria aneh" kata ku sambil membelakangi Fandi


"hampir saja" kata Fandi dalam hati