MY PERFECT LOVE

MY PERFECT LOVE
penuh dengan emosi



***


"sampai juga akhirnya"Batin Anin saat telah sampai dikantor.


dalam perjalan memasuki tempat kerjanya ,semua mata memandang dirinya dengan tatapan sinis.


"astaga ,itu mata mereka kenapa" Batin Anin agak takut dengan langkah kaki dipercepat kan


"awww" jerit Anin saat tidak sengaja menabrak seseorang


" udah jam berapa ini,kenapa baru masuk?" tanya Sosok pria yg tak lain dan tak bukan adalah Fandi


"siapa suruh ninggalin "batin Anin


"iya bos,saya minta maaf"kata Anin


"cepat kerja" bentak Fandi


" gak perlu bentak juga napa"Batin Anin


" baik bos" Jawab Anin sambil melangkah


" tunggu"panggil Fandi


" iss apalgi sih" keluh Anin


" iya ,ada apa bos" jawab Anin dengan senyuman terpaksa


"buat kan kopi " kata Fandi Sambil berlalu pergi


" tapi kan Ada Ob bos" jawab Anin ,tapi sayang tak digubris.


" iss,dasar bos gila" geram Anin sambil melangkah pergi


***


"tok tok tok" suara pintu diketuk


" masuk"


"ini kopinya bos" kata Anin sambil memasuki ruang dan berlalu pergi


" tunggu" kata Fandi menghentikan langkah Anin


" apa sih mau nya sebenarnya" batin Anin sambil kembalikan badannya


"iya bos ku yang baik?" tanya Anin dengan menahan geramnya


" apa kamu datang naik ojek ?" tanya Fandi


" iya bos,memangnya ada apa ?'jawab Anin


"tidak,kamu boleh pergi sekarang" usir Fandi


"rasanya mau kucabik cabik itu muka" geram Anin mengepal tangan ya sambil keluar


" Sabar Anin sabar " kata Anin menenangkan dirinya


***


Tak terasa, jam sudah menunjukan jam makan siang untuk mereka yang bekerja dikantor termaksud Anin


"lanjut nanti aja kali ya,sekarang aku makan dulu" Batin Anin sambil berdiri untuk pergi makan siang


"astaga" kaget Anin saat didepan sudah ada Fandi,si bos gila


" ada yang bisa saya bantu bos?" tanya Anin dengan lembut


"ikut aku" kaya Fandi sambil menarik lengan Anin


"eh, bos mau kemana?" kata Anin dengan kaget


semua mata tertuju kepada Fandi yang sedang menarik lengan Anin


"idih cari muka aja" kata karyawan


"sok sokan cantik bangat " kata karyawan lain


semua kata kata yang kasar ,yang dilontarkan Karyawan semuanya tertuju kepada Anin


" mobil" kata Anin dengan mata kaget


" sebenarnya bos gila ini mau bawa aku kemana sih?" keluh Anin


"tunggu tunggu ,sebenarnya kamu mau bawa aku kemana sih?" kata Anin sambil menahan dirinya agar tidak masuk kedalam mobil


" ikut aja" jawab Fandi sambil mendorong tubuh mungil Anin kedalam mobil


"astaga,tidak henti hentinya ini anak buat aku emosi ,klo aja bukan dikantor udah aku gigit itu tangannya tadi"keluh Anin dengan kesal


Fandi dan Anin sudah masuk kedalam mobil ,dan melaju kan mobil dengan kecepatan sedang hingga akhirnya sampai disebuah restoran


"turun" kata Fandi sambil membuka pintu mobilnya diikut dengan Anin yang turun juga


"Jangan jangan dia mau bawa aku makan " batin Anin


" ah tidak mungkin,orang seperti dirinyakan ngak ada rasa empati "batin Anin menyadarkan dirinya


"tunggu apa lagi ,masuk" perintah Fandi dan diangguk oleh Anin


"duduk"perintah Fandi kepada Anin saat sudah sampai dikursi makan


"iya" jawab Anin malas


tak perlu memanggil,pelayan yang sudah duluan menghampiri mereka dan memberi mereka Buku menu makanan


" silakan mas dan adeknya mau pesan apa" silakan Pelayan itu


" kamu mau pesan apa?" tanya Fandi sambil melihat kearah Anin


" terserah bos aja" jawab Anin


" saya pesan yang ini dan ini jangan lupa minumannya "kata Fandi sambil menunjuk satu persatu menu makanan yg ia pilih


" baiklh mas ,tolong tunggu sebentar ya" kata pelayan itu dengan ramah dan berlalu pergi


" kenapa bos bawa saya kesini?" tanya Anin


"formal aja" kata Fandi


"kenapa kamu bawa aku makan bersama mu?" tanya Anin lagi


" memangnya kenapa?" tanya Fandi selow


"ya gak biasa aja gitu,apa jangan jangan kamu mau ngerjain aku?" kata Anin berburuk sangka


"untuk apa aku mengerjai mu?" tanya Fandi balik


" mana aku tau " jawab Anin sambil membuang muka


"jika tidak tau diam " kata Fandi


" permisi dek dan mas nya,ini pesannya ya" kata pelayan itu sambil menaruh makanan yang ada dimeja dengan lembut


" saya permisi dulu " kata pelayan itu sambil berlalu pergi


"ini juga pelayan,masa aku dipanggil adek memangnya ngk bisa lihat apa ,aku itu udah dewasa udah kerja malahan " keluh Anin


bagaimana tidak dipanggil adek ,tubuh Anin aja mungil ditambah lagi dengan muka yg masih imut seperti muka anak kecil,bagaimana tidak dipanggil adek coba.


"makanan itu dimakan buka ditatap gitu aja" kata Fandi menyadarkan Anin dalam lamuannya


"iya" jawab Anin sambil mengambil garpu dan memakan makanannya dengan terpaksa ,karna rasa emosi yg belum reda.


"jangan pernah kau keluarkan muka cemberutmu itu ,itu sungguh membuatku semakin gemes" batin Fandi sambil melihat muka Cemberut Anin


"ngapain lihat lihat?" tanya Anin dengan marah


"jangan gr" jawab Fandi dan lanjut makan


tak berselang lama mereka berdua telah selesai makan dan lanjut pergi kekantor.


" makasih untuk traktirnya" kata Anin sambil berlalu pergi meninggalkan Fandi sendiri diparkiran


senyuman mengembang di wajah Fandi


"sungguh melelahkan saat marah " keluh Anin yang sudah duduk di kursi kerjanya


satu persatu Anin kerjakan tugasnya hingga membuatnya agak haus.


" aduh haus bangat,udah lupa lagi bawa botol minum "kata Anin sambil memegang kerongkongannya


" ini " kata Fandi mengulurkan botol minumnya


"astaga,kenapa dia selalu tau apa yg aku mau sih,buat aku jadi takut aja" batin Anin


"maaf bos saya tidak haus" tolak Anin dengan lembut


"kenapa?" tanya Fandi


"tidak apa apa bos" jawab Anin


" jika kamu haus kamu bisa minum ini" kata Fandi sambil menaruh botol minum itu dimeja kerja Anin


" tapi bo..." kata Anin kepotong


"itu botol baru " kata Fandi sambil melangkah pergi


ya ,sebenarnya Anin menolaknya karna ia tidak mau satu mulut dengan orang lain selain dirinya sendiri.karna mendengar perkataan Fandi tadi membuatnya tidak bisa menolak lagi, dan langsung meminum minuman yang Fandi berikan kepadanya karna rasa haus yang menjadi jadi.


***


jam perjam karyawan lewati dengan pekerjaan yg mereka kerjakan termasuk Anin. hingga akhirnya jam pulang pun telah tiba ,satu persatu karyawan meninggalkan kantor karna tugas tugas nya yg sudah selesai ,sedangkan Anin masih terlihat didepan layar laptop nya dengan serius sembari membuka kertas kertas yang ada dimeja kerjanya satu persatu, hingga ia lupa waktu .


" apa kamu akan terus bekerja?' tanya sosok pria


" astaga " kaget Anin menjadi jadi


bagaiman tidak terkejut ,sedang serius seriusnya


bekerja tiba tiba dikagetkan dengan suara .


"mengapa bos belum pulang?" tanya Anin karna ia masih didalam kantor jadi ia masih memanggil Fandi dengan sebutan bos


"nungguin seseorang" jawab Fandi


" owh" jawab Anin dan lanjut mengetik


Fandi langsung pergi begitu saja tanpa berkata dengan Anin ,Anin yang melihat itu tidak terlalu memperdulikan nya.


"ini" sambil menaruh kopi dimeja Anin


"belum pulang juga ternyata" batin Anin


pas ini bertanya tiba tiba Fandi memotong


" formal " kata Fandi dan Anin sudah mengerti maksud perkataan Fandi


" kamu belum pulang?" tanya Anin


"belum" jawab Fandi


"yasudah,thanks untuk kopinya" kata Anin sambil meminum kopi yang Fandi buat.


"Aku pergi dulu " kata Fandi sambil berlalu pergi


" owh,oke" jawab Anin dan melanjutkan pekerjaannya


Tanpa Anin sadari ,sedari tadi ada sosok pria yang memperhatikan dirinya yang sedang asik bekerja, dan tidak pernah putus memperhatikan gerak geriknya .