
Anya langsung masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk. Apa yang dilakukan oleh om-om itu membuatnya ingin sekali mencabik-cabik wajahnya yang tampan itu.
''Haish, mentang-mentang dia ganteng apa jadi seenaknya ambil firkiss orang?!" kesalnya.
"Non? Non Anya dari mana aja? Tadi ada Mas Renan kesini nyariin Non." ucap pembantu rumah Anya, yang biasa dipanggil Mbok Mirah.
Seketika raut wajahnya berubah dari semula kesal. "Em- anu Anya tadi jalan-jalan dulu." jawab Anya terbata.
"Sekitar sejam tadi Mas Renan nunggu di sini. Non ada masalah sama Mas Renan ya?"
Anya menatap mata Mbok Mirah dengan sendu. Mbok Mirah mengerti jika Anya sedang tidak baik-baik saja.
Mbok Mirah membawa Anya duduk ke ruang keluarga. Di sana Anya langsung menumpahkan segala keluh kesahnya.
"Renan selingkuh Mbok sama Mita. Jahat banget ya?"
"Mbak Mita temennya Non?"
"Iya, Mbok. Mbok kaget, kan? Apalagi aku. Pantesan akhir-akhir ini Renan sering banget pergi dan susah diajak ketemuan. Bilangnya dia sih ada latihan basket karena bentar lagi ada event. Si Mita juga, akhir-akhir ini sering banget pergi tanpa ngajak aku. Dan kecurigaan aku benar, ada apa-apa antara mereka berdua."
"Yang sabar, Non. Mungkin Tuhan lagi ngasih tahu, kalau Mas Renan bukan yang terbaik buat Non. Makanya Dia lagi menyiapkan seseorang yang terbaik buat Non." Mbok Mirah mengusap bahu Anya lembut. Kedekatan mereka memang sudah bukan sekedar antara Non dan Mbok, tapu sudah seperti anak dan ibu.
"Makasih ya Mbok. Kalo nggak ada Mbok, Anya nggak tau mau cerita sama siapa lagi." Anya semakin bersandar di bahu Mbok Mirah.
"Yaudah Non mandi sana, Mbok udah nyiapin air anget buat berendam."
"Mbok emang paling pengertian, makasih Mbok."
"Nggak usah terimakasih Non, udah tugasnya Mbok juga."
Tak lama kemudian Anya langsung pergi ke kamar mandi yang ada di kamarnya untuk berendam. Hari ini cukup sial menurutnya. Sahabat dan kekasihnya sendiri malah mengkhianati dirinya.
Salah apa aku sama mereka Tuhan?
Ren, kalo lo udah bosen sama gue lo kan bisa minta putus. Bukan ngilang tanpa kabar dan selingkuh!
Mit, Lo juga! Kalo lo suka sama cowo gue ngomong aja. Kita bertiga bisa diskusi, walaupun akhirnya gue tersakiti juga. Setidaknya gue nggak merasa dikhianati.
Anya menenggelamkan wajahnya sambil memejamkan mata. Namun tiba-tiba bayangan seseorang membuatnya terkejut.
"Astaga! Om-om sialan itu!"
Jari-jari lentiknya bergerak ke atas menyentuh benda kenyal yang tadi bersentuhan dengan benda kenyal milik pria itu.
"Akh ciuman pertamaku kenapa harus direbut sama Om-Om sih?!"
Anya menghentakkan kakinya di dalam bathtub. Melampiaskan kekesalannya yang kini berganti pada pria yang berani merebut first kiss nya.
"TIDAK!!!!!!"
Tanpa Anya sadari ia berteriak terlalu keras hingga Mbok Mirah bisa mendengarnya dan buru-buru ke kamar Anya untuk memastikan dia baik-baik saja atau tidak.
Tok tok tok
"Non Anya? Non Anya kenapa?" tanya Mbok Mirah dibalik pintu kamar mandi Anya.
"Aduh sial ni mulut."
"Ehm gapapa Mbok, tadi ada kecoa!" jawab Anya masih di dalam kamar mandi.
"Mau Mbok bantu usir, Non?"
"Eh, nggak usah Mbok. Kecoanya udah pergi sendiri tadi."
"Baik, Non. Kalo gitu Mbok mau lanjut ke dapur. Kalo ada apa-apa panggil Mbok aja."
"Siap Mbok. Makasih ya?"
"Sama-sama, Non."
Anya diam sebentar, kira-kira sampai Mbok Mirah keluar dari kamarnya.
"Anya! Lo harus bisa ngontrol ni mulut!" seperti orang gila, Anya terus menepuk mulutnya sendiri sambil menyalahkannya.
Setelah menyelesaikan ritual mandi, seperti biasa Anya merebahkan tubuh di atas kasurnya.
Ia mengecek ponsel miliknya yang tetnyata sudah banyam sekali notifikasi masuk.
6 panggilan suara tak terjawab dari Gumi Cumi
2 panggilan suara tak terjawab dari Coach Rendy
1 panggilan suara grup tak terjawab dari Sweetzz
27 pesan dari Gumi Cumi
3 pesan dari Coach Rendy
5 pesan dari Angel bukan Enjel
6 pesan dari Kiran(ti)
131 pesan dari grup Sweetzz
76 pesan dari grup Daydance
Anya membacanya dan semua berisi orang-orang yang tengah mencarinya.
Namun di tengah pesan, ada anggota grup yang mengirimkan sebuah video.
Anya yang penasaran pun melihag video tersebut. Dan sedikit terkejut, karena yang terputar adalah video dirinya yang tengah menampar Renan dengan keras dj mall tadi.
...----------------------------------------------------------------------...
...Sweetzz ⚡...
Kiran(ti)
® video
klo jd anya klian bakal ngapain guys?
xixixixi
Gumi Cumi
kurang ah
masa nampar doang
jasa nyakar orang kakak
Kiran(ti)
brengsek bgt renan
kaga ada bersyukurnya apa udah dikasih modelan Anya yg aduhay paket komplit bgt bgt bgt
Gumi Cumi
hooh
duh masih gemes itu @you cuma nampar doang?
kaga ada part 2 nya?
Kiran(ti)
itu yg cewek enaknya diapain ya? ekhem
Angel bukan Enjel
eh itu yg cewek kok kya g asing, yah?
mirip Mita iya?
Gumi Cumi
YA EMANG MITAAAAAAA anjir
^^^apaan nih rame rame^^^
Gumi Cumi
dimana loooo @you
^^^*di rumah *lahh**lahh ^^^
Kiran(ti)
hati gimana? aman? @you
^^^aman, tapi nyesel cuman nampar doang ^^^
Gumi Cumi
nah bener harusnya tuh lo geret si Mita ke tengah mall terus maki-maki deh tu mereka berdua
Angel bukan Enjel
gumi jahag bgt
*t
Gumi Cumi
lebih jahat mereka njell
Angel bukan Enjel
eh, iya juga sih
Gumi Cumi
kalo butuh temen, tinggal p aja ke kita @you
^^^siap bundaaa^^^
...----------------------------------------------------------------------...
Anya menyudahi obrolannya di grup. Ia sedang menghapus kontak Renan dan juga Mita. Tak lupa ia juga memblokir seluruh media sosial kedua orang tersebut.
Anya memilih turun ke ruang tengah untuk mencari suasana. Namun langkahnya terhenti di depan ruang makan ketika melihat Mbok Mirah
''Mbok, mama sama papah udah pulang?" tanya Anya pada Mbok Mirah.
''Belum, non,'' jawab Mbok Mirah.
Anya pun mengangguk. Entah kenapa dirinya malah menanyakan hal tersebut. Padahal biasanya ia juga acuh tak acuh dengan keberadaaan orang tuanya di rumah.
''Non mau Mbok buatin sesuatu?" tawar Mbok Mirah yang peka jika Anya pasti akan menghabiskan waktu di ruang tengah dan membutuhkan makanan walau sekedar camilan.
''Ga usah Mbok, Anya udah pesen online. Sekalian bilangin ke Pak Arif suruh anterin ke rumah, Mbok,'' ucap Anya.
"Baik, Non,'' balas Mbok Mirah.
''Makasih ya, Mbok,'' ucap Anya sebelum akhirnya melangkah menuju ruang tengah.
''Sama-sama, Non,'' balas Mbok Mirah.
Kini Anya sedang bingung mencari sebuah film, drama, ataupun series yang cocok.
''Persetan dengan cinta. Yang ada bulshit semua,'' umpat Anya lebih seperti sedang menggerutu karena banyak menemukan genre romance.
''Persetan sama bucin, mending nonton setan-setan aja,'' ucapnya dengan semangat ketika mendapati film horor yang sinopsisnya cukup menarik baginya.
Anya pun memulai film tersebut, apalagi di depannya kini sudah terpampang sebuah meja yang penuh dengan makanan yang ia pesan tadi.
''Mbok, ayo nonton bareng!" seru Anya menolehkan kepalanya ke belakang.
''Kerjaan Mbok masih banyak, nanti Mbok nyusul kalo udah selesai ya, Non," jawab Mbok Mirah.
''Oke, Mbok,'' sedikit kecewa, tapi Anya memakluminya.