
Anya kini tengah berada di ruangan khusus di studio dan kebetulan hari ini ada rapat mingguan yang biasanya akan membahas banyak hal.
''Jadi kita ada project baru buat Sweetzz,'' ucap Alex, pria berkepala tiga yang menjadi pendiri Day Dance.
Anya dan anggota lainnya yang hadir langsung bertepuk tangan senang karena akan ada project baru.
Anya dan ketiga anggota Sweetzz langsung saling bertatapan.
''Yes, ini akan menjadi debut Anya, Gumi, Kiran dan Angel secara resmi dengan Sweetzz. So, terutama untuk para senior dan rekan-rekan lainnya berkenan buat ikut mendukung dan menyemangati mereka,'' lanjut Alex.
Seketika para anggota yang hadir langsung mengalihkan pandangan mereka kepada member Sweetzz.
''Jadi kan minggu depan blackpink bakalan comeback, kita udah rencanain Sweetzz buat cover mereka.'' jelas Alex.
Seketika satu ruangan langsung tampak riuh. Fangirl dan fanboy langsung berteriak histeris mendengar grup idol mereka disebut.
Anya juga tak kalah senang seperti yang lain. Apalagi dirinya juga sangat menyukai blackpink.
Gumi mengangkat tangan kanannya ingin bertanya, dan dipersilakan oleh Alex.
''Kak, nanti kita cover full dance atau cover mv?" ucap Gumi mengeluarkan pertanyaannya.
''Nah, gue jadi inget nih. Kali ini cover kita bakalan beda, yaitu kita bakal full cover mereka. Mulai dari mv, mv koreografi, sama dance practice. Jadi kali ini kita semua juga bakalan ikut terlebat untuk kerja keras project ini.'' jawab Alex.
Anya sudah tidak bisa berkata-kata lagi. Bahkan mulutnya menganga hingga ia tutupi dengan kedua telapak tangannya.
Ia merasa ini bukan project yang main-main. Dan, dirinya harus bisa melakukan yang terbaik!
''Bagaimana, ada pertanyaan lagi?"
Semuanya terdiam dan saling menatap satu sama lain.
''Kalau ga ada, lanjut latihan mandiri. Buat tim project tetep stay di sini, dan yang lain silakan buat latihan di studio.'' ucap Alex memberi perintah dengan sangat jelas.
''Jangan lupa buat tetep pemanasan! PEMANASAN ITU SANGAT PENTING!!'' ujar Alex pada kalimat terakhir yang sengaja ia stabilo biar langsung jelas.
Semuanya pun langsung menyesuaikan dengan kegiatan masing-masing dengan cepat.
Begitupun dengan Anya dan member Sweetzz lainnya. Mereka bersama ke studio untuk latihan.
Teman-teman yang lain pun memberikan selamat pada mereka yang akan memulai project untuk debut mereka sebagai Sweetzz.
Mendapat project besar seperti ini membuat Anya membayangkan dirinya seperti akan debut menjadi idol.
Namun kini mimpi tersebut harus ia kubur dalam-dalam dan hanya bisa ia angan-angan.
Bisa tetap di sini saja dirinya sangat merasa senang. Semoga lama kelamaan keluarganya bisa merestuinya untuk tetap melakukan hobinya ini.
Saat jam latihan hampir selesai, Alex dan tim project keluar dari ruangan.
''Sweetzz, gue pengin liat kalian dance beberapa lagu blackpink yang kalian tahu koreonya. Part chorus-chorusnya aja sama dance break deh.'' ucap Alex.
Sweetzz pun saling bertatapan kembali. Sepertinya semua koreografi lagu blackpink mereka tau, walaupun hanga bagian chorusnya. Apalagi di bagian itulah letak daya tarik dari musik blackpink.
''Mau lagu apa dulu, Kak?" tanya Anya untuk mempersiapkan lagunya.
Alex tampak berpikir sebentar. ''Emm, coba yang As If It's Your Last dulu deh,''
Anya dan member lain pun menyanggupi lagu tersebut yang sudah mereka dengar beribu kali mungkin.
Mereka pun berbaris dengan pola garis lurus.
Musik pun terputar. Member Sweetz mulai menggerakkan anggota tubuh mereka sesuai dengan koreo lagu ini.
Jika dilihat secara umum, mereka sudah cukup kompak. Namun, detail gerakan masih sangat kurang. Hal-hal kecil seperti bagaimana posisi tubuh mereka.
Semuanya bertepuk tangan ketika musik selesai diputar.
''Boombayah!!!!!" pinta mereka pada Alex.
Musik terputar, dan Sweetzz pun sudah sangat bersiap untuk bergerak dengan musik ini. Bahkan sepertinya ini lebih memuaskan.
''Ddu du ddu du!!!''
''How You Like That!!!"
"Playing With Fire!!!"
"Kill This Love!!!"
Dan berakhir lah mereka setelah menampilkan enam lagu. Sebenarnya Alex sudah cukup dengan tiga lagu, namun permintaan teman-teman yang lain membuat mereka melakukannya.
''Cukup ya latihan hari ini, kalian boleh balik ke rumah atau mungkin yang mau bermalam di studio. Silahkan untuk istirahat,'' ucap Alex lalu pergi.
Anya beristirahat sebentar sembari menunggu keringat di tubuhnya kering.
Beberapa temannya ada yang masih beristirahat sepertinya, dan ada juga yang sudah berkemas untuk pulang atau mungkin ke suatu tempat untuk urusan mereka.
Kebanyakan dari mereka adalah kalangan pelajar, ada juga beberapa mahasiswa dan mahasiswi. Dan senior-senior mayoritas sudah bekerja di bidang mereka masing-masing yang berbeda-beda. Awalnya mereka bergabung pun saat masih sekolah. Dan Alez sebagi pelopornya.
''Gimana? Lo jadi ngedate?" tanya Kiran berniat menggoda Anya.
Anya pun reflek langsung membungkam mulut Kiran dengan telapak tangannya karena menanyakannya ketika suasana masih sangat ramai banyak orang.
''Jangan keras-keras, anjir,'' ucap Anya sembari melepaskan tangannya dari Kiran.
''Sorry, Nya. Gue lupa,'' ujar Kiran.
Anya pun tak mempermasalahkannya lagi dan memilih untuk kembali duduk dengan tembok studio menjadi sandaran.
Setelah merasa keringatnya sudah kering, Anya pun segera mandi. Ia merasa tak mungkin jika dirinya pergi dengan tubuh yang lengket oleh keringat.
Saat selesai mandi, keadaan studio sudah cukup sepi. Namun masih ada beberapa orang yang menghabiskan waktu mereka di sini.
Anya kini mengganti pakaiannya dengan celana jeans pendek dan top tanpa lengan. Dan ditambah dengan outer hitam transparan yang diikat dibagian kedua ujung baju.
''Rey udah di depan,'' bisik Gumi tepat di telinga Anya.
Anya pun segera merapikan penampilannya. Setelah itu barulah dirinya keluar.
Ketiga temannya pun ikut keluar mengantarkan Anya sekaligus mereka juga akan pulanv ke rumah masing-masing.
''Udah lama Rey?" tanya Anya setelah dirinya masuk ke dalam mobil.
''Belum sih,'' jawab Rey.
Mobil pun dijalankan. Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di sebuah club. Hanya sekitar tiga puluh menit.
Keadaan sudah cukup ramai. Ini adalah pertama kalinya Anya menginjakkan kaki ke tempat seperti ini.
Rey mengajakku untuk masuk ke dalam, namun aku tak berkutik sedikit pun
Rey yang menyadari tentang kondisiku pun langsung melingkarkan tangannya di pinggangku dan menuntunku untuk masuk ke dalam.
"Rey, gue ngga pede," ucap Anya sambil menatap wajah Rey yang terlihat tampan dari biasanya.
"Ada gue di sini," ucap Rey sambil menarik pinggang Anya sehingga kini kami lebih dekat.
Anya menarik nafas dalam lalu membuangnya. Selanjutnya ia mengangguk sebagai isyarat jika sudah siap masuk ke dalam.
Bahkan mereka sekarang sudah berada di dalam. Anya kini sudah bisa mendengar dentuman musik yang sangat memekikkan telinga disertai bau alkohol sangat tercium di tempat ini.
''Ke sebelah sana yuk, ada temen-temen gue,'' ajak Rey sambil menunjuk ke salah satu sudut ruang.
Anya pun hanya mengangguk menyetujui ajakan Rey.