
Hp ku bergetar, ku ambil hp ku yang berada di kantong bajuku ku lihat isi pesan masuk dari Reyza
" Sayang nanti kamu pulang sekolah mampir ke rumah aku yah ? "
Aku berhenti sejenak dari perjalanku menuju sekolah, ku balas pesan dari Reyza
" Besok aja yah sayang, aku hari ini ada kegiatan Osis "
" Yah tapi gimana sayang, hari ini Wela ultah loh "
" Yah Maaf sayang tapi kali ini aku ngak bisa kerumah kamu, soalnya ketua Osis marah kalau aku ngak datang-datang di kegiatan ini "
" Oh yaudah sayang ngak apa-apa hehe "
" Iya sayang ngakpapa kok "
" Kamu marah yah? " Jawabku
" Ngak kok yaudah kamu sekolah yang bener yah sayang "
" Iya sayang dah aku lanjut jalan lagi yah hehe "
" Iya sayang iloveyou "
Hari ini hari ulang tahun adiknya Reyza, aku tidak bisa datang ke acara ulang tahunnya. Aku kemudian melanjutkan perjalanku menuju sekolah, aku menoleh ke belakang dan melihat ada seorang perempuan berlari-lari, dan ternyata itu adalah Lasati.
" Nata kamu cepet banget bejalannya, aku dari tadi manggil kamu loh, kok kamu ngak denger " Suara Lasati terengah-engah
" Haha aku ngak denger Las "
" Oh iya apakah ayu sudah sampai di kelas ? "
" Entahlah aku kan naik taksi terus ngak bareng dia "
" Iya juga yah hehe "
" Iya, oh iya ngomong-ngomong kamu ngak di anter Pacar kamu gitu ? "
" Ngak dia kan jauh sekolahannya nanti dia telat loh "
" Ohgitu yah "
" Iya Nat, lah pacar kamu ngak nganter kamu yah ? "
" Ngak juga, dia ngak ada motor " Ucapku sedih
" Oh gitu yah, apakah kau menyayanginya ? "
Tanya Lasati kepadaku
" Haha kau ini, kan sudah aku bilang ke kamu waktu itu aku sangat menyayanginya "
" Terus kenapa kau selalu melihat Rendi ? "
Lasati menatapku
" Kenapa kau menanyakan itu? " Ucapku
" Ngak apa-apa sih Nat " Lasati membuang pandangannya
Kami seketika diam usai membahas tentang Rendi, Lasati membuang pandanganya ketika aku melihatnya.
Tidak terasa perjalanan kami ke sekolah sudah sampai gerbang sekolah.
" Wah tidak terasa yah Las kita udah sampai di sekolah "
" Hehe iya Nat " Lasati tersenyum memaksa
" Ohiya aku lagi deket sama Dipi loh ! " Ucap Lasati bahagia
" lah temanya Diki itu kan " Aku terkejut
" Iya Nat, hehe "
" Bukannya selama ini kamu mau deketin Diki ? "
" Iya sih, tapi kamu tau ngak rencana aku ? "
" Lah kenapa ? "
" Biar aku makin deket sama Diki haha "
" Hadehhh dasar kamu "
" Yaudah kamu masuk duluan aja yah Nat, aku mau ke kantin mau beli tisu "
" Oke "
Sesampai di kelas aku melihat Ilham dan Rebi kembali baikan, dan tertawa seperti biasanya, aku tau mereka adalah anak-anak yang konyol di kelas ini. Aku menghampiri mereka yang sedang asik tertawa.
" Hei, kalian udah baikan? "
" Apaan sih kamu ini Nat " Ucap Rebi jengkek
" Haha ngak sih, kalian lucu aja gitu bertengkar "
" Ahaha aku lucu ketika kamu ketawa loh Nat " Sahut ilham yang menahan tawa
" Lah kok aku ? "
" Iya lucu aja setiap kali kamu ketawa aku ikut ketawa hahah " Jawab Ilham
" Aku tu emosian waktu itu Nat " Sahut Rebi
" Haha kalian ini "
" Iss kau mau mati yah ! " Jawab Rebi yang ingin memukul Ilham
" Hehe ngak kok ampun-ampun "
" hahah, Ilham badan kamu masih lebam? "
" Hem ngak apa-apa kok, aku masih benci sama Bapak itu, udah gak usah bahas lagi yah nat " Ilham tidak ingin membahas pertanyaanku
" Eh itu ada guru ".
*****
Kami kembali ke tempat duduk masing-masing dan melanjutkan pelajaran kami.
" Anak-anak tidak lama lagi kita akan ulangan semester satu, Ibu harap kalian kurangin masa-masa bolos sekolah, dan belajar dengan sunguh-sunguh yah ! "
" Baik Buuuu "
" Oh iya, Nata kan bendahara di kelas kita Ibu mau kalian bayar 2000 untuk ngefotocopy lembar kisi-kisi untu ujian nanti yah ! "
" Siap Bu "
" Nata nanti setelah pelajaran Ibu selesai, kamu kumpulin uang yah dan langsung temui Ibu di kantor "
" Iya Buuu "
" Sekarang kalian buka buku halaman tiga puluh ! "
*****
Dua jam lamanya kami belajar Matematika akhirnya jam pelajaran selesai dan akan di lanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia, sebelum guru Bahasa Indonesia datang, aku langsung menagih uang untuk memfoto copy kisi-kisi soal ulangan.
" Ayo-ayo bayar ! " Ucapku
" Yah Nat, nanti aku ngak jajan loh " Sahut Wahyu
" Terus ? " Ucapku
" Yah kasihani lah aku Nat ! "
" Masa bodoh, ayo bayar ! "
" Jahat hemm " sahut Wahyu
" Ini bukan untuk aku loh, kan kalian udah denger sendiri kan ? "
" Iya Nat, bercanda "
Setelah selesai menagih uang itu, aku kemudian langsung ke kantor dan menyerahkan uang itu ke Guru Matematika. Sesampai di kantor aku melihat Rendi menyerahkan uang juga ke Guru Matematika, Aku dan Rendi saling menatap.
" Hei kalian berdua Pacaran yah ? " Sahut Guru menatap kami berdua
" Ngak kok " Kami berdua saling menjawab
" Hadeh anak jaman sekarang kompak banget menjawab hehe " Ucap Bu Guru sambil menghitung uang
" Ngak kok bu, aku aja ngak kenal sama dia ! " Jawab Rendi
" Ih siapa juga yang mau kenal kamu ! "
" Ih siapa juga yang mau sama kamu ! " Rendi menjawabku dan membuang pandangannya
" Hahaha anak muda jaman sekarang yah Bu, nanti benci tapi cinta loh haha " Sahut Pak guru lainya
" Apaan sih Pak " Ucapku dengan malu
" Yaudah kalian langsung masuk ke kelas masing - masing yah ! "
" Baik Buuu " Ucap kami kompak
Kami berjalan ber iring-iringan, Rendi berjalan di depanku, dan aku berjalan di belakangnya.
" Hei, anak segila kamu bisa jadi ketua kelas ? " Ucapku
" Haha kamu penasaran yah? "
" Ngak kok, aku cuma nanya aja ! "
" Haha iya dong aku kan siswa teladan dan di sayang sama Wali kelas " Ucap Rendi yang mendekatiku
" Ih ngak salah? Pasti dia kasian sama kamu karena kamu bocah gila ! "
" Haha tapi kamu juga menyukaiku kan? "
" Kamu tau kan, kamu sudah ngenali aku ke teman kecil kamu? terus aku menyukainya, dan sekarang aku bahagia! "
Rendi terdiam, dan aku berjalan menuju kelasku, tiba - tiba Vera keluar bersama kedua temannya, dan melihat ada Rendi di belakangku.
" Nanti say, tunggu yah " Vera berbicara dengan kedua temannya, Vera menghampiri Rendi dan menatapku dengan sinis.
" Sayang kamu kok disini, terus sama dia? "
Aku tidak menghiraukan omongan Vera dan langsung memasuki kelasku.
" Ngak sayang aku tadi lagi memberikan uang ke Guru matematika untuk memfoto copy kisi-kisi ulangan nanti ! "
" Oh gituuu, yaudah kamu masuk kelas yah, ingat jangan bolos ! "
" Baik sayang hehe "
Vera kemudian meninggalkan Rendi dan pergi ke wc bersama kedua temannya, kemudian Rendi melanjutkan perjalanannya menuju kelasnya, Rendi melihatku ketika aku melihatnya dari kaca .
Rendi membuang pandangannya seolah - olah dia tidak melihatku. Aku kemudian melanjutkan pelajaran jam ketiga sampai menunggu waktu istirahat tiba.