
3Rendi menyukaiku sejak aku pertama masuk SMA, dia selalu mengirimiku pesan, selalu mengintip kelasku dari jendela. Namun cintanya ku tolak sejak saat itu dia menjauhiku dan mengenaliku ke teman kecilnya yaitu Reyza.
Rendi tidak begitu tampan, tapi setiap kali Rendi berpakaian Rendi terlihat menarik dengan celana sekolah abu-abu di pensil dan baju yang di keluarin, Rendi tidak pernah membawa tas, dia selalu membolos di saat jam pelajaran.
Bahkan waktu pertama kami bertemu rendi yang menggenali Reyza denganku . Aku bertemu dengannya sejak aku mengikuti kegiatan OSIS, Rendi dan Reyza menungguku di halaman sekolah.
Kemudian Rendi menggenaliku bersama Reyza, Reyza malu ketika bertemu denganku dan hanya tersenyum.
Aku duduk di antara geng Vera pacarnya Rendi sekarang, bahkan Rendi bilang ke Vera aku adalah pacarnya Rendi, waktu itu Reyza duduk jauh dariku, Rendi selalu memanggilku dengan kata beb.
Vera membenciku karena aku selalu di kelilingi laki-laki tampan, dan Vera hanya bisa menggoda laki-laki tampan itulah bedanya aku dan Vera.
Aku cukup populer di sekolahanku, aku menggunakan rok abu-abu sebatas dengkul, rambut panjang ombre,menggunakan sepatu hitam biru dan menggunakan kaos kaki favoritku yaitu hitam.
*****
" Kringgg... Kringgg... Kringgg... "
Bel berbunyi waktu pelajaran di mulai, ku lihat dari kaca Rendi sedang membonceng Vera, Rendi yang sedang memarkirkan motornya dengan segera mengandengkan tanganya Vera.
" Ya ampun itu Vera dengan Rendi romantis amat yak ! " Ucap salah satu teman Vera
" Iya jadi pengen " Sahut temanya Vera
Kemudian Vera melangkah masuk ke kelasku " Assalamuallaikum Bu, maaf yah telat tadi kesiangan hehe "
" Pacaran aja sih kamu ini " Sahut Bu guru
" Ahaha Ibu bisa aja " Kemudian Vera menatapku dengan menggulung-gulung rambutnya yang ikal-ikal itu
Aku menatapnya kembali, lalu Vera membuang pandanganya. Tiba-tiba Wita mengirimiku pesan yang berisi " Nat aku mau ngomong sama kamu " Aku membuka pesan secara diam-diam
" Dih ini anak mau ngapain sih " Jawabku
" Nat kau kenal sama Vera ? " Jawabnya
" Vera anak mana " Balasku lagi
" Anak sekolahan kamu Nat ! " Wita terus membalas pesanku
" Oh ada apa? " Jawabku masih kesal kerena masalah waktu itu
" Kau tau Nat, Vera sekarang pacaran dengan Rendi yah ! "
" Iya kenapa? "
" Ya ampun laki-laki itu, dia bilang dia suka sama aku, dia bilang mau balikan sama aku nat "
" Udah deh kamu kan cantik, mending lupain aja, emang kamu tau sama Vera? "
" Ya jelas tau, Vera itu teman sekolahku pas masih SMP dulu "
" Oh begitu yah ! " Jawabku singkat
" Aku minta maaf Nat jika waktu itu aku ganggui kamu, aku kira itu ponselnya Rendi. Maaf yah aku menyesalinya "
" Iya ngapapa kok " Balasku
" Kamu mau ngak jadi teman aku "
Tiba-tiba Wita yang pernah berantem denganku memintaku untuk menjadi temanya, aku tau Wita dia mendekatiku karena alasan agar dia mengetahui sesuatu tentang Rendi dariku.
Lalu aku menjawab aku mau menjadi temanya, di saat itulah Wita sering mengomentari akun Facebookku dan sering curhat melalui pesan SMS.
Bel berbunyi tanda pelajaran selesai, kami segera membersihkan alat tulis kami yang berserakan di meja, lalu kami pulang ke rumah masing-masing. Reyza mengirimiku pesan " Hati-hati sayang pulang sekolahnya yah, ingat jangan nakal, aku mencintaimu selamanya "
Aku tersenyum melihat isi pesan yang dia kirim, dan ku balas pesan singkatnya itu
" Aku mencintaimu kembali bebku sayang "
" Nanti malam aku kerumah yah ! " Reyza membalas pesanku
" Iya sayang"
*****
Hari berganti gelap malam telah tiba, bintang-bintang berkelap-kelip di malam hari, aku melihat Reyza datang dengan motor maticnya. Reyza tidak lupa membawakan aku kue kacang hijau kesukaanku dan dua kantong bakso.
" Aw makasih sayang " Aku memeluknya dengan manja
" Hehe ini buat kamu, dan bakso buat Ibu dan Ayah sayang yah " Reyza menyodorkan kantong makanan yang dia bawa
" Iya sayang, kamu repot-repot bawain makanan, aku ngak pernah bawain makanan untuk kamu "
" Ngak usah aku aja yang bawain untuk kamu yah " Reyza menggekus rambutku
" Iya sayang hehe "
Kami berdua menatap langit yang gelap, yang disinari oleh bintang-bintang berkelip, Reyza menggengam tanganku dan kulihat matanya yang tulus mencintaiku.
" Sayang kamu tau ngak kenapa aku selalu mencintaimu? " Reyza menatapku
" Karena mereka selalu ingin memilikimu, tetapi hatimu hanya untukku "
" Haha ya ampun sayang kamu ini "
Kemudian Reyza mencium keningku
" Sayang jika suatu saat nanti kita tidak akan bersama lagi,apakah kau masih tetap mencintaiku "
Aku terdiam ketika Reyza mengatakan hal itu, ku lepaskan tangan yang digengam olehnya.
" Kenapa? kau ingin mengakhiri semuanya? " Ucapku dengan kesal
" Ngak sayang, aku hanya ingin tau apa jawabanmu "
Aku hanya diam kau pasti tau bahwa air mata wanita itu mewakili semua perasaan ketika hati tidak bisa terungkap lagi.
" Aku menyayangimu, aku tidak bisa seceria ini jika tanpa kamu "
Reyza memelukku
" Maafkan aku sayang, aku hanya ingin tau seberapa cinta kamu sama aku "
" Aku mencintaimu melebihi segalanya Za,aku mohon kamu jangan pergi dari aku "
" Hehe iya sayang "
Hari sudah malam, Reyza berpamitan untuk pulang, Reyza mencium tanganku dan mengucapkan Selamat malam dan mengucapkan salam.
Lalu Reyza pulang kerumahnya, di saat Reza pulang kerumah aku mengiriminya pesan yang berisi " Hati-hati di jalan sayang I love you "
Ke esokan harinya Reyza mengirimiku pesan dia meminta ku pulang sekolah bermain ke rumahnya, dan bertemu ibunya. " Ketemu ibu kamu ? " Jawabku
" Iya sayang ada yang ingin dia katakan untukmu "
" Oh oke sayang, nanti pulang sekolah yah "
" Iya sayangku "
*****
Aku telah sampai di sekolah, tidak ada guru di kelasku semua anak di kelas bermain-main dan berteriak-teriak, kulihat anak laki-laki yang ada di belakangku sedang berkelahi dengan teman di sampingnya.
" Sudahlah aku bilang berhenti ! "
" Kenapa? kamu ngak setuju ? "
" Ayo kita pergi ke belakang kelas, kita satu lawan satu "
Kemudian aku menoleh ke arah mereka, ku balik kursiku menghadap mereka berdua.
" Haha, kenapa kalian berdua ? " Ucapku
Mereka terdiam dan melihatku dengan kompak dan berkata
" Dia yang mulai "
" Kalian kembar ? " Ucapku
" Ayo kita pergi ke belakang kelas " Ucap Rebi, Ilham hanya terdiam saat Rebi ingin mengajak berkelahi di belakang sekolah, kemudian aku memisahkan mereka berdua.
" Haha kalian ini lucu sekali ! " Ucapku
" Apanya yang lucu kau ini Nat " Rebi membentakku
Ilham masih terdiam, aku masih tertawa-tawa di depan mereka. Rebi yang melihatku tertawa langsung meninggalkan kursi yang mereka duduki, dan Ilham masih berada di depanku.
" Kenapa dengan dia Am? " Jawabku
" Entahlah, aku tidak sengaja menginjak kakinya tadinya kami tertawa-tawa setelah aku menginjak kakinya dia marah " Ilham menjelaskan semuanya
" Hahah " Aku tertawa
" Kamu kenapa, ketika melihatku selalu tertawa? jangan-jangan " Ilham tersenyum
" Haha jangan-jangan apa? " Aku tertawa
" Hei kau kenapa senyum-senyum " Ilham bertanya-tanya
" Haha ngakpapa kok kamu lucu ! "
" Kamu aneh, jangan-jangan kamu gila ya ? " Jawab Ilham dingin
" Apa kau bilang ? "
Aku memukul kepala Ilham dengan menggunakan buku yang ku gulung, Ilhampun berlari ke luar.