My memories with you

My memories with you
#20



" Baik Bu "


Waktu Ulangan jam pertama telah selesai, kami di perbolehkan untuk istirahat. Semua anak mengumpulkan kertas ulangan ke depan, Vera memberiku kode untuk segera menemuinya di wc sekolah.


Kulihat Vera berjalan terlebih dahulu, aku menghampiri Vera. Ku lihat Vera bersandar di belakang dinding sekolah.


" Ada apa? " Aku mendekati Vera


" Apa kamu mencintai Rendi? " Ucap Vera dengan mata memerah


" Apa? " Aku sungguh tidak tau apa yang Vera bicarakan


" Udah jelasin aja sekarang ! " Tanpa basa basi Vera memintaku untuk menjawab pertanyaannya


" Hah, maaf sebelumnya aku tidak pernah ingin merebut Rendi ke kamu ! " Aku menghela nafasku


" Tapi tadi udah jelaskan Nat, Rendi mencintaimu ! " Vera menangis


" Ver aku memang membencimu, tapi kau harus tau aku sudah mempunyai pacar dan aku juga mencintainya. Kenapa aku harus bersama Rendi? Oh aku tau kau hanya percaya perkataan yang dia ucap tadi ! "


Ucapku, Aku sungguh tidak bermaksud untuk mendekati Rendi


" Tapi kau sudah jelaskan Nat, kau jelaskan bahwa Rendi menyebut nama kau tadi " Vera menangis terseduh-seduh


" Ver, lupakan saja Rendi. Dia tidak baik untukmu, lebih baik kau melupakannya ! " Aku memegang bahu Vera


" Kenapa? Apa kau mau memutuskan hubunganmu bersama pacarmu, lalu kau ingin menerima Rendi ? " Vera terus menanggis


" Haha mana mungkin aku memutuskan pacarku, kau tau Vera semalam Rendi kerumah aku, kau tau Rendi bersama siapa? " Aku mencoba untuk menjelaskan semuanya ke Vera, agar Vera tidak salah paham karena ku


" Kau ingin memanas-manaskan aku kan !, Ini yang kau inginkan? " Vera membentakku


" Kau bisa ngak bicarakan ini semua baik-baik, kau telah di permainkan oleh Rendi. Kau tanya ke Rendi siapa Dini yang bersamanya semalam. Aku kasian padamu Ver " Aku tersenyum, Aku mencoba untuk menahan emosiku


" Dini? Maksudmu " Ucap Vera


" Kau tau semalam Rendi kerumahku bersama wanita yang bernama Dini, dia meminjam motor pacarku untuk pergi jalan-jalan bersama Dini. dan anehnya lagi sampai jam dua belas malam Rendi belum pulang-pulang "


" Serius Nat ! " Vera menghapus air matanya


" Serius, dan kau tau kau sudah di bohongi olehnya. Kau mempercayai perkataan Rendi yang mencintaiku tadi, haha dia pandai sekali dalam berbohong "


Vera hanya terdiam melihatku menjelaskan semuanya tentang kebohongan yang selama ini Rendi simpan.


" Kau boleh saja Ver membenciku, tapi kau harus ingat aku tidak akan menggambil bekas pacarmu ! "


Vera hanya terdiam


" Kau masih ingin mencintainya? " Ucapku


" Tapi Nat aku masih mencintainya, aku tidak bisa bila aku harus kehilanganya " Vera menangis kembali


" Haha yaudah kalau kau ngak percaya perkataanku, udah kan ngak ada yang harus di bicarakan lagi kan? Aku lapar ! " Aku meninggalkan Vera


Ku lihat Vera menghapus air matanya, dan merapikan rambutnya. Aku tau Vera akan menyembunyikan kesedihannya kepada teman-temannya.


Aku berjalan menuju kantin, ku kihat Rendi menungguku di samping kelas sepuluh satu.


" Nat aku ingin bicara? " Rendi menarik tanganku


" Aw sakit Ren ! " Aku mencoba untuk melepaskan tangan Rendi


" Kesini dulu Ver ! " Rendi terus menarik ku ke belakang gedung olahraga


" Apa? " Ucapku


" Aku cinta kamu ! " Rendi mengungkapkan perasaannya kepadaku


" Kau gila ! " Aku membentak Rendi


" Iya aku gila, aku ngelampiaskan semuanya ke Vera Nat ! Aku cemburu kau bersama Reyza, aku mohon Nat kau terima cintaku ! " Rendi memegang tanganku


" Maaf aku tidak bisa Ren, kau sudah gila. Kau tega menghianati sahabatmu sendiri ! "


" Kenapa kau cinta Reyza? Sementara aku juga mencintaimu ! "


" Karena reyza tidak pernah menyakiti wanita ! Kau tau itu ! " Aku pergi meninggalkan Rendi


" Nat tunggu dulu Nat ! " Rendi mengejarku lalu di halangi oleh Vera


" Ren aku mau bicara ! " Ucap Vera yang menghalangi Rendi


" Apa ? " Bentak Rendi


" Kita putus ! " Vera menangis


.


*****


Bel berbunyi, semua anak berjalan menuju kelasnya masing-masing untuk melanjutkan ulangan. Kami mengisi soal yang diberikan oleh pengawas. Aku tidak konsentrasi aku masih terbayang dengan perkataan Rendi tadi, aku tidak tau apa yang ada di pikiran Rendi. Sedangkan aku sudah menjadi pacar Reyza temannya sendiri.


******


Ulangan telah selesai, kami bersiap-siap untuk pulang. Sepeti biasa aku pulang bersama Lasati dan Ayu, teman baikku. Kami berjalan menuju gerbang sekolah. dan sepertu biasanya juga anak laki-laki berkumpul di depan gerbang sekolah. Ku lihat Rendi mendekatiku, aku menghindar dari Rendi.


" Sudah aku mau pulang ! " Ku bentak Rendi yang menghalangiku berjalan. Rendi berhenti menghalangiku, dan semua anak laki-laki teman nongkrongnya Rendi melihat kami berdua, kemudian Rendi menjauhiku.


" Cie ternyata beneran yah ternyata Rendi mencintaimu Nat ! " Ucap Lasati yang melirikku, aku hanya terdiam.


" Lah jadi dia putus yah sama Vera cabe itu " Ayu menatapku


" Entah " Jawabku


" Lah buktinya aja tadi, dia mendekatimu ahhh romantisnya... " Sahut Lasati


" Hah apaan, kalian tau kan aku sudah punya pacar, dia aja yang gila menurutku "


" Ternyata kau bisa membuat Rendi tergila gila Nat haha " Ayu tertawa


" Ternyata kau membuat Rendi luluh, aw Nataku aku kan iri " Lasati mencubit pipiku


" Berhenti dengan omong kosong kalian, ayok panasni jalannya cepetan dikit " Aku berjalan dengan cepat


" Ahhh Nata tunggu " Lasari dan Ayu berlari


****


" Bye aku pulang dulu yah Las " Aku melambaikan tanganku ke Lasati yang masih berada di dalam taksi


" Bye Nat " Lasati membalas lambaianku


Sesampai di rumah aku mengirimi pesan ke Reyza.


" Sayang aku udah pulang "


" Iya sayang, aku lagi ikut teman ni kerja " Reyza membalas pesanku


" Kerja apa sayang? " Balasku


" Bantuin teman dan bapaknya nyemen jalan yang, nanti aku balas yah aku kerja dulu. Kamu jangan nakal, jangan lupa makan terus belajar " Balasnya


" Iya sayang semangat yah "


" Iya sayang I love you " Balas Reyza


" I love you to "


Setelah mengirimi pesan ke r


Reyza aku duduk bersama Ibuku di ruang tamu, ku putar lagu kesukaanku yaitu lagu demeises dengarlah bintang hatiku.


Aku sangat menyukai lagu itu, Ibuku tersenyum kepadaku. Ibuku menceritakan tentang dia masih muda dulu, Ibu juga menceritakan bagaimana dia kenal Ayahku.


" Kau tau Nat, Ibu dulu tidak pernah pacaran " Ibuku tersenyum kepadaku


" Terus gimana Ibu bisa menikah dengan Ayah? " Aku menatap mata Ibuku


" Yah Ayah kamu dulu itu mantan preman, semua orang takut padanya. Kau tau Nat orang-orang di depan ini dulu pada takut sama Ayahmu, sekarang aja dia udah ngak takut dulunya jadi anak buah Ayahmu semua mereka " Ibuku tertawa


" Haha masa sih Bu ! " Aku tertawa mendengarkan Ibuku bercerita tentang masa mudanya


" Iya dulu kau tau ngak, Ayahmu itu ngejar-ngejar Ibu terus. Ibu ngak mau loh sama dia, tapi dia sering ngikutin Ibu. Jadi, Ibu takut makanya Ibu mau sama Ayahmu " Ibuku tertawa


" Haha benarkah Bu? " Aku meminum teh hangat yang Ibu buat


" Iya benar, Ibu waktu itu takut sama Ayahmu. Eh ngak taunya jodoh Nat, kita ngak tau jodoh kita itu siapa "


Aku hanya terdiam melihat Ibuku bercerita.


" Dulu ngak kayak sekarang Nat, dulu pas mau malem mingguan ramai di jalananan . Dulu kan ngak ada kendaraan jadi pas mau malam mingguan kita jalan kaki, nonton bioskop "


" Bioskop? " Aku terheran


" Iya dulu bioskopnya layar tancap, dulu ramai loh dari mana-mana orang datang Nat "


" Haha iyakah Bu, lucu yah " Aku terus membayangkan bagaimana kisah Ibukku dulu yang di cintai oleh Ayahku


" Hehe iya Nat " Ibuku tersenyum malu