My memories with you

My memories with you
#2 Lika-Liku Cinta



Suara jangkrik makin terdengar, suasana rumah semakin sunyi dan hening, tidurlah yang akan menjadi solusi untuk menghapus semua masalahmu.


Di dalam suatu hubungan akan ada kata permasalahan, tidak ada hubungan yang akan berjalan dengan mulus, permasalahanya akan selesai dengan bertindak dengan sabar dan tidak gegabah dan yang terpenting berdoa.


" Aku pacarnya Reyza, kamu siapa? "


 


Aku semakin kesal saat perempuan itu mengaku sebagai pacarnya Reyza, dadaku semakin sesak.


Air mataku semakin bercucuran, cinta yang kujalani dengan penuh kasih sayang hancur karena perselingkuhan.


 


" Aku Hanata, aku sudah berpacaran selama enam bulan ! " Aku membalas pesan ke perempuan itu.


" Haha gak mungkin, jelas-jelas dia bilang kalau dia gak punya pacar ! Sekarang kamu tinggalin Reyza ! " Perempuan itu membalas pesanku


" Kamu yang harus tinggalin Reyza dasar murahan ! "


" Hei ! Beraninya kau bilang aku murahan kau gak tau siapa Wita di SMA Bina Tiga ! "


" Kau juga gak tau siapa aku di SMA ku, sudahlah SMA Bina gak ada apa-apanya, lebih baik kau yang jauhin Reyza ! " Aku membalas pesan itu dengan penuh emosi.


Lalu ku salin pesan yang dikirimkan perempuan itu, untuk mengirimkan pesan itu ke Reyza.


" Jelasin maksud ini ! "


Ponselku bergetar pesanku di balas oleh Reyza, ku buka satu pesan darinya, setelah aku membuka pesan, Reyza menelponku dan menjelaskan kalau dia tidak tau apa-apa.


Reyza mencoba untuk meminta waktu untuk menjelaskan semuanya, Aku mencoba untuk mendengar penjelasanya.


" Kamu mau jelasin apa? Udah terbuktikan kamu selingkuh ******** "


" Ngak Nat ! Dia itu bohong ponselku waktu itu di pinjam Rendi, bisa jadi itu pacarnya Rendi "


" Aku mau balas pesan Wita dulu ! "


" Sebenarnya Siapa nama pacar kamu itu? " Balasku


" Rendi Muhammad "


Aku heran kenapa Wita bisa menyebutkan nama Rendy, sebelumnya dia bilang Reyza lah pacarnya.


Aku kembali meminta penjelasan ke Reyza, Reyza terus menyangkal kalau dia tidak tau sama sekali tentang perempuan itu, aku langsung mematikan ponselku, aku mencoba untuk melupakan kejadian ini.


*****


" Kukuruyukkkkkk..."


Pagi telah tiba, aku mencium aroma masakan nasi goreng yang sangat harum yang tercium oleh hidungku membuat perutku semakin lapar. Aku segera duduk di hadapan nasi gorenh yang Ibu buat di atas meja, aku langsung menyantap makanan yang telah di hidangkan oleh Ibuku tersayang.


Setelah makan makanan yang Ibuku buat aku segera menyiapkan tas dan buku, lalu pergi ke sekolah.


" Duhh mana sih taksi, kok gak ada ! " Aku mengaruk-garuk kepala ku yang sudah terkena sinar matahari yang mulai terasa hangat.


" Sial sudah jam delapan lagi ! " Aku melihat jam tangan


Taksi sudah tiba, aku menaiki taksi yang berhenti di depanku. Taksi itu di penuhi dengan anak SMA Bina, mereka melihat baju batik SMA ku, tidak heran mereka melihatku seperti itu, karena SMA ku terkenal dengan anak didik yang berandal.


Sebenarnya tergantung dari di kita masing-masing, mau berandal atau tidak itu tergantung dari diri masing-masing, jangan salahkan sekolahan karena sekolahan tidak tau apa-apa.


Aku masa bodoh mereka menilaiku bagaimana, jika dia tidak suka tinggal bicara di depan mata.


******


Tiga puluh menit kemudian


" Akhirnya sampai juga di gerbang sekolahan"


Aku melihat anak-anak masih berkeliaran di warung depan gerbang sekolah, aku melihat Rendi yang tertawa terbahak-bahak.


Rendi juga melihatku dan membuangkan pandangannya, aku langsung masuk ke kelasku.


" Eh belum ada guru ternyata "


Aku tersenyum dengan anak yang duduk di bangku paling depan, anak itupun tersenyum melihatku, aku langsung duduk di bangkuku.


" Hei Nat ! Nama kamu Hanata kan? " Ucap anak yang berada di bangku depanku.


" Iya kenapa? Nama kamu siapa? " Aku tersenyum padanya


" Aku Lasati, aku sering lihat kamu pulang ke jalan Jadisukakan ? "


" Lah kok kamu tau ! "


" Iyaalah aku kan pulang ke Batuair "


" Oh kalau gitu kita searah ya hehe "


" Hehe iya, nanti kita bertiga pulang barang yah!" Lasati tersenyum


" Lah kok bertiga, emang satunya siapa ? " Ucapku


" Itu yang duduk di paling depan namanya Ayu, dia pulang ke Mastanah "


" Oh ya okee, nanti tunggu aku yah ! "


" Okee"


Lasati adalah teman sekelasku yang berada di depan barisan tempat dudukku, Lasati suka memegang rambutnya dan suka mentrakktir teman yang ada sedang dekat dia. Dia juga suka sama anak di kelasku, anak yang dia suka lumayan tampan, tapi sayang cinta dia bertepuk sebelah tangan.


" Oh iya Nat, ada temanku yang mau nanyain kamu ! "


" Aku ? " Aku menunjuk diriku sendiri


" Iya, namanya Wita SMA Bina "


" Oh anak itu, kenapa emangnya? "


" Hehe gak kok dia cuma mau nanya, Hanata itu anaknya gimana, terus katanya dia berandal perempuan"


" Bilang aja ke dia, aku penakut ! "


Ternyata Lasati bukan untuk berkenalan denganku, ada maksud lain yang tertuju untuk mengetahui lebih dalam tentangku.


" Rendi ngapain dia memakai sweter segala "


" Woi teman-teman guru kita ngak masuk ni ! "


" horeeeee... " Semua anak bergembira ketika jam pelajaran kosong


Aku berpikir untuk bertemu dengan Rendi di kelasnya.


" Apa aku tanya aja yah sama Rendi? "


Kakiku melangkah ke kelasnya Rendi, semua anak di kelasnya melihat ke arahku, bahkan ada yang berbisik-bisik membicarakan aku.


" Ren aku mau ngomong ! " Rendi tidak memperdulikan aku dan sibuk bermain ponsel sambil mendengarkan lagu yang dia putar.


Aku kesal dengan sifatnya yang masa bodoh itu ku tarik handset yang ada di telinganya


" Kamu tau ngak aku ngomong disini ! "


Semua anak di kelasnya menatapku lagi


" Apaan si kamu ini ! "


" Aku bilang pacar kamu Wita SMS di ponselnya Reyza ! "


" Dia bukan pacar aku ! " Rendi kembali memasukan handset ketelinganya


" Oh baik aku akan bilang ke dia kalau kamu gak kenal dia ! "


Aku pergi meninggalkan kelasnya, aku sungguh kesal, malu semua perasaan jadi satu Ya Tuhan apa yang aku pikirkan, semua tentang Reyza aku hanya takut untuk kehilangan Reyza.


*****


Dua jam kemudian.


Suara bel berbunyi tanda istirahat telah tiba, suara siswa-siswa berlarian ke kantin. Aku memasuki kelasku dan membereskan buku-buku yang tergeletak di atas mejaku.


" Trias tolong izini aku di jam ke enam yah, aku mau pulang ! " Aku menggambil tasku


" Oke "


" Mau kemana Hanata? " Lasati menghadangiku


"Mau pulang, mau ikut gak? "


" Oh ga duluan aja ! "


" Ikut Hanata " ucap Ayu


" Haha serius kamu mau pulang?" Jawabku


Ayu bersiap-siap membersihkan meja yang berhamburan bekas makanan yang dia makan.


" Iya aku serius ! "


" Cepetan, nanti ketemu pak penggaris loh ! "


" Ayok kita bolos haha "


Kami berdua berlarian dari pintu gerbang sekolah, tidak ada guru yang melihat kami berdua. Sesampai di depan pintu gerbang sekolah Rendi melihatku, salah satu teman Rendi memanggilku.


" Hanata kamu mau kemana? " Ucap Bayu


" Mau pulang "


" Mau pulang? Bolos yah hahaha "


Anak Laki-laki yang berada di warung depan gerbang sekolah itu menertawakan kami yang ingin bolos. Rendipun ikut tertawa.


" Iya aku mau bolos, kamu mau gak Bayu antarin aku ke lorong jalan depan itu? "


" Bonceng tiga? "


" Iya gak papa deh "


" Okee "


Bayu Meminjam motor teman tongkrongannya dan segera mengantarkan kami berdua, aku duduk di belakang sekali, dan Ayu duduk di tengah dengan pose duduk perempuan.


Sesampai di jalan aku tidak lupa untuk berterima kasih dengan Bayu yang baik denganku dan sudah mengantarkan kami berdua untuk pulang, walau hanya sebatas depan lorong jalan raya.


*****


Aku berjalan menuju rumah Reyza di lorong jalan menuju rumah Reyza yang lumayan sangat jauh, gersang, debu bertebaran, sunguh polusi yang sangat buruk. Aku mencoba untuk menutup hidungku dengan tisu yang aku gengam.


Sesampai di depan rumah Reyza, aku mengirimi pesan terlebih dahulu ke Reyza bahwa aku telah sampai di belakang rumahnya.


Reyza memintaku untuk langsung masuk ke rumahnya, tetapi aku tidak mau karna aku sangat ragu bahkan ini baru pertama kalinya aku kerumah laki-laki.


Aku cukup lama berdiri di belakang rumah Reyza, entah karena malu atau takut aku tidak memberanikan diri untuk memasuki rumahnya.


Ku terus menunggu Reyza agar dia menemuiku dengan segera mungkin tetapi dia tidak menghampiri aku di belakang rumahnya.


Hariku terasa semakin kesal, banyak kejadian yang membuatku terasa jengkel ke semua orang termasuk Reyza, karena Reyza belum menghampiriku.


" Kamu beneran ngak mau temui aku? " Aku mengirimi Reyza pesan


Reyza kemudian keluar dari rumahnya dengan segera Reyza memintaku untuk masuk ke dalam rumahnya.


 


Aku berjalan ke pintu depan rumah Reyza, setiba di depan pintu gerbangnya aku melihat seorang wanita tua berambut pendek duduk di depan pintunya dan berkata


" Kamu siapa? " Ibu itu menatapku


Aku takut karna aku tidak mengenali wanita itu, aku menjawab dengan gugup bahwa namaku Hanata.


" Selamat siang Bu... Aku Hanata temanya Reyza " Aku tersenyum gugup ketika aku menjawab pertanyaan Ibu itu.


" Ngapain kamu kerumah Reyza, emang kamu siapanya Reyza ? "


Hatiku cemas, rasanya aku ingin putar balik lalu pergi dari rumah Reyza. Aku berbicara di dalam hati


" Reyza cepat temui aku di luar, aku takut ketika melihat Ibumu yang belum aku kenal dan menatapku dengan sangat seram "