My memories with you

My memories with you
# Eps 6



Hari-hariku menyenangkan, aku bertemu kedua sahabat baruku, bisa menggenal keluarganya dan masih tetap ada di sisinya.


Hari ini aku akan pergi ke sekolah,seperti biasa aku belajar dengan baik dan bertemu ke dua teman baruku.hubunganku dengan kedua teman baruku semakin dekat, aku sering bermain dan cerita-cerita bersama Ayu dan Lasati.


" Selamat pagi Nata " Sahut Lasati


" Eh kamu selamat pagi kembali hehe " Aku tersenyum


" Woi Nata kau sudah buat pr belum ? " Ucap ayu


" Lah ada pr kah ? "


" Ada dong... " Ucap Lasati


" Wah aku ga tau aku lupa, nyontek donggg " Ucapku


" Aduh kebiasaan, pasti Pacaran aja yah " Lasati meledekku


" Eh Lasati udah berani dengan aku ? " Aku


" Hehe ngak kok bercanda " Balas Lasati yang tersenyum


" Haha aku juga bercanda kok " Aku tertawa


" Ini Nat tapi ga tau yah, benar atau ngak " Lasati meminjamkan buku PRnya


" Wah makasih Lasatu sayang haha " Aku memeluk Lasati


" Hihh ngerayu " Ayu tertawa


" Eh cemburu yah Ayu ? Ngak kok aku sayang kalian berdua hehe " Ucapku


Bel berbunyi waktu tanda belajar di mulai, aku melihat ke kaca yang berada di samping tempatku duduk, aku melihat di luar ada Rendi yang sedang kena hukum oleh Guru BK. Rendi melihatku dari luar aku membuang pandanganku, aku tau Rendi masih menyimpan rasa padaku, setiap kali aku berjalan Rendi pasti melihatku.


Aku melanjutkan pelajaranku dan Rendi melanjutkan hukumannya, aku mendengar rombongan geng yang sering membuat keheboan di kelasku sedang membicarakan Rendi.


Rendi lagi dekat dengan salah satu geng Anak bertiga itu, ternyata Rendi mendekati Vera anak yang sok cantik di kelasku. Vera melihat ke arahku, entahlah apa yang mereka bicarakan, aku melihat ke arah Vera dan Vera tertawa-tawa bersama kedua temannya.


*****


Bel kembali berbunyi waktunya istirahat tiba, ketika aku mau ke kantin Rendi menghalangku di depan pintu, ternyata dia menemui Vera, kemudian kedua teman Vera pergi ke kantin, tinggalah Vera bersama Rendi di dalam kelas.


Aku melanjutkan pergi ke kantin, Rendi melihatku lagi ketika aku pergi ke kantin. Setelah aku selesai ke kantin aku membawa ciki-ciki di tanganku, aku melihat Rendi yang sedang melihatku kemudian Rendi membuang pandangannya lagi, aku duduk di belakang mereka yang berkelang tiga barisan kursi.


kemudian Vera memanggil Rendi dengan kata sayang dan memegang kedua tangan Rendi.


" Sayang ayolah kita berfoto berdua, nanti ku jadiin pp ku " Ucap Vera dengan manja


Rendi menolehku kebelakang, aku pura-pura tidak mendengarkan perkataan mereka berdua.


" Baiklah sayangku " Kemudian Rendi memeluk badan Vera, Rendi yang ku kenal sejak pertama kali bertemu kini berubah menjadi musuhku aku membencinya.


Waktu pertama kali bertemu Rendi memintaku untuk menjadi pacarnya, bahkan sekarang dia putus dengan Wita cewek yang mengajakku berkelahi sampai aku salah paham sama Reyza akhirnya mereka berdua putus. Dan kemudian mendekati salah satu perempuan yang ada di kelasku, entah perasaan apa yang aku alami.


Aku merasakan cemburu, aku tau Rendi hanya ingin membuatku cemburu, beberapa kali dia menoleh ke arahku sambil menggengam tangan Vera. Walaupun aku mempunyai Pacar dari teman kecil Rendi tapi Rendi seolah-olah ingin membuatku cemburu.


" Sayang aku cinta kamu sayang, aku ingin kamu menjadi Ibu dari Anak-anakku nanti "


Rendi merayu Vera


Aku yang sedang meminum Lea-lea kemudian terbatuk-batuk mendengarkan perkataan Rendi.


" Uhuk...Uhukkk...uwekkkkk..." Aku kemudian keselakan ketika aku mendengarkan perkataan mereka berdua.


Aku segera pergi keluar agar tidak muntah di dalam kelas, dari luar kelas aku tertawa terbahak-bahak sepertinya mereka berdua mendengarkanku.


Kemudian aku masuk kembali dan menendang kaleng minuman tafan, mereka berdua terkejut dan Vera membentaku


" Duh keluar aja deh kamu menggangu aja "


" Ih siapa juga yang menggangu kalian, yang ada aku ingin muntah wkwk " Aku tertawa


" Yaudah sayang aku kembali ke kelas dulu yah, dah sayangku aku mencintaimu " Rendi meninggalkan kelasku


" Haha ya ampun dasar alay "


Aku kembali menertawakan mereka berdua. Vera mendekatiku dan mendorongku


" Maksud kamu apa? "


Aku terjatuh ke lantai, aku mencoba untuk berdiri dan mendorongnya seperti dia yang mendorongku.


" Kamu yang apa-apaan, kamu pikir kamu hebat gitu? Oh kamu anak orang kaya ? aku ga takut sama sekali " Ucapku


" Kurang ajar, kamu cemburukan lihat aku dekat sama Rendi " Vera membentakku


" Cemburu? Sejak pertama masuk sekolah aku kenal sama dia, kemudian Rendi menyatakan cintanya ke aku ! aku menolaknya ! ambil kalau kau mau, aku sudah mempunyai Pacar "


Vera mencoba untuk mendorongku kembali, aku menghindar dorongannya kemudian ku tarik rambut Vera yang panjang dan ikal.


" Kau mau mendorongku? kau pikir aku tidak tau bagaimana cara berkelahi ! " Ucapku


Kemudian ku lihat Guru BK melihatku dari kejauhan dan mencoba untuk berjalan menuju kelasku.


" Hei kalian berdua apa yang kalian lakukan ? "


Kemudian Vera melaporkan aku ke Guru BK


" Nata pak ngajak ribut ! "


" Bohong pak aku hanya keselakan, tiba-tiba dia yang mendorongku duluan, lalu ku balas pak " Ucapku


" Kamu duluan yang mulai " Bentak Vera


" Kamu ! " Bentakku


" Sudah-sudah ! nanti kalau kalian bertengkar lagi nanti bapak catat nama kalian di buku hitam ! " Sahut Guru BK


" Jangan pak " Jawab Vera


" Makanya jangan buat onar di sekolahan kita"


" Baik pak " Ucap kami berdua


Guru BK meninggalkan kelas kami, dan pergi menuju kantor.


" Heh dasar cabe " Ucap Vera kepadaku


" Ihhh "


Aku kembali menendang kursi anak-anak


******


Waktu menunjukan pukul sebelas kami kembali belajar, aku kemudian di panggil Rini anak sekelas Rendi.


" Permisi buu, aku dimintai oleh guru BK untuk memanggil Nata ke kantor "


" Aku ? " Jawabku heran


" Iya kamu, ayo ke kantor " Rini menggandeng tanganku


Setiba di kantor aku bertanya ke pada Guru BK tentang masalah apa lagi yang ku perbuat.


" Ada apa pak? "


" Ngakpapa, ini kan hari jum'at Bapak ingin kamu meminta uang kas dari kelas ke kelas ! "


" Ya ampun aku? " Aku menjukan diriku sendiri


" Iya kamu dengan Rini mewakilkan kelas sepuluh, setiap hari jum'at kalian jangan lupa meminta uang kas dari seluruh kelas "


" Baik pak " Jawab Rini


" Kalau udah tau ini kotaknya mintain uang kas keseluruh kelas, dan tujuannya nanti kalau ada orang yang meninggal kita bagiin lewat uang kas ini ! mengerti ? " Ucap Guru


" Iya pak " Jawab kami berdua


" Ya ampun Rini, kamu tau ga aku malu " Aku menutup mukaku


" Eh emang kamu aja yang malu, aku juga tau "


" Heh dasar ! " Ucapku


" Yaudah kita turutin aja "


Aku dan Rini menjadi wakil di setiap hari jum'at untuk meminta uang kas jum'atan,


kami memasuki kelas dua belas terdahulu.


" Assalamuallaikum, kami adalah anak kelas sepuluh diminta untuk meminta uang kas yang bertujuan untuk pembagian uang jika ada yang sakit dan yang meninggal kita bisa gunain uang ini, dengan sukarela kami memohon sumbangannya " Ucap kami berdua yang berdiri di hadapan Seseluruh Siswa


" Yah uangku abis "


" Piwittt "


" Hallo sayang, sini sini "


" Terima kasih atas sumbanganya semoga bermanfaat untuk kita semua, kami berdua pamit wasalamuallaikum "


" walaikumsayang, eh salah walaikum salam haha" Sahut anak Laki-laki


Kami kembali melanjutkan meminta uang kas jumat'an dari kelas ke kelas, kemudian ke kelas Rendi kulihat Rendi tidak ada di kelas dan bukunya tidak ada juga, sepertinya dia bolos lagi.