My memories with you

My memories with you
#23



Aku menatap mata Reyza, Reyza hanya tertunduk ketika mendengarkan omongan Rendi, Reyza hanya tersenyum ketika di perlakukan seperti itu oleh Rendi.


Aku juga tidak tau, mengapa Rendi senekat itu hanya karena soal perasaan dia rela kehilangan teman dari pada cinta.


" Udah sayang jangan hiraukan dia " Aku menggengam tangan Reyza


" Iya sayang, apa aku berlebihan datang ke sekolahmu dan memakai baju sekolah seperti ini? Padahal, aku udah berhenti sekolah "


Reyza terlihat sangat sedih, aku tidak mau Reyza kecewa. Aku terus menyemangati Reyza aku bilang ke Reyza bahwa dia masih sangat cocok jadi anak SMA, yah walaupun tidak mungkin Reyza kembali menjadi anak SMA lagi.


" Ya udah sayang kamu duduk di samping aku yah, tenang aja kok Class Meeting ini ngak ada satpamnya jadi kamu bisa masuk kapanpun di sekolah ini " Aku menatap wajah Reyza dan tersenyum


" Baiklah sayang, duh kamu keringatan sini aku bersihkan " Reyza mengambil tissu Ayu yang terletak di atas tas Ayu


" Heh " Aku tersenyum


Reyza kemudian membersihkan keringatku yang bercucuran di wajahku, Rendi melihat Reyza yang membersihkan keringatku lalu Rendi melanjutkan pertandingan bola. Aku hanya bisa tersenyum ketika Reyza memperlakukan aku dengan romantis di hadapan publik.


Reyza tidak mau kalah dari Rendi, namun Reyza bermain secara halus tanpa melontarkan kata yang menyakitkan hati Rendi.


Kemudian aku melanjutkan tugasku sebagai anggota OSIS, aku menjalankan semua tugas yang diberi oleh Ketua OSIS. Semua pertandingan berjalan dengan lancar.


" Ahh... Kenapa aku berada di dalam situasi begini ! " Aku mengerutu di dalam hatiku, Sungguh aku tidak tau bahwa akan terjadi perselisihan antara Reyza dan Rendi


" Nat pertandingan telah selesai, ini bagaimana? " Ayu menyulurkan kertas yang berisi skor atas pertandingan bola yang telah berjalan dengan lancar


" Hem ini sudah selesai yah? " Aku menggambil kertas yang di berikan oleh Ayu


" Iya itu sudah selesai Nat ! " Jawab Ayu


" Baiklah, kita kumpul ke Ketua OSIS kalau begitu " Ucapku


" Ayo Nat kita ke lapangan ! Kan di lapangan ada Ketua OSIS " Sahut Ayu


" Bentar, sayang aku ke lapangan sebentar yah kamu tungguin aku di sini yah " Aku meminta Reyza menungguku di halaman parkir


" Baiklah Nat, nanti kamu temuin aku aja disini yah sayang " Balas Reyza


" Iya sayang " Aku bersama Ayu langsung menemui Ketua OSIS


" Ini Zal laporan pemenang pertandingan sepak bola tadi " Aku memberikan kertas laporan pertandingan ke Rizal ketua OSIS


" Ini selesai yah, baiklah kalian mau pulang boleh ! Kan pertandingan udah selesai juga " Sahut Rizal


" Oke kita pulang yah ! Oh ya bagaima dengan Lasati? " Ucapku yang bertanya ke Rizal


" Oh iya, Lasati masih harus menyelesaikan semua kegiatan ini dengan yang lain Nat " Sahut Rizal


" Yaudah kamu pulang aja duluan Nat, aku pulang nunggu Lasati aja disini hehe. Kasian tuh sama Reyza dia udah nungguin kamu lama ! " Sahut Ayu


" Beneran kamu ngak apa-apa? Atau gini Yu kamu ikut Reyza dulu, Nanti setelah di persimpangan jalan kamu berhenti ! " Ucapku


" Ah ngak usah Nat, cepetan kamu pulang aja nanti Reyza marah loh sama kamu ! " Ucap Ayu


" Yaudah aku duluan yah ! " Ucapku ke Ayu


" Iya hati-hati yah Nat ! "Sahut Ayu


" Baiklah bye " Aku melambaikan tanganku ke Ayu


Aku berjalan menuju parkiran untuk menemui Reyza, aku melihat di samping Reyza ada Rendi dan Vera. Aku melihat Vera tersenyum-senyum di hadapan Reyza, aku cemburu ketika Vera mendekati Reyza.


" Ayo sayang kita pulang ! " Aku menatap wajah Vera


" Eh Nata kok cepat amat pulang ! Ayo duduk dulu sama kita di sini ! " Sahit Vera tersenyum


" Ngak kita banyak kerjaan nih, kan kamu udah di temani oleh Rendi hehe " Balasku


" Hem yaudah tuh banyak anak laki-laki nongkrong di warung depan, kamu bisa kok cari pacar di sana ! " Ucapku jutek


" Haha Nata ni kenapa yah? " Vera bertanya-tanya kepadaku kenapa sikapku seperti itu kepadanya


" Haha Ngak apa-apa kok ! " Jawabku


Reyza dan Rendi kemudian melihatku, Kemudian Reyza langsung berdiri dari tempat duduknya.


" Ya udah aku pulang dulu yah Ren ! " Ucap Reyza


" Iya hati-hati yah Za ! " Sahut Rendi


" Iya, ayo sayang kita pulang " Reyza menggandeng tanganku


" Baik sayang ! " Aku bersikap manja di depan hadapan Rendi dan Vera


Kami berjalan menuju parkiran motor Reyza yang berada di warung depan gerbang, aku menunggu Reyza di pinggir jalan. Reyza kemudian menghampiriku dan memintaku untuk menaiki motornya


" Ayok sayang naik ! " Ucap Reyza


" Iya kamu kenapa bersama Vera di parkiran tadi? " Ucapku jutek


" Aku ngak tau sayang beneran, kan waktu kamu pergi Rendi mendekatiku. Eh muncul anak yang bernama Vera itu, kemudian mendekati Rendi nah tu anak melihat aku terus, emang dia siapa sih? " Ucap Reyza


" Kenapa kamu suka? " Aku membentak Reyza


" Kamu kenapa sih cemburuan terus ! " Sahut Reyza


" Ya wajarlah cemburu, namanya aja perempuan ! " Ucapku kesal


" Ya ngak, maksud aku kenapa sih kamu bersikap begini kepadaku? Marah-marah ngak jelas. Kamu cemburu? " Reyza tersenyum


" Ngak ! " Aku melepaskan pelukanku di atas motor reyza


" Pegangan nanti jatuh ! " Reyza menarik ulur tanganku kembali


" Aku ngak mau peluk ! " Aku membentak Reyza lagi


" Kamu ini selalu ngeyel kapan kamu dewasanya sih Nat ! " Reyza membentakku


" Aku ngak suka kamu dekat-dekat sama Vera ! " Sungguh aku sangat kesal karena Reyza mendekati Vera


" Ya ampun, aku kenal aja ngak ! Walaupun lumayan sih Vera itu tapi kan aku udah punya kamu " Reyza mencoba untuk menenangkan aku


" Iya tapi nanti kamu mau jemput aku, terus Vera mendekati kamu lagi gimana? Arghhh... " Aku menyubit tubuh Reyza


" Aw... Sakit tau Nat ! "


" Bodoh aku ngak peduli ! " Aku mencubit-cubit badan Reyza


" Ya udah aku janji ngak bakal dekati siapapun kecuali teman laki-laki ! "


" Yakin ? " Aku berhenti mencubit Reyza


" Iya sayang, jangan gitu lagi yah ! Aku tau kok kamu mencintai aku dengan tulus makanya kamu bersikap begitu hehe " Reyza tertawa


" Aku benci sama Vera, kamu tau kan bahwa Vera itu membenciku? " Ucapku


" Iya aku tau sayang, yaudah kita mau kemana? Mau jalan atau mau pulang kerumahku atau kita kerumahku aja? " Reyza bertanya-tanya kepadaku


" Terserah ! " Balasku singkat


" Ah jangan gitu sayang, aku beneran janji ngak bakal nyakitin kamu kok, aku ngak bakal buat kamu cemburu " Reyza meyakinkan aku kembali


" Gitu yah kalau jadi lelaki itu gampang banget, dia ngak ngerasa kalau pacarnya cemburu dia ngak mau tau gimana sih hatinya perempuan itu ! " Aku kembali kesal