
" Ngak tau ! "
" Haha kamu lucu deh, karena ngak semua anak yang berengsek itu ngak bisa ngebahagiain orang yang dia cintai. Akan ada kisah romantis dibalik kisa hidup yang menyedihkan, itulah aku yakan? " Reyza menatap mataku
" Haha, kamu bisa aja ngegombal "
" Apasih yang ngak buat bidadariku "
" Hehe kamu ini ih "
" Tapi kamu sayangkan? " Reyza menatap mataku
" Banget malahan hehe "
" Tetap gini yah sayang, walaupun ku tau kau orangnya ngak bisa di kerasin. Tapi aku bersyukur mempunyai wanita sepertimu, kau enak sayang mempunyai seorang Ayah, sedangkan aku? Ayah ngak ada, bahkan putus sekolah lagi "
Aku terdiam ketika melihat Reyza mempunyai hati yang lembut, di balik penampilannya. Semua tetanggaku mengira Reyza bukan anak yang baik, tapi mereka tidak tau bahwa Reyza yang bersamaku adalah anak yang sangat baik.
" Kau tau sayang, kau bisa merasakan kasih sayang dari seorang Ayah. Tetapi aku ngak ngerasain gimana kasih sayang seorang Ayah, kadang aku bahagia ketika berada disini. Ayahmu baik kepadaku, kau tau sayang sepulang dari rumahmu? Aku merasakan keheningan. Ibuku mencari nafkah untukku dan keluargaku, sedangkan aku anak laki-laki belum mempunyai pekerjaan " Aku melihat mata Reyza memerah, aku bisa membayangkan betapa sedihnya Reyza
" Hem udah ah cerita yang lain aja " Ucapku
" Ngak kamu harus tau gimana susahnya kehidupan aku Nat, Ayahku rela meninggalkan aku dan Ibukku demi perempuan gila ! "
" Dia ngak pernah pulang? " Ucapku
" Ngak, aku ngak tau gimana kabarnya "
" Kamu sih kenapa izinkan Ayahmu untuk nikah lagi? "
" Aku masih kecil bodoh " Reyza tersenyum melihatku
" Kamu yang bodoh gila ! " Aku cemberut
" Haha ngak cintaku pinter kok " Reyza memelukku
" Kamu tau sayang sejak itu aku ngak tau gimana kasih sayang seorang Ayah, aku mau pulang atau ngak, ngak ada yang ngelarangku. dan ngak ada yang bakal peduli juga ke aku " Reyza melanjutkan pembicaraannya
" Udah ah ngak usah jelasin gitu ! "
" Kenapa? " Ucap Reyza
" Aku ngak kuat mendengarkannya ! "
" Aku bisa lega dengan mengungkapkan semua keluh kesahku Nat, aku ingin kamu jadi pendengar yang baik untukku. Aku janji suatu saat kita punya anak, aku akan mencintainya dan menyayanginya " Reyza terus menatapku
" Janji juga ngak akan pernah punya Istri dua yah? " Ucapku
" Haha iya sayang duh pacarku ini " Reyza memelukku
" Sayang kamu mau makan ngak? " Ucapku
" Ngak ah sayang aku udah kenyang, asataga !!! " Reyza menepuk kepalanya
" Kenapa? "
" Aku lupa bawaiin kamu makanan sayang malam ini, duh gimana untuk calon mertuaku dia ngak makan apa-apa dong ! "
" Ya ampun sayang, aku udah bilang ngak usah bawa apa-apa kok "
" Besok aku kesini lagi, kamu besok mau minta beliin apa? "
" Aku ngak mau "
" Bakso, bakso bakar, model, pempek, martabak, roti bakar atau jajan? "
" Ngak mau semua " Ucapku
" Yaudah besok aku beliin kamu bakso bakar aja yah, ada yang enak loh di persimpangan asri bakso bakarnya"
" Ngak usah sayang, lebih baik kamu beliin buat Ibu kamu. Aku ngak pernah bawain apa-apa buat Ibu dan Adikmu ! "
" Kamu kan cewek ngak pantes tau bawaiin buat laki-laki hehe "
" Ah sayanggggg " Aku memeluk Reyza, ku cium aroma baju Reyza yang wangi berbau Greentea
" Hehe aku sangat mencintaimu sayang " Reyza mencium kepalaku
" Aku juga sayang "
" Ohiya sayang, Rendi kemana yah? Udah jam sepuluh lewat tapi Rendi ngak datang-datang, ah anak itu ! " Reyza melihat jam tangannya
" Ngak tau sayang, coba telpon " Aku melepaskan pelukanku
" Ngak aktif sayang, ah brengs*k itu ! "
" Kamu sih percaya aja sama dia ! " Reyza mencoba untuk menghubunggi Rendi
" Dia kan teman kecilku sayang, ah gimana ini tunggu bentar yah sayang aku tungguin jam sebelas nanti, kalau dia ngak datang aku jalan kaki aja "
" Ngak usah sayang tungguin sampe jam dua belas aja "
" Yah gimana lagi, kamu sih mau ajak dia kesini! "
" Iya sayang dia yang mau ikut, katanya dia mau ketemu pacarnya "
" Padahal pacarnya Vera loh haha " Aku tertawa
" Haha biarin aja sayang, yang terpenting aku jauh beda dengan Rendi kan? "
" Yaiyalah manis kamu, ganteng ke kamu, lah dia kayak kutu babon aja sok cakep "
" Haha jangan terlalu jujur sayang "
" Iya beneran loh ! "
" Tapi dia mencintaimu sayang! " Reyza menatapku
" Itu kan sebelum kamu kenalan sama aku "
" Tapi tetap aja dia mempunyai rasa ke kamu, dan sampai sekarangpun rasa itu ke kamu masih ada. "
" Kamu sok tau " Ucapku
" Beneran, andaikan waktu itu aku menolak dia untuk mengenalimu. Mungkin kita ngak bakal ketemu beb, kamu jarang keluar. Kamu hanya bandel di kelasmu yakan? "
" Iya ternyata allah itu baik ya sayang, dia hampiri jodoh aku yang baik juga. dan mencintai aku seperti kamu mencintai Ibumu"
Aku mengenggam tangan Reyza dengan kuat
" Iya sayang, alhamdulilah aku ngak pernah loh sebahagia ini. Dulu aku juga mempunyai mantan beb, tapi ngak tau aku lebih mencintai kamu "
" Apaan sih manggil beb beb mulu ! "
" Haha kan kamu bebek aku " Reyza mencubit hidungku.
" Ah sayang jahat ! "
" Hehe ngak apa-apa sayang, aku mau manggil kamu bebek, cinta sayang atau mau di panggil mama dari anak-anakku nanti? "
" Ahhhh mauuu... " ucapku tertawa
" Haha iya mama cantik "
" Heheh, sayang ini udah jam setengah dua belas sayang gimana? " Aku melihat jam di tangan Reyza
" Ah anak itu mau ku pukul kepalanya ! "
" Haha pukul aja sialan itu "
" Iya aku ngak bakal main-main kali ini sayang beneran akan ku pukul kepalanya! "
" Haha iya sayang "
Waktu semakin berjalan, dan waktu menunjukan pukul dua belas tepat. Rendi belum datang menghampiri reyza yang ada di rumahku.
" Yaudah sayang kamu masuk aja, aku mau pulang, bilang aja kalau Ayah kamu udah pulang aku datang kesini hari ini yah hehe "
" Siap, tapi kamu pulang gimana? "
" Aku jalan kaki aja " Reyza memakai jaketnya
" Yah tapi aku takut ntar kamu kenapa-napa di jalan sayang ! "
" Ngak sayang, aku juga ngak punya uang ini ada uang dua puluh. Kamu mau ngak? " Reyza mengeluarkan dompetnya
" Ngak pegang aja, hati-hati yah di jalan sayang ! "
" Iya, assalamualaikum sayang " Reyza mencium tanganku
" Walaikumsalam sayang "
Tidak lama kemudian Ayahku pulang dari pasar, Ayahku menggambil barang dari pasar induk yang bukanya malam hari.
" Nat, Reyza kenapa jalan kaki? "
" Iya Yah tadi motornya di pinjem sama temannya. Tetapi temannya ngak pulang pulang sampai jam dua belas ini "
" Yaudah bawa masuk ni barang, Ayah mau antarin dia pulang "
" Ngak usah yah, dia jalan kaki aja katanya ! "
" Jalan kaki malam-malam begini, kau bagaimana sih " Ayahku pergi mengejar Reyza.
Aku menunggu Ayahku pulang ke rumah.
*****
Jam menunjukan pukul dua belas lewat empat puluh, Ayah baru pulang.
" Gimana Yah ketemu? "