My memories with you

My memories with you
#19



Ayahku memasuki rumah, sedangkan Ibuku tertidur pulas.


" Wah cepat sekali pacarmu itu berjalan Nat "


" Maksud Ayah? "


" Iya waktu Ayah mencarinya dia sudah berada di persimpangan asri Nat, kasian dia gimana pula itu temannya itu Nat? " Ayahku memasuki motor yang dia pakai


" Ngak tau Yah, temannya itu sedikit gila "


" Gila macam mana kau ini ! "


" Haha ngak maksud aku yah tau sendiri lah anak-anak muda jaman sekarang Yah ! "


" Hehe iya yah Nat, kasian dia itu. Kau tau ternyata Ayahnya itu teman Ayah waktu masih muda Nat ! "


" Iya Yah aku tau "


" Gimana Ayahnya tidak pulang pulang kah? "


" Tidak yah dia memilih untuk hidup bersama Anaknya dan Istri keduanya "


" Iya Ayah mendukungmu, tetapi kau tau mencari pekerjaan susah untuk anak yang putus sekolah Nat ! "


" Iya Ayah aku tau, Tapi Reyza anak yang rajin Ayah. Ayah tau dia waktu itu bekerja bangunan, ikut orang menyemen jalan, dia rela kok bekerja apapun demi aku. Ayah tau? Reyza tidak mau kerumah tanpa membawa apapun. Ayah aku mohon biarkan aku bersamanya "


" Haha iya udah terserah kamu aja yah sayang, tapi Ayah juga tau dia Anak yang baik untuk kamu "


" Makasih Ayahku "


" Yaudah kamu cuci kaki, dan tidur besok mau ulangan "


" Siap kapten "


Aku melanjutkan tidurku, karena besok aku harus bertempur untuk ulangan nanti. Aku menerima pesan yang belum aku buka karena tidur pulasku.


" Kamu ini sayang aku udah bilang aku lebih baik jalan kaki, dari pada nyusahin Ayah kamu, makasih bilangin Ayah. Aku udah ngerepotin banget hehe, ayah mertuaku "


" Selamat tidur bebekku "


******


" Kukuruyukkkkk " Hari sudah menunjukan pagi aku sudah bersiap untuk pergi ke sekolah, sesampai di depan lorong sekolahku. Aku di ajak Reza yang berhenti di depanku, Reza membawa motor besarnya


" Hai Nat, kita ketemu lagi hehe " Reza berhenti di depanku


" Hei Za, kamu baru mau pergi juga yah hehe "


" Iya Nat ayo bareng aku aja "


" Ah ngak usah, nanti cewek cewek yang suka sama kamu iri loh ke aku haha "


" Haha iri kenapa? aku kan ngak punya banyak teman, ayo naik ! "


" Oke " Aku menaiki motor Reza


Semua kakak kelasku melihatku berboncengan dengan Reza, yang memakai motor ninja yang bewarna merah. Aku merasa wanita yang paling cantik di masa itu


" Hahaha " Tiba tiba aku tertawa ketika melihat semua perempuan melihatku, betapa bahagianya aku di benci karena semua perempuan tidak menyukaiku


" Kenapa Nat, kamu kesurupan? "


" Haha ngak aku lucu aja mereka melihatku bersama kamu Za "


" Haha biarin aja Nat, kamu tau ngak aku bawa motor butut mereka ngak pernah melihatku sebagai laki-laki "


" Kamu itu ganteng kok Za, kamu udah pinter baik lagi. Kamu jangan ngomong seperti itu Za "


" Haha kamu ini " Reza hanya tertawa


Semua anak memandangiku bersama Reza, banyak anak yang berbisik-bisik ketika melihatku berboncengan dengan Reza. Yah Reza tampan bagiku, walaupun Reza sering cerita ke aku bahwa anak laki-laki di kelasnya pada nakal semua


" Oh iya Nat kamu udah jadian sama rmRendi yah? "


" Ngak kok, kenapa emangnya ? "


" Iya ku lihat dari jauh Rendi selalu memandangimu ! "


" Ngak aku jadian sama temennya Za, kebetulan namanya sama kayak kamu tapi dia pakai Y jadi Reyza "


" Yah kamu udah punya pacar yah hehe " Reza tertawa


" Yah emangnya kenapa? "


" Aku ingin memilikimu haha "


" Ahh.. sumpah aku deg degan loh Za haha " Aku tertawa


" Haha selamat yah, berati aku ngak bisa dapetin cintanya kamu "


" Hehe kenapa kamu suka ke aku? "


" Kamu itu cantik, baik, ramah dan konyol " Ucap Reza


" Hahah apaan sih kamu ini, kan banyak anak yang lebih baik dari aku ! "


" Iya Nat, kamu mau ngak jadi teman baikku "


" Yaiyalah gilak ! bahkan kita udah jadi teman dari waktu pertama kali bertemu hehe "


Kami berdua sudah sampai di gerbang sekolah, aku menunggu Reza untuk memparkirkan motornya..


" Haha ayo kita masuk Nat "


" Haha ayo ! "


" Lihat mereka melihatiku Nat, sini tangan kamu " Reza mengandeng tanganku


" Huuuuu, cuit cuit " Teriakan anak laki-laki kelas dua belas


" Huuuu " dan teriakan anak perempuan kelas dua belas


" Haha Reza kamu apaan sih, nanti cewek yang suka kamu ngak suka lagi sama kamu ! "


Aku mencoba untuk melepaskan tangan Reza yang menggandengku


" Tenang, mereka hanya melihat motorku nat bukan aku ! " Reza selalu merendahkan hati


" Kamu ngak usah merendah, kamu itu cakep Za hanya saja kamu pendiam "


" Iya aku diam, karena mereka nakal Nat "


" Iya Za haha aku juga nakal loh ! "


" Tapi kamu baik kok "


Rendi melihat aku bergandengan bersama Reza, kemudian Reza melepaskan genggaman tangannya ketika melihat Rendi menatapku


" Dah Nata cantik, kamu langsung masuk yah bye "


" Bye "


Rendi menghampiriku


" Kamu apaan gandengan sama si cupu itu? "


" Kenapa? aku cuma temenan kok ! "


"Temanan pegangan tangan gitu ! "


" Kamu kenapa Ren cemburu ? " Vera menghampiri kami berdua


" Bukan Ver, tapi Nata ini pacar sahabatku, aku ngak mau sahabatku di sakiti oleh Nata ! "


" Alah alasan, semalam kamu kemana? kenapa kamu ngak ngasih kabar ke aku? " Ucap Vera secara detail


" Aku ikut Reyza ke rumah Nata ! "


" Kerumah Nata, benar itu Nat? " Vera melihatku


" Hah iya, terus dia keluar minjem motornya pacar aku terus ditinggalin tuh sama pacar kamu. Jadi sekarang dia lebih berengsek ! "


" Aku semalam udah menjemput dia nat jam satu " Ucap Rendi


" Kamu gila, menjemput Reyza jam satu malam "


" Kamu kemana Ren semalam? " Vera membentak Rendi


" Udah kamu ngak usah urusin aku lagi ! Aku mau kita putus ! " Rendi membentak Vera


" Maksud kamu apaan Ren? " Vera menangis seketika


" Aku cinta sama Hanata ! " Ucap Rendi yang menatapku


" Lah kok aku, aku kan udah punya pacar !Ngak ver aku ngak sejahat itu, aku ngak tau apa-apa tentang ini, udah aku mau masuk ! " Aku tidak mengerti apa yang mereka katakan


" Nata aku beneran cinta ke kamu Nat, aku nyesel udah kenalin kamu ke Reyza ! " Rendi memanggilku hingga anak kelas lain, melihatku. Vera hanya terdiam melihat kelakuan Rendi, padahal Rendi melepaskan Vera hanya untuk jadian bersama Dini


" Ren jelasin ini semua, aku udah mencintai kamu Ren. Aku udah ngelepaskan semua anak yang menyukaiku Ren ! " Sahut Vera


" Udah kamu bikin malu aja ! " Rendi meninggalkan Vera


******


" Kringgg... Kringgg... Kringgg... "


Lonceng berbunyi, ulangan di mulai guru segera menghampiri kelas kami masing-masing.


" Nat nanti kita bicarakan di wc yah, antara aku dan kamu aja " Vera menghapus air matanya yang mengalir


" Oke " Aku tidak tega melihat Vera menangis walaupun Vera adalah musuhku.


Ulangan telah dimulai, kami mengisi soal-soal ujian. Ku lihat Vera yang termenung ke arah luar sekolah, Vera di tegur oleh pengawas ujian


" Hei kau kenapa sakit? " Ucap guru pengawas


" Ng... ngak kok Bu "


" Kalau ngak sakit, kerjain jangan melamun yah "


" Ngelamunin masalah cinta bu hahah " Sahut Wahyu


" Ahh apaan sih, urusin hidup loh masing-masing yah ! "


" Huuuh " Sorak anak laki-laki di kelas


" Udah kerjakan soal kalian anak-anak ! "