My memories with you

My memories with you
#21



Aku sangat bahagia mendengarkan Ibuku bercerita tentang remajanya, menikmati angin yang berhembus dan menghirup teh hangat. Tidak terasa sudah larut malam, kami kemudian memasuki rumah.


" Ayo masuk sudah malam Nak " Sahut Ibu


" Baik Bu "


Kami menutup pintu, dan memasuki kamar kami masing-masing.


" Kukuruyukkk " Suara ayam berkokok menunjukan pagi telah tiba, aku keluar dari kamar tidurku, ku lihat Ibu dan Ayahku sudah pergi bekerja membawa Adikku yang masih kecil.


Aku bersiap untuk mandi dan berangkat sekolah, Ibuku meninggalkan uang di atas meja untuk aku sekolah. Aku mengirimi Reyza pesan sebelum pergi sekolah.


" Selamat pagi sayang, aku pergi sekolah dulu yah "


Aku mengunci pintu rumahku dan berjalan menuju jalan raya untuk menunggu taksi.


Aku melihat ke belakang ada yanti yang berlari-lari untuk menemuiku


" Nat tunggu ! " Ucap Yanti yang terengah-engah, ku lihat keringat Yanti bercucuran karena telah mengejarku, padahal hari masih pagi namun keringat Yanti terus menggalir.


" Eh kamu Yan, tumben biasanya kamu di antar Kakak kamu? " Jawabku


" Haha iya dia lagi bekerja Nat, jadi aku dimintanya untuk pergi sendiri " Yanti membersihkan keringatnya


" Hem gitu yah Yan! "


" Iya Nat, oh itu taksi udah sampai kita naik yuk ? " Yanti menaiki taksi duluan


" Oke " Ucapku


" Kamu ngak di anter pacarmu Nat? " Yanti melihatku


" Ngak dia sibuk kerja Yan, lah kamu ngak di anter pacar kamu kah? " Jawabku kembali


" Ngak Nat, aku baru putus sama pacarku " Ucap Yanti dengan ekpresi sedih


" Lah kenapa? " Aku tercengang


" Nanti kita bicara di jalan yah hehe " Yanti membisiki telingaku


Yanti adalah tetanggaku rumahnya tidak begitu jauh dari rumahku, dan Yanti adalah teman sekelasnya Rendi. Dulu aku tidak menyukai Yanti karena aku berpikir Yanti adalah anak yang sombong, walaupun Yanti tetanggaku aku baru mengenalinya sejak kami masuk SMA, begitu juga Yanti kepadaku.


*****


Kami telah berhenti di depan lorong sekolah, aku melanjutkan cerita tentang Yanti.


" Oh iya kita udah di jalan ini Yan, kata kamu mau bilang kalau kamu mau cerita ke aku hehe ! "


Yanti tersenyum melihatku " Oh iya ngak tau Nat namanya aja ngak jodoh yakan, tapi biarin aja deh asal dia bahagia " Yanti kembali sedih, Aku mencoba untuk menghibur Yanti


" Oh iya Yan udah lupain aja deh, kan banyak di SMA kita anak yah bisa di bilang lumayan. dari pada anak SMA lain " Aku menatap mata Yanti.


" Iya deh nat nanti aja mikirin pacaran hehe " Yanti mencoba untuk tertawa


" Oh iya Yan, kamu inget ngak pas pertama kali kita bertemu. Kamu nyapa aku duluan, padahal kita tetangga tetapi kita ngak saling kenal hahah " Aku dan Yanti tertawa


" Haha iya yah Nat, kataku Hei ! Kamu hanya senyum haha lucu yah. Padahal rumah kita lumayan dekat, tetapi benar katamu kita ngak saling kenal "


" Iya yah aku pikir kamu itu sombong Yan, ternyata ngak yah. Kita ngak bisa nilai orang dalam penampilan hehe "


" Haha iya benar itu Nat "


Pembicaraan kami berdua membuat perjalanan kami terasa cepat, tidak terasa kami sudah tiba di depan gerbang sekolah. Aku melihat Rendi yang berada di warung depan sekolah melihatku berjalan.


" Yan kamu ngak pergi sama Kakakmu yah ? " Rendi mendekati Yanti


" Ngak Ren, ayo masuk nanti bel berbunyi loh! " Yanti berhenti di depan warung, sementara aku berjalan menuju kelasku.


Setiba di kelas Ayu menungguku di depan pintu kelas


" Nat kamu udah belajar belum? " Ayu yang berada di depan pintu menyapaku


" Hei Ayu tumben kamu udah datang? " Ucapku


" Iya Nat, ngak tau tuh ojek aku mau cepet-cepet Nat " Ayu sedang asik mengotak-atik Hpnya


" Iya Nat tumben Lasati belum datang yah? "


Ayu melirik ke kaca jendela


" Iya kenapa anak itu yah Yu? " Aku melihat ke jendela kaca terus menerus


" Apa dia terlambat, atau ngak masuk? " Ayu menatapku


" Terlambat, Ngak mungkin ngak masuk "


Aku mencoba untuk melihat ke jendela kaca lagi, tetapi ketika aku melihat ke jendela tiba-tiba Rendi berjalan dan menatapku dari luar. Aku membuang pandanganku, seolah-olah aku tidak melihat Rendi berjalan. Bagaimana bisa, Aku melihat Rendi yang selalu berjalan melihat kaca jendelaku karena kaca jendela di samping tempat dudukku transparan. Jadi, Semua orang bisa melihat ke jendela


" Ah sial anak itu kenapa harus berjalan di depan aku sih ! " Aku bersandar di dinding dan menutup mataku


Bel berbunyi, Guru memasuki ruangan kelasnya masing-masing. dan membagikan kertas ulangan seperti biasanya, kami memulai ulangan dengan membaca doa untuk kepercayaan masing-masing.


Tiba-tiba Lasati datang dengan terengah-engah, dan berjalan menuju guru pengawas.


" Assalamualaikum Bu maaf telat, aku tadi kesiangan " Lasati meminta maaf kepada guru pengawas


" Baik duduk yah ! " Ucap guru pengawas


Lasati berjalan menuju ke arah tempat duduknya, dia menatapku dengan tersenyum. Aku tertawa melihat pertama kalinya dia datang terlambat.


" Haha kenapa kau terlambat? " Aku tertawa terbahak-bahak


" Hehe aku kesiangan karena aku lagi berantem sama pacarku ! " Lasati membisiki ku


" Hei kalian berdua kenapa berisik, ini mau ulangan ! " Guru pengawas memarahi kami berdua


" Iya Pak " Jawab aku dan Lasati


Kami mengerjakan ulangan, semua anak diam suasana kelaspun terasa sunyi. Aku melihat ke jendela terasa tenang tanpa mendengar suara berisik.


Hp ku bergetar aku melihat pesan dari Rryza " Selamat pagi juga sayang, kamu semangat yah ulangannya jangan nakal yah "


Aku mencoba untuk membalas pesan dari Reyza, aku mengetik pesan di bawah meja karena di sekolahanku tidak boleh bermain hp ketika jam pelajaran apalagi dalam situasi ulangan


" Hei Nata kamu ngapain! " Pengawas melihatku


" Ngak Pak, tadi pulpen ku jatuh " Semua anak melihatku.


" Kerjain soal kamu yah, jangan nunduk terus ! "


" Baik Pak ! "


*****


Dua jam lamanya kami menggisi soal ulangan dan waktu terus berjalan, kami menggumpulkan kertas ulangan kemudian kami semua beristirahat. Semua anak pergi ke kantin, aku seperti biasa keluar terakhir kali. Aku membalas pesan Reyza dan bercerita tentang apapun yang akan di ceritakan.


" Nat kamu ngak jajan?" Ucap Lasati dan Ayu


" Ngak duluan aja, aku males untuk makan " Jawabku


" Duh kalau udah smsan sama Reyza ngak inget sama kita lagi Las, haha " Sahut Ayu yang mengandeng tangan Lasati


" Iya nih kami kan jadinya cemburu yah Yu " Mereka berdua menertawakanku


" Haha iya udah duluan aja kalian, nanti gorengan abis loh "


" Oke bye Natnat " Mereka berdua pergi ke kantin, kemudian ku lihat Rere masuk ke kelas.


" Kamu ngak makan Nat? " Rere menyapaku dengan membawa gorengan di tanganya


" Ngak aku udah kenyang " Jawabku singkat,


Aku heran kenapa Rere tidak pergi ke kantin bersama Vera dan Anggraini. Karena Rere selalu bertiga bersama Vera


" Oh kamu mau ngak? " Rere menawarkan makanannya ke aku


" Hehe ngak, terima kasih Re. Oh iya kenapa kamu ngak pergi bersama temanmu? "


" Oh ngak mereka ngak ninggalin aku " Rere tersenyum dan melanjutkan memakan gorengan yang dia pegang