My memories with you

My memories with you
#10



Waktu istirahat telah tiba, semua anak-anak berlarian ke kantin. Ayu dan Lasati mengajaku ke kantin.


" Ayok Nat kita ke kantin " Ucap Ayu yang menggandeng tangan Lasati


" Hem kalian duluan aja, aku masih kenyang "


" Oh baik "


Mereka kemudian pergi meninggalkan aku, aku sendirian di dalam kelas dan mengotak-atik hp yang ada di tanganku.


Kemudian Vera menghampiri ku bersama kedua temannya


" Kau apaan sih " Vera berada di hadapanku " Kau menyukai Rendi? " Vera melanjutkan pembicaraannya


" Kau yang apaan ! " Aku berdiri dari kursiku


" Hei Nat kau kan sudah tau Rendi sekarang punya vera ! " Sahut teman Vera


" Iya bener, dasar ganjen ! " Ucap kedua teman Vera


" Hahh aku menyukai dia ? Oh bungkus aja Rendi dan bawa pulang okeee! " Ucapku


" Kau berani-beraninya bicara seperti itu! " Vera berbicara dengan nada tinggi


" Hei Vera!, Kau pikir aku akan takut dengan kedua temanmu dan kau ! " Bentakku


" Yalah pastilah kau takut kan, di kelas kita itu teman SMP ku semua " Sahut Vera


" Jadi aku harus takut gitu? Maaf aku bukan sepecundang itu ! Kau tau, di SMP ku kau bukan lawankku, oh iya satu lagi aku gak pernah takut sama siapapun, termasuk kalian bertiga! "


" Hei Nat kau jangan sok jago yah! "


" Haha apa aku harus takut sama badanmu yang besar ini Aggraini? " Aku mendakti Anggraini


" Kau ini ! " Aggraini temanya Vera menggangkat kedua tangannya yang ingin menamparku


" Oh silakan tampar sayang ! Kau lebih penakut dari pada aku " Aku tersenyum di hadapan mereka bertiga


" Duh kok jadi seperti ini, ayok kita ke kantin aja Ver, Rin " Ucap Epti temannya Vera


" Oke baik, kalau sampai aku lihat kau mencoba untuk dekati Rendi kau akan tau akibatnya ! " Ucap Vera yang mendorongku


" Haha aku tidak takut ! " Ucapku santai


Vera dan kedua temannya pergi meninggalkan aku, aku tidak pernah takut bahkan waktu aku SMP lawannku bukan anak seperti dia, aku berkelahi dengan anak Laki-laki di kelasku. dan ingin melemparkan buku tebal ke arah anak itu namun ternyata terkena mata Bu guru yang ingin memisahkan kami berdua.


Di masa SMP aku selalu berkelahi dengan anak Laki-laki, bahkan pernah mengejar anak laki-laki yang ingin memukulku dengan sapu panjang, aku mengejarnya sampai luar pagar sekolah lalu aku menantangnya untuk berkelahi, namun anak itu terbirit-birit berlari menghindari aku.


Pada masa itu aku kelihatan sedikit tomboy dengan rambut berikat satu dan berteman dengan anak laki-laki yang konyol, bahkan pernah ada anak pindahan dari SMP kota bandung yang masuk ke kelasku dan berkata bahwa kelasku itu adalah wc kelasnya di bandung, aku ketua geng anak-anak gila di kelasku waktu SMP gila karena kekonyolan .


Kemudian kami berunding untuk memberi pelajaran ke anak pindahan itu, dan bersepakat untuk berteman dengan anak laki-laki yang baru pindah di kelasku.


Kami mulai berteman dengannya, dan meminta dia untuk bermain dengan kami, kemudian kami mengangkatnya dan meletakan anak itu ditumpukan sampah, dan juga pernah mengerjainya waktu dia ulang tahun dengan memandikannya dengan air yang tercampur air selokan, tetapi setelah itu kami meminta maaf dan berteman baik dengan anak itu, itulah aku di masa SMP.


Setelah kami memasuki masa SMA, kami saling melupakan teman-teman yang akrab denganku, ada yang sekolah di luar kota, ada yang masuk SMA negeri dan ada juga yang masuk SMK, namun cerita itu akan selalu kami kenang.


Aku hanya bisa tersenyum ketika Vera menggatakan aku takut pada dia dan ke dua temannya, padahal dia bukan tandinganku.


Walaupun aku berubah drastis dengan sedikit kalem dan sedikit centil.


*****


Jam istirahat telah berakhir, semua anak masuk ke kelas masing-masing. Tari yang duduk di sebelahku memilih untuk pindah ke belakang Vera.


" Nat, aku pindah ke belakang Vera yah, soalnya aku ngak keliatan tulisan di papan tulis ! "


Ucap Tari yang membereskan buku-bukunya


" Oke baik Tar kalau gitu "


Aku heran kenapa Tari tiba-tiba pindah ke belakang Vera, dan tertawa-tawa bersama Vera.


Aku duduk sendirian di belakang sekali, walaupun di belakangku ada Ilham dan Rebi.


Guru memasuki kelas dan seperti biasa kami melanjutkan pelajaran sampai jam terakhir.


****


" Cewek, mau Kakak anterin ngak? " Salah satu anak Laki-laki mengodaku, aku melanjutkan perjalananku namun selalu di halangi anak itu


" Aku mau pulang sendirian ! " Aku menatap mata anak itu


" Kenapa? Kakakkan cakep Dek " Jawab anak itu lagi


" Sialan ! " Aku menginjak kakinya yang menghalangiku pulang


" Kau kasar sekali " Anak itu kemudian memarahi aku, kemudian ku melihat Rendi menarik anak itu ke dalam warung bukde, aku langsung bergegas untuk pulang ke rumahku.


" Sialanan, anak bangs*t itu anak mana sih "


aku menggerutu sendirian di sepanjang jalan, kemudian aku mengabari pacarku


" Sayang, kamu dimana? " aku kemudian mengirimi pesan untuk Reyza


" Di rumah, kenapa? " Balas Reyza


" Aku mau main kerumah boleh? " Aku berjalan sambil menggirimi pesan ke Reyza


" Boleh sayang, nanti mampir aja kerumah yah ! " Balasnya


" Iya sayang ini aku lagi naik taksi, tunggu yah " Taksiku berjalan menuju rumah Reyza


" Baik sayang "


Aku telah sampai di jalan menuju rumah Reyza, aku berjalan melalui jalan depan yang jaraknya lumayan jauh dari pada jalan mas.


Aku berjalan sendiri aku bertemu temannya Reyza, aku tidak menggenalinya namun aku hanya melihat temannya itu berfoto bersama Reyza.


" Hei kau pacarnya Reyza? " Temannya menyapaku dari jalan


" Hehe iya, aku pacarnya Reyza " Ucapku tersenyum


" Kenapa mau sama Reyza, dia itu jelek mending sama kakak aja sayang hehe " Ucapnya yang tersenyum melihatku


" Hehe iya namanya cinta, oh iya aku kerumahnya dulu ya "


" Hehe iya maaf yah, aku hanya bercanda "


" Santai heheh " Jawabku


Aku sudah sampai di belakang rumahnya Reyza, aku melihat Kakak Perempuan Reyza berkumpul dengan ibunya Reyza, mereka tertawa-tawa menggobrolkan sesuatu, aku kemudian mendekati mereka dan mengucapkan salam.


" Assalamualaikum ibu Kakak " Aku menyalami tangan mereka


" Walaikumsalam eh ada Nata rupanya hehe " Jawab Ibu Reyza


" Iya Bu, Reyzanya ada? " Aku melirik ke rumahnya Reyza


" Ada Nat, dia tiduran mulu tuh " Sahut kakaknya Reyza


" Masuk aja nat, panggil aja Reyza suruh keluar " Sahut Ibunya


" Ah ngak usah Bu, biarin aja deh aku duduk dekat Ibu aja heheh " Aku kemudian duduk di samping Ibu dan Kakak Reyza


" Duh dia ini, antarin masuk Wit masak tamu ngak di ajak masuk " Ucap Ibunya lagi


" Hadeh Nata ini kok malu-malu, nanti kan pas udah mau lulus bakal jadi rumah kamu juga ini yakan Mak " Jawab Kakaknya Reyza


" Ahaha kakak ini, ah jadi malu " aku tertawa dengan wajah yang memerah


" Haha malu dia Wit " Ucap Ibunya Reyza


" Yaudah Kakak ajak masuk dulu yah Mak ?"


" Iya Wit, masuk sana dengan Kakakmu ! "


" Hehe iya Bu ah ngerepotin aja aku yah hehe " Jawabku


Aku kemudian melepaskan sepatuku dan masuk ke dalam rumahnya Reyza, aku duduk di sudut yang berada di dekat pintu rumahnya