My memories with you

My memories with you
#3 Bertemu Ibu dia



Aku melihat Ibu Reyza yang duduk dengan menggunakan pakaian bewarna hijau tua, berambut pendek ikal. Ku lihat dia menatapku dengan tatapan tajam, aku sangat takut dengan ekspresinya itu.


Dia adalah Ibu Reyza, yang selama ini membesarkan Reyza tanpa bantuan Ayahnya. Aku sedikit takut ketika bertemu Ibunya yang bertanya siapa aku, kenapa kerumahnya, ada perlu apa dan mengapa?


" Kamu siapanya reyza?"


" Hai ibu, aku temanya Reyza " Aku menjawab dengan gugup


" Kenapa kau kesini? Reyza kan Laki-Laki kau Perempuan tidak seharusnya Perempuan kerumah Laki-Laki ! " Ibu Reyza membentaku dengan tegas


" Maaf Bu aku cuma mau balikin buku" aku ambil bukuku yang tidak tertulis nama lalu aku berikan ke ibunya reyza.


" Maaf bu aku cuma mau balikin buku itu, aku pulang yah assalamualaikum" Aku menunduk dan pergi meninggalkan Ibu Reyza


" Ya " Jawabnya singkat


Aku menangis di saat itu, aku menelpon Reyza dan Aku masih tetap menunggu di belakang rumah Reyza.


" Kamu mencoba untuk mempermalukan aku di depan Ibumu ? " Aku menangis Terisak-Isak


" Aku mau pulang ! Cepet kamu kesini Za " Ucapku terbatah-batah, kakiku gemetaran aku baru pertama kali di marahi oleh ibu-ibu, bahkan ibu pacarku sendiri yang aku cintai.


" Oke aku akan temui kamu" Reyza bergegas menemuiku di belakang rumahnya, aku langsung memeluk Reyza dan menangis di pelukannya.


" Aku sayang kamu, kenapa ibu kamu jahat sama aku Za "


" Ngak dia ngak jahat kok sayang, dia itu baik dia belum tau kamu siapa "


Reyza mencoba untuk menenangkan aku dan mengusap air mataku yang mengalir di pipiku.


" Tapi sepertinya dia tidak menyukaiku Za, dia bilang aku gak boleh kerumahnya " Aku menangis terseduh-seduh, ku lihat Reyza mengeluarkan air matanya.


" Aku sayang kok sama kamu, walaupun misalnya ibu aku ga suka sama kamu, aku tetap cinta dan gak mau kehilangan kamu, aku janji gak bakal ninggalin kamu yah sayang " Reyza memeluku dan mencium keningku, tangisanku pecah ketika Reyza berkata seperti itu di depanku.


Reyza membawaku pergi ke pinggir jalan raya, kami duduk di warung kecil warung yang tertutup dan di penuhi debu, Reyza mengenggam tanganku dan tersenyum.


" Aku janji sayang aku gak bakal pergi dari kamu, aku akan selalu menjaga kamu, aku janji ketika kamu sudah lulus SMA dua tahun ketika sudah lulus, aku akan menikahi kamu dan hidup bahagia bersama kamu "


Air mataku terus berjatuhan, ku genggam erat tangannya, dan berkata " Janji ya ! "


" Iya sayang " Jawabnya.


Hari itu banyak kejadian yang aku alami, aku mencoba untuk bertahan demi hubungan yang sama-sama kami saling jaga.


*****


Hari sudah sore Reyza memintaku untuk pulang, dan memberhentikan taksi untukku. Karena Reyza tidak mempunyai kendaraan untuk mengantarkan aku pulang.


Aku memasuki taksi dan ku lihat Reyza masih menunggu sampai taksi yang ku naiki berjalan.


" Reyza aku harap perasaan kamu akan tetap sama jika aku lulus sekolah nanti " Aku berbicara di dalam hati


Waktu semakin berjalan, sorepun telah berlalu kutatap bintang di langit berkilauan terang, aku harap cintaku padanya akan tetap berjalan dengan baik dan penuh kebahagiaan.


Aku mencintai Reyza sangat mencintainya.


Aku rela jika aku harus berantam jika ada perempuan yang mencoba untuk mengodanya. Reyza pun akan tetap menjagaku sebisa mungkin.


Ucapan selamat tidur selalu Reyza ucapkan untukku, dan tidak lupa dia menggucapkan aku sayang kamu selamanya.


Reyza bagiku segalanya, dia rela mengorbankan apapun demi aku. Jika aku marah dia segera membujukku agar aku tidak memarahinya


*****


Hari telah berganti, Reyza tiba-tiba tidak mengabariku. Aku cemas kenapa Reyza tidak menghubungiku lewat SMS, aku mengirimi Reyza pesan dan ku spam semua pesan untuknya, tetapi tetap saja Reyza tidak membalasnya.


*****


Aku pergi sekolah sendirian, ketika aku sampai di kelas ku lihat dari kaca kelas Rendi, Rendi ternyata ada, Rendi melihatku ku , aku langsung pergi berbalik ke kelasku.


" Kau bilang apa sama Wita ? "


" Aku gak bilang apa-apa, emang kenapa? " Jawabku santai


" Kamu bilang ke Wita, kalau aku gak pacaran sama dia, dan ngak kenal sama dia ! " Emosi rendi terus naik


" Oh jadi itu, iya aku yang bilang ke dia kalau kamu gak pernah pacaran sama dia ! " Jawabku


" Kamu ini mau apa sih ? "


Semua anak laki-laki di kelasku menatap kami berdua, Rendi ingin memukulku.


" Pukul dasar begokkkk"


Aku mengambil kursi plastik yang temanku letak di teras kelas, dan aku membantingnya ke arah Rendi. Rendi menyingkir dan menjauh


" Kalau kamu bukan perempuan sudah ku habisin kamu " Rendi Lalu pergi ke kelasnya.


Aku memanggilnya dan berkata " Kalau aku Perempuan emang kenapa? Aku gak akan takut sama kamu ! " Ucapku dengan keras


" Waw... waw... wawww... hebat perempuan ni Hanata " Ucap teman kelas Laki-lakiku.


Aku kembali menghubungi Reyza dan menceritakan kelakuan Rendi kepadaku, tetapi Reyza tidak membalas pesanku sama sekali, rasanya aku ingin bolos sekolah lagi dan menemui Reyza di rumahnya. Aku akan nekat bila Ibunya memarahi aku seperti sebelumnya.


*****


" Kringgggg.... "


Pelajaran telah berakhir, semua siswa siswi berhamburan untuk pulang kerumah masing-masing.


Aku pulang berjalan kaki bersama Lasati, aku melihat ada dua orang Perempuan yang memakai baju batik SMA Bina, yang melihatku dari sebrang jalan.


Mereka membisikiku dari kejauhan, ku lihat Lasati menghampiri mereka. Sepertinya Lasati menggenali anak itu, anak itu kemudian melihatku kembali. Aku bertanya-tanya apa yang di bicarakan oleh mereka.


Lasati berbincang-bincang dengan anak itu, aku sudah tau kalau mereka adalah pacarnya Rendi yang mengirim pesan melalui Hp Reyza, lalu anak itu mengaku sebagai pacarnya Reyza.


Mereka mencoba untuk menghampiriku tetapi aku langsung memasuki taksi yang telah berhenti di depanku. Aku berpikir jika mereka ada masalah denganku. Kenapa, dia tidak dari awal mendekatiku.


*****


Aku telah sampai dirumah, aku melihat ada panggilan telpon masuk ke HP ku, kulijat itu Wita yang menelponku lalu dia menangis.


" Nat, tolong jangan memperpanjang masalahku, aku bukan pacarnya Reyza tapi aku pacar Rendi " dia menangis terisak-isak.


Aku hanya diam, dan mendengarkan perkataanya lagi


" Kamu bilang ke aku, kalau Rendi tidak menyukaiku kan, tapi Rendi bilang kamu itu bohong "


" Lah memang bener kok dia bilang kalau kamu bukan siapa-siapanya Rendi, sudahlah mending kamu cari lelaki yang lebih dari dia, yang mencintai kamu apa adanya" Ucapku


" Kamu cemburu sama aku, aku tau kau masih mencintai Rendi kan, aku sudah tau tentang kamu, sudahlah kau itu penakut ! " Jawabnya


" Hah, seharusnya kamu malu, seharusnya kamu pikir kenapa dia gak mau sama kamu, ingat yah aku ga pernah takut sama siapa saja termasuk kamu ! "


" Hei brengsek aku tadi mau ketemu kamu, tapi kamu langsung pergi, aku ingin sekali memukulmu ! " Wita Membentakku dengan nada tinggi


" Oh silakan besok datang ke sekolahan aku, dan aku akan keluar dari gerbang sekolah, inget itu catat waktunya ! " Aku menjawab dengan nada keras


" Oke, aku adalah anak suporter kamu tau anak suprter gimana? "


" Aku gak bakal gentar inget yah Wita "


Aku mematikan ponselku, Ibuku mendengar perktaanku dan bilang "Hanata jangan bertengkar dengan siapapun nak, kita gak punya uang jika kamu masuk penjara"


Aku teridam ketika Ibuku bilang seperti itu dan aku masuk kamarku, di kamarkulah yang membuatku terus tenang dan nyaman, dengan merasakan empuknya kasur dan bantal, serta segarnya tiupan kipas angin.


Aku masih kepikiran Reyza yang belum sempat mengabariku seharian, dimana kamu Reyzaku...