My memories with you

My memories with you
#1 Kelas 10 SMA



 


Palembang 2013 Mei, Namaku Hana aku duduk di bangku sepuluh SMA. Aku adalah salah satu berandal di sekolahanku, aku selalu membuat kesalahan yang disengaja maupun tidak sengaja. Aku tidak mudah akrab dengan teman yang belum aku kenal, jika mereka terlihat baik aku akan lebih baik, aku tidak mudah berteman sebelum aku kenal lebih dekat.


 


"Kringgggg...kring..kringggg..." Waktunya bel berbunyi


Aku dengan santai berjalan menuju kelasku, setiba di halaman kelas aku melihat segerombolan anak yang berkelahi di sekitaran kelas, dan membawa peralatan seperti rantai, ikat pinggang dan kayu.


"Cihhh... dasar berandal mereka pikir anak Laki-laki lain bakalan takut dengan tingkah bodoh mereka, mereka pikir dia akan terkenal dan disegani anak lain, dasar sampah ! " Aku langsung memasuki kelas dan duduk di kursi kugenggam ponselku yang sedang bergetar.


" Hm ada pesan dari siapa yah ? " Aku membuka pesan yang masuk di ponselku


" Sayang, Nanti pulang sekolah aku jemput kamu yah? " Ternyata pacarku yang mengirimiku pesan pacarku bernama Reyza, dia adalah anak STM 3 Pertiwi, dia adalah salah satu anggota supporter sepak bola yang ada di kotaku


" Kamu ada motor ? " Aku membalas pesan Reyza


" Ada dong, nanti kamu tunggu di depan gerbang yah "


" Baik, kalau udah sampai bilang yah ! "


" Baik sayang..."


Aku melanjutkan pelajaranku, siswa yang berkelahi di halaman kelas langsung di panggil guru BK. Ketika pelajaran di mulai segerombolan siswa masuk ke kelasku, yang di dampingi Wakil Kepala Sekolah sepertinya mereka sudah berkeliling dari kelas ke kelas.


" Sini kalian masuk ! " Ucap Wakil Kepala Sekolah dengan mengenggam pengaris kayu panjang


" Baik Pak " Ucap segerombolan siswa itu


" Maaf Bu minta waktunya sebentar, selamat pagi anak-anak maaf Bapak menggangu waktu kalian sebentar ! Bapak ingin memberi hukuman. Karena anak-anak yg Bapak bawa ke kelas ini telah merokok di depan gerbang sekolahan ! "


" Ih dasar kenapa sih sekali aja buat aman sekolahan ini ! " Aku berbicara dengan teman sebangku ku


" Cepat kalian habisin rokok 5 batang dan hisap langsung ! "


" Baik pak" Segerombolan anak laki-laki itu menghisab 5 batang rokok yang sudah di siapi bapak wakil kepala sekolah, mereka terengah-engah wajah mereka memerah karna tidak tahan mengisap rokok yang di siapi oleh Wakil Kepala Sekolah itu.


" Sudah? kalau sudah ayo kita ke kelas lain ! " Mereka pergi meninggalkan kelas kami.


" Makanya anak-anak jangan sekali-kali kalian merokok di wilayah sekolah, malu tau gak sekolahan kita sudah di cap bebas ! " Bu guru menasehati kami yang berada di kelas.


Jam menunjuki pukul 09:00 waktunya jam istirahat tiba. " Kringggg...kringgg... kringgg..."


" Baiklah anak-anak waktu pelajaran Ibu habis, tugas kalian sisanya yang belum selesai buat di rumah " Bu guru langsung meninggalkan kami di kelas


" Baik Bu" Ucap kami serentak


Ketika aku ingin ke kantin sekolah, datanglah tiga lelaki yang menghampirku.


" Han, boleh pinjam uang gak ? "


" Gak ada uang ! " Jawabku


" Kamu gak tau siapa kita ? "


" Tau, anak-anak brengsek sialan kan ? "


" Kamu kok gitu Han, aku kan teman kecil pacar kamu, ayolah pinjemi kita uang ! "


" Hei Ren emang kamu siapa, kamu gak malu minta-minta kayak gini ! " Aku membentak mereka, mereka terus menghalangi jalanku.


" Dasar perempuan " Rendi mencoba untuk memukulku


" Ren jangan..." Ucap salah satu temanya


" Hei brengsek ! pukul... aku gak bakal takut sama ******** kayak kamu, gubrakkkkkkk..." Aku menendang kursi rusak yang berada di sekitaran kantin.


Mereka terdiam, salah satu anak itu mengajak Rendi untuk segera pergi meninggalkanku.


" Tunggu aja kamu ! " Rendi menunjuk-nunjuk ke wajahku


" OK " Jawabku


Aku melanjutkan untuk membeli makanan yang ada di kantin. tiba-tiba datanglah teman sebangkuku, temanku bernama Rizki Tari


" Ada apaan sih Han kamu ribut tadi? "


" Gak papa kok, mereka mau minta uang tapi dia maksa gitu, emangnya aku orang tua dia gitu? "


" Kok kamu berani banget sih, dia itu kan cowok yang terkenal play boy itu kan? "


" Iya, kenapa harus takut. Selagi sama-sama makan nasi !" Ucapku


" Tapi kan dia pernah mau nembak kamu Han !"


" Iya emang sih, untung aja yah aku gak jadian sama dia haha " Aku tertawa


" Haha iya bisa-bisa tambah hancur hidup kamu Nat !"


" Haha tambah gila aku " Aku tertawa sambil memakan pempek yang ada di tanganku


" Kringgg... kringgg...kringgg... "


Waktu istirahat sudah habis " Semua siswa-siswi memasuki kelas mereka masing-masing.


" Yehhhh.. guru kimia gak masuk " Teriak ketua kelas


" Yeyyyy "


" Ayok kita bolos Ka? "


" Ayokkkk " jawab Raka teman yang berada di belakang kursiku


" Nat nanti izini aku yah pelajaran terakhir ! "


" Emangnya mau ngapain kamu bolos ?" Ucapku yang menatap wajah Raka


" Ngantuk, laper mau pulang ! " Jawab Raka yang melangkah untuk keluar


" Oke"


Waktu berlalu tidak terasa pelajaran sudah berakhir semua, waktunya kami pulang ke rumah masing-masing.


Rendi melihatku dengan tatapan tajam, Reyza juga menatapku dengan anehnya Reyza melihatku bersama Rendi.


Rendi sahabat Reyza dari kecil, mereka berdua bertetangga, awalnya Rendi menyukaiku dan sering memanggilku dengan sebutan beb, beberapa kali dia menembaku dan suka mengombaliku. Bahkan Rendi ingin berjanji membelikan aku kalung yang bernama dia.


Beberapa kali juga aku menolaknya, aku tidak menyukai Rendi, aku menjelaskan ke Rendi kalau kita cukup berteman saja. Rendi mengerti dan sejak itu juga dia menjauhiku sekali-kali dia mengirimiku ucapan selamat tidur, dan akhirnya dia mengenaliku ke pacarku yang bernama Reyza.


Reyza anak yang baik dan terlahir dari keluarga yang berkecukupan, sejak umur tujuh tahun Reyza di tinggal pergi oleh ayahnya, ibu Reyza yang merawat Reyza sampai dia bisa bersekolah.


Reyza cukup romantis dan lucu sering kali kami bertengkar dengan mengucapkan kata putus, tapi tetap saja kami masih saling mencintai, bahkan kami berdua sering bertengkar dengan hal yang tidak jelas. Sifat kami berdua sama kerasnya dan di antara kami berdua tidak ada yang mau mengalah itulah kita.


" Ayok sayang kita pulang, ayo cepat naik ! " Reyza menghidupkan motornya


" Oh oke sayang " Ucapku


Reyza bertanya kenapa Rendi melihatku dengan tatapan yang tajam " Kenapa sayang Rendi melihatmu begitu?" Reyza menatapku


" Dia mau mengambil uangku" Aku menaiki motor Reyza


" Heh brengsek ! Dia bilang kamu sering bermain sama anak laki-laki yang lain Nat? " Reyza menatapku


Aku melepas pelukan yang berbonceng dengan Reyza


" Aku cuma temenan kok ! "


" Kamu selalu begitu, giliran aku deket sama perempuan lain kamu cemburu ! "


Reyza membentaku dengan keras, aku terdiam.


" Kamu sebenarnya sayang gak sih sama aku Han ? Bisa gak kamu sekali saja gak usah buat masalah ! " Reyza kembali membentakku


" Aku gak pernah buat masalah ! Wajar dong aku deket sama laki-laki yang lain, di kelasku kebanyakan anak laki-laki semua ! " Aku membalas bentakannya.


"Oh oke, jangan salahin aku jika berubah ! "


Reyza mengegas motornya dengan sekuat mungkin.


" Reyzaaaaaa kau mau mati ! "


Reyza tidak mengiraukan ku, sampai aku menangis di atas motor yang di boncenginya. Reyza kemudian mempelankan motornya karna melihatku menangis.


" Maafkan aku Han, aku seharusnya dari awal tau bahwa ini akal-akalan Rendi, karena dia ingin merusak hubungan kita "


Aku kembali tersedu-sedu, Reyza memberhentikan motornya di depan mini market.


" Yaudah maafkan aku sayang kita beli ice cream yah ! " Reyza merayuku kemudian dia masuk ke mini market untuk membeli ice cream.


" Ini sayang aku beliin kamu ice kesukaan kamu " Reyza menyulurkan ice cream


" Buang aja ! " Jawabku


" Dasar keras kepala wanitaku ini, cepat makan " Reyza menarik tanganku dan memberikan ice cream rasa coklat. Reyza mengelus-ngelus kepalaku dan mencium keningku sambil tersenyum.


Kami berdua melanjutkan perjalanan pulang, setiba di rumahku aku melepaskan sepatu kemudian langsung memasuki rumahku.


" Ayo sayang masuk ! " Sahutku


" Iya sayang ! "


Aku mengganti pakaian sekolahku dan Reyza duduk di ruang tamu, setelah aku selesai menganti pakaianku, aku melihat Reyza sangat fokus dengan ponselnya.


Reyza melihatku terkejut dan langsung memasuki ponsel ke saku baju sekolahnya.


Tanpa basa-basi aku menarik paksa ponselnya, Reyza pun menggelak dariku, dia terus menghindar dia tidak mau aku mengetahui isi ponselnya.


Aku tetap meronta-ronta untuk mengambil ponselnya dan akhirnya mendapatkan ponsel itu juga. Lalu ku coba untuk melihat isi pesannya, aku kaget ternyata ada isi pesan dari perempuan bernama Wita. Aku memarahi dan menarik baju Reyza, sampai kantong baju Reyza robek. Lalu ku lihat isi percakapan Wita itu


" Lelaki brengsek sialan Reyzaaaa ! "


" Itu aku gak tau siapa yang ! "


Aku melihat wajah Reyza yang begitu cemas, semakin Reyza cemas, semakin aku cemburu, aku berbicara dalam hati " Pasti ini selingkuhanya."


" Ini selingkuhan kamu kan? Aku rela mengorbankan perasaan aku untuk Rendi demi kamu !"


Aku tidak bisa membendung air mata yang ada di pipiku, kusalin nomor ponsel perempuan itu tanpa sepengetahuan Reyza. Aku meminya Reyza pulang karena sudah mau magrib.


" Kamu pulang yah udah mau magrib ni ! " Ucapku dengan mata yang berkaca-kaca.


" Baik " Ucap Reyza dengan wajah yang tertunduk sedih, Reyza menghidupkan kendaraan motornya dan pulang tanpa pamit lagi denganku. Ketika Reyza sudah pulang aku berbaring di kasur kamarku aku menahan tangisan sedihku ketika melihat isi percakapan melalui sms itu.


Kemudian Ibuku membuka pintu kamarku, dan memintaku untuk segera makan.


" Nat makan gih, udah malam ni ! " Sahut Ibuku


" Iya Bu sebentar lagi " Aku mulai bangun dari tempat tidurku lalu aku ambil handuk dan segera mandi, setelah mandi aku langsung memakan makanan yang di hidangkan oleh Ibuku di meja atas meja makan.


Sungguh hatiku tidak tenang ketika menggingat isi ponsel Reyza, nafsu makanku berkurang setelah ingat kejadian ini. Setelah selesai makan aku kembali mengecek ponselku yang berisi 10 pesan belum terbaca dari Reyza.


" Sayang maafin aku, aku gak tau sumpah itu siapa? "


" Sayang mungkin perempuan itu salah sambung, aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, aku udah dari awal ngejalani hubungan, walaupun kau sering selingkuhin aku tapi aku tetap bertahankan ? "


" Aku gak mau kamu giniin, aku mohon kamu jangan diamin aku. Aku cinta kamu selamanya "


" Beb "


" Sayang..."


" Yng..."


" Yngggggg"


" Yaudah terserah ! "


" Balesssss "


" Besok aku jemput kamu "


Aku tidak menghiraukan pesan dari Reyza, walaupun aku tidak tega untuk mengacuhkannya. Tapi tidak ada pilihan sebelum aku tau siapa perempuan itu. Lalu aku mengirimkan pesan ke perempuan itu, dengan rasa yang sangat kesal.


" Kamu siapanya Reyza? " Ponselku bergetar satu pesan dari Wita masuk.