My memories with you

My memories with you
#11



Aku selalu bercerita tentang kejadian yang aku alami di sekolah kepada Reyza, Reyza selalu bilang ke aku jangan hiraukan mereka yang membenciku.


" Sayang kamu dari mana aja, aku udah lama loh nungguin kamu " Ucapku dengan kesal


" Hehe maaf sayang aku tadi lagi mandi "


" Iya sayang lain kali kalau mau minta aku kerumah kamu, kamu harus mandi dulu " Ucapku dengan wajah mayun


" Iya bawel ya ampun, aku punya pacar yang keras, bawel " Reyza mengelus-elus rambutku


" Dih berantakin rambut aku aja " Aku menyingkirkan tangan Reyza yang sedang mengelus rambutku


" Ih kamu gemesin " Reyza menyubit pipiku


" Aduh sakit tau " Aku Mengelus-ngelus pipi ku


" Hehe maaf sayang ya ampun gampang ngambekan dia ini " Reyza tertawa


" Kamu sih nakal "


" Hehe ngak kok sayang "


Kemudian Reyza duduk di sebelahku dan melihat isi hp ku.


" Kamu ngak nakal kan? " Ucap Reyza yang menatapku


" Ngak sayang, aku ngak ada lagi kontak cowok "


" Iya udah awas yah kamu ingkar janji, nanti kita udahan loh " Ucap Reyza


" Haha iya iya sayang "


" Kamu belajar yang rajin, nantikan mau ulangan "


" Oke siap sayang "


Aku menghabiskan waktuku bersama Reyza, ketawa bersama Reyza , duduk di sampingnya, dan bermain bersama adiknya.


" Kakak Nata, Wela mau minta beliin kakak gelang boleh ngak? " Wela berkata dengan manja


" Boleh kok Dek, nanti kakak beliin yah "


" Hehe makasih Kakak cantik "


" Hehe iya Dek "


" Apaan sih kau ini Wela ! Ngak boleh kakak kan masih sekolah " Reyza membentak Adiknya


" Kamu yang apaan ! Ngak apa-apa kok nanti aku beliin yah sayang tunggu Kakak kesini lagi oke "


" Huuuu Kakak mah gitu, aku nyesel punya kakak cowok huhh " Ucap Wela


" Maaf yah sayang dia itu manja kalau ada kamu, kalau ngak ada kamu aja udah ku tendang "


Tokkkkk, aku mengetok kepala Reyza yang berbicara tentang Adiknya


" Duh sakit tau "


" Wekkkk rasain loh ! "


" Abis badanku kalau kamu duduk di sampingku ! " Reyza mengelus-ngelus kepalanya


" Haha, yaudah aku pulang dulu yah sayang kamu anterin aku yah? "


" Yah sayang tapi kan kamu tau kalau aku ngak punya motor " Reyza berdiri di hadapanku


" Hehe iya maksud aku anterin aja aku di depan, ntar aku naik taksi aja sayang " Aku mengikat tali sepatuku


" Iya aku anterin kamu yang manja dan kasar ini hehe "


" Ih kamutu sayang "


" Hehe, itu ada taksinya hati-hati sayang yah "


" Iya sayang dah aku pulang yah "


" Iya heheh "


Aku sudah sampai di rumahku, seperti biasa aku langsung mandi, membersihkan rumah dan membaca-baca buku untuk ulangan nanti, setelah selesai membaca aku membuka akun Facebook ku, ku melihat-lihat isi beranda di Facebookku.


Aku cukup terkenal di Facebook dan di sekolah, setiap aku mengupload foto banyak yang mengomentari fotoku baik itu Perempuan maupun Laki-laki, dan banyak juga yang tidak menyukaiku.


Aku membuat status di Facebooku


" Terimakasih sayang sudah menemaniku dan membuat aku terlihat bahagia, aku mencintaimu reyza "


Pada waktu itu Facebook sangat maju di tahun 2013. Banyak yang mengomentar


" Longlast Nata "


" Selamat bahagia teman "


" Alay "


Yah seperti itulah di tahun aku sekolah, kulihat semua orang mengomentari statusku meskipun terlihat alay, aku sangat gembira.


Hari semakin malam, aku mengucapkan selamat tidur ke Reyza, dan melanjutkan tidurku.


****


Hari sudah menjelang pagi, jam menunjukan pukul 05:00 aku segera mandi, dan menyiapkan baju sekolahku.


Hari ini hari pembagian nomor ujian semester satu yang akan di sengelarakan hari senin nanti, itu tandanya akan pulang cepat.


" Aku pergi dulu yah Bu, Assalamualaikum "


" Iya hati-hati yah Nak, Walaikumsalam "


Aku menunggu taksi di persimpangan jalan raya, aku melihat lumayan banyak anak yang bersekolah di sekolahanku. Tapi aku tidak menggenalinya, aku tidak cukup akrab dengan anak-anak yang bersekolah di sekolahanku.


Seperti biasa ketika taksi sudah berhenti di lorong menuju sekolahanku, aku berjalan kaki menuju lorong itu.


Aku melihat ada motor yang berhenti menghampiri aku


" Nat, ayo naik ! " Ternyata itu Ayu yang berboncengan dengan ojek langanan dia


" Ah ngak kok, makasih kamu duluan aja " Sahutku


" Ayo naik aja Dek, ngak apa-apa ayu sudah biasa kok naik ojek dengan mamang "


" Ah ngak usah om, Terimakasih " Aku tersenyum


" Ayolah Nata naik ! " Ayu memaksaku


" Iya dek ngak apa-apa kok " Sahut Bapak ojek itu


" Iya Nata cepetan ! " Sahut Ayu lagi yang memaksa aku untuk ikut dengannya, aku memutuskan untuk mengikut Ayu yang sedang naik ojek.


Kami berbonceng bertiga Ayu yang di tengah-tengah. Aku dan Ayu sama-sama tidak bisa mengendarai motor, termasuk Lasati juga, itulah kenapa kami bertiga tidak bisa mengandarai motor.


Kami sudah sampai di depan gerbang sekolah, aku mengucapkan terima kasih ke ojek langganan Ayu.


" Terima kasih ya om "


" Iya biasa aja Dek hehe "


" Terimakasih ya Yu ! "


" Hehe biasa aja Nat, nanti kalau aku belajar bermotor aku nanti bawa motor ke sekolahan ya, nanti kita bonceng tiga bersama Lasati "


" Haha oke oke Yu "


Kami berjalan menuju kelas, hingga menunggu guru membagikan nomor ujian dan membagikan kisi-kisi ulangan nanti.


" Oy nanti kita pulang sekolah kita karokean yuk ! " Sahut Tari


" Aku ikut ! " Jawab Ayu


" Ayo ayo kita CK " Jawab Trias


" Ayo, aku ajak Lasati dan Nata dulu yah ! " Jawab Ayu


" Las, ayo kita karokean nanti sepulang sekolah? "


" Ah ngak kalian aja, aku mau jalan-jalan sama pacar aku " Ucap Lasati


" Yaudah ayo nat kita karokean ? " Sahut Ayu


" Aku ngak punya uang, kalian aja yah ! "


Jawabku, aku benar-benar tidak mempunyai uang pada waktu itu aku untuk pergi karokean bersama temanku.


" Aku bayarin kamu kok, tenang aja nat " Ucap Ayu dengan serius


" Ah ngak usah Ayu, terimakasih tawarannya hehe " Aku tidak mau menyusahkan Ayu terus-menerus


" Biasa ajalah Nat, kan di bayar Ayu juga " Ucap Tari yang menyentuh bahuku


" Iya Nat, ayolah ikut " Sahut Trias


" Hem oke deh ! "


" Yehhhh ! " Mereka mengucapkan serentak


Kemudian Guru datang dan memanggilku untuk membagikan kisi-kisi yang Bu guru berikan.


" Kamu bagi kisi-kisi ini yah Nat ke semua anak ! " Bu guru memberikan kertas Kisi-kisi


" Baik Bu " Aku menggambil kertas itu dan


Membagikan kisi-kisi yang di bagikan Bu Guru satu persatu.


Kemudian aku mengembalikan lembaran kisi-kisi itu ke Bu guru.


" Ini Bu udah cukup semua "


" Kamu ke ruangan sebelah dan berikan kisi-kisi ini semuanya ke Rini! "


" Rini anak kelas sepuluh dua yah bu? "


" Iya Nat, yang bendahara sepuluh dua yah !"


" Oke baik Bu ! "


" Iya nanti, kalau sudah langsung masuk ke kelas! "


" Iya Bu "


Aku berjalan ke kelas sepuluh dua yang dimana kelasnya berada di sebelah kelasku, kebetulan di kelas sepuluh dua tidak ada guru.


Kemudian aku mengetok pintu kelas itu dan memasukinya, semua anak melihatku, aku sangat gugup ketika menghampiri Rini.


Semua anak Laki-laki menatapku, dan ada yang mendekatiku, Rendi yang sedang mendengarkan lagu menatapku. Aku terus berjalan menuju tempat duduk Rini