My memories with you

My memories with you
#22



Aku tau dalam setiap pertemanan akan selalu ada kata perpisahan, tidak akan ada pertemanan tanpa masalah. Kita harus tau kapan pertemanan akan berakhir atau terlupakan...


*****


Jam kedua ulangan di mulai, semua Anak kembali ke tempat duduknya masing-masing. Guru pengawas telah memasuki kelas kami, semua anak kembali diam tanpa suara.


Aku melihat Rere yang biasanya ceria di kelas kini menjadi murung seketika, aku merasakan bahwa Rere di jauhkan oleh kedua sahabatnya.


Seketika Rere hilang konsentrasi, untuk mengerjakan soal ulangan yang telah di bagikan oleh pengawas.


" Ah apaan sih aku ini, terus aja mikirin orang padahal dia bukan siapa-siapanya aku ! " Aku berbicara di dalam hati


Waktu terus berjalan, ulangan telah selesai Kami bersiap-siap untuk berkumpul di lapangan.


Kami mendengar pengumuman dari kepala sekolah, semua anak berbaris. Aku berbaris di belakang sekali karena yang berada di barisan depan adalah Anak-anak pintar, yah tidak semua yang berbaris di paling depan termasuk pintar.


Aku suka berbaris di belakang sekali karena bisa bermain-main bersama Anak lainnya. Kata Guruku anak yang berbaris di belakang sekali itu adalah anak-anak bandel.


Yah benar kami yang berbaris di belakang adalah anak bandel, tidak mudah di atur dan hobi bercerita.


Aku melihat Rendi berbaris di belakang sekali, Rendi duduk jongkok bersama teman-temannya. Rendi telihat bahagia ketika bercerita bersama teman-temannya.


" Selamat siang anak-anak, ujian telah selesai pengumuman hasil ujian kalian akan di umumkan pada tanggal 30. Mulai besok kalian tidak ujian lagi, dan besok kalian akan mengadakan Class Meeting untuk Anggota OSIS di harapkan maju ke depan.


" Ayo nat maju " Ucap Lasati dan Ayu


" Oke ! " Aku dan Lasati dan Ayu maju bersama Anggota OSIS lainnya


" Ih apaan sih Nata ikut Class Meeting, padahal dia kan bandel " Ucap anak lainnya


Aku mendengar perkataan anak yang membenciku


Ketika aku maju ke depan Rendi melihatku, aku jadi salah tingkah ketika dia melihatku.


" Duh sadar Nat, dia bukan siapa siapa " Ucapku dalam hati


" Baiklah Nak kini kalian yang akan mengurus pekerjaan untuk Class Meeting besok yah? " Ucap Kepala sekolah yang menatap kami


" Baik pak "


" Besok Bapak harap semua anak mengikuti kegiatan kelas meeting besok ! "


" Iya pak " Jawab semua siswa siswi


" Untuk hari ini kalian boleh pulang kerumah masing masing, untuk anggota osis kalian berdiskusi terlebih dahulu untuk kegiatan besok ! " Kepala sekolah menunjukan semua yang akan di persiapkan untuk kegiatan besok


Lasati membisikiku " Bakal pulang lama ini kita Nat "


" Haha jalani aja las " Ucapku yang mengambil tali dari Ketua OSIS


Semua Anggota OSIS sedang melakukan persiapan untuk di adakan Class Meeting besok. Setelah semua persiapan selesai kami bersiap-siap untuk pulang.


" Baiklah semuanya sebelum kita pulang kita membaca doa untuk kepercayaan masing-masing, berdoa mulai " Semua anggota OSIS berdoa untuk kepercayaan masing-masing


" Untuk Nata, Ayu dan Lasati aku mohon kalian besok datang jangan terlambat, karena anggota OSIS yang kelas dua belas tidak di perbolehkan lagi untuk menggikuti kegiatan ini " Ketua OSIS menatap ke wajah kami bertiga dengan serius


" Baik Zal " Ucap kami bertiga


" Baik sudah mengerti? Apa ada yang mau di tanyakan? " Jawab Ketua OSIS


" Ngak ada ! " Jawabku


Ketua OSIS tersenyum melihat aku menjawab pertanyaanya " Baiklah ayo kita pulang " Ketua OSIS meninggalkan lapangan


" Haha Nata kok di jawab tadi waktu Ketua OSIS bilang " Ayu tertawa terbahak-bahak


" Haha iya nih jagoan kita benar-benar hebat yah Yu " Sahut Lasati yang tertawa


" Hahaha " Kami bertiga tertawa


*****


Ke esokan harinya kami bertiga yang biasa datang terlambat kini datang di awal, kami mempersiapkan semua alat yang akan di adakan.


Sementara aku mencatat hasil pemenang yang akan di adakan kegiatan lomba di Class Meeting.


" Nata kamu dan Ayu jadi juri di sepak bola yah, terus Lasati kamu akan ikut aku di perlombaan catur ! " Ketua OSIS meminta kami untuk segera bersiap-siap untuk jadi juri, dan mengarahkan kami untuk mempersiapkan semua yang di butuhkan


" Yah Zal kami berdua ngak bisa jadi juri sepak bola? " Ucapku yang menatap mata Ketua OSIS


" Gini Nat, kalau ada yang memasuki bola ke gawang berati itu gol dan tandanya satu poin untuk tim yang memasuki bola itu ! " Ketua OSIS menatapku


" Oh gitu, yaudah baiklah ! " Aku dan Ayu segera berjalan ke lapangan sepak bola, Ayu membawa buku catatan untuk mengisi skor pemenang


Setelah kami berdua memasuki area lapangan bola, aku melihat Rendi mengikuti pertandingan sepak bola. Rendi melihatku dan mendekatiku


" Awas nanti kena bola sayang " Rendi tersenyum


" Ih apaan sih ! " Ucapku jutek


" Hehe kamu lucu " Rendi menggelus rambutku


" Rendi kamu segera memasuki lapangan ! " Aku membentak Rendi


" Baiklah sayang ! " Rendi segera berlarian ke lapangan bola


" Baiklah perkenalkan aku Hanata dan ini Ayu Lestari yang akan jadi juri kalian, semoga pertandingan ini berjalan dengan baik. Ketika aku beri aba-aba satu dua tiga pertandingan di mulai oke " Ucapku


" Oke sayang ! " Jawab peserta yang mengikuti pertandingan


Hp ku bergetar, telpon masuk dari Reyza. Aku mengangkat telpon dari Reyza " Iya kenapa sayang? "


" Kamu class meeting yah sayang, aku udah di pagar kamu ini. Oh iya aku pakek baju SMA loh hehe " Sahut Reyza


" Loh beneran sayang? " Jawabku yang melihat ke gerbang sekolah


" Iya aku kesana yah aku lihat kamu ni sayang " Reyza mendekatiku


Aku mematikan telpon Reyza, ku lihat Reyza yang bersepatu putih, bercelana abu-abu pensil dan berjaket levis membuat Reyza terlihat semangkin tampan.


Semua anak perempuan menatapi Reyza pacarku, aku berlarian ke arah Reyza dan mengandeng tangan Reyza. Aku menggandeng tangannya karena aku tidak mau Reyza di godai oleh wanita lain. Semua anak perempuan melihatku dan berbisik-bisik


" Ah kamu apaan sih kesini, mau nyari pacar gitu? " Aku menggambek ekpresiku semakin menjadi


" Haha ngak sayang aku kangen aja sama kamu, nanti kita pulang bareng aku janji bakal nungguin kamu untuk hari ini aja ! " Reyza menggengam tanganku


" Kamu mah nakal, mau yah di pandangin cewek lain? " Aku cemberut


" Haha ngak sayang beneran, aku kesini cuma buat jagain kamu " Reyza menatapku


" Woi bro kenapa kamu di sini? " Ucap Rendi yang menghampiri Reyza


" Biasa kangen sekolah hehe " Ucap Reyza yang tertawa


" Dia ini milik aku Za asal kamu tau ! " Rendi terus melihatku


" Haha sudah kamu ngak boleh kayak itu Ren !" Reyza hanya tertawa, aku tau ini bukan sifat asli Reyza. Reyza hanya terdiam ketika melihat tingkah teman kecilnya berperilaku seperti itu


" Udah sayang duduk aja " Jawabku


" Sabar ya allah, aku benci dia Nat ! " Reyza menahan emosi