My memories with you

My memories with you
#5 Aku Bahagia



Hubunganku dengan Reyza berjalan sudah tiga bulan, Reyza menjemputku ke sekolah dan membawaku kerumahnya untuk memperkenalkan aku dengan Ibunya. Walauku tau Ibunya tidak Menyukaiku, Aku harap kali ini dia menyukaiku dan baik kepadaku.


" Sayang ayok kita masuk "


Reyza mengenggam tanganku dan mengandeng tanganku untuk masuk kerumahnya, sesampai di rumah Reyza, Reyza memanggil Ibunya.


" Ibu ayo kesini, aku mau menggenali Ibu ke pacarku "


" Iya Za tunggu " Sahut Ibunya


*****


Tiga puluh detik lamanya Ibu Reyza keluar menemuiku, dan terkejut " ini pacarmu? " Jawabnya


" Iya bu ini Hanata, Pacarku yang Ibu marahin kemarin " Reyza tersenyum


" Asalamualaikum Bu, perkenalkan aku Hanata pacarnya Reyza "


Aku tersenyum di hadapan Ibunya dan mencium tangan Ibunya.


" Oalah ini pacarmu Za, dia bilang kamu cuma temenan Za " Ibu Reyza tertawa


Aku gugup, sangat gugup ketika aku berhadapan langsung dengan Ibunya, Ibunya tersenyum dan memintaku untuk duduk disampingnya.


Aku memulai percakapan dengan Ibunya


" Maafkan aku Bu, mungkin memang ngak pantes Perempuan bermain ke rumah Laki-laki tapi percayalah Bu, aku ingin bertemu Ibu, dan mengenali Ibu lebih dekat "


Ibunya tersenyum dan berkata " Iya ngak seharusnya perempuan main kerumah Laki-laki, tapi yah ngak papa kalau Hana ingin bertemu dengan Ibu " Aku tersenyum malu dan mengucapkan


" Makasih bu "


" Iya, Rey masakin mie untuk Hana ini Reyza..."


" Ah ngak usah bu, aku udah makan tadi terimakasih loh udah menawarin hehe "


" Eh ngak boleh, Hana kan baru pulang sekolah, sebentar lagi ibu mau pergi bekerja " Ibu Reyza berangkat dari tempat duduknya


" Ibu kerja dimana? " Jawabku


" Ibu kerja di pabrik, lumayan untuk tambahan uang makan Han " Jawabnya


" Oh iya bu " Ucapku dengan tangan yang gemetaran


" Hehe Hana malu yah? "


" Iya Bu aku malu, karena baru pertama kali aku main kesini " Wajahku memerah, ternyata Ibunya tidak sejahat yang aku pikir, Ibunya benar bahwa Perempuan tidak baik untuk bermain di rumah Laki-laki, dan takutnya menimbulkan fitnah.


" Hanata, Ibu kerja dulu yah ! Anggap aja ini rumah kamu juga, kalau udah tau Ibu jangan lupa main kesini terus yah "


" Hehe insya allah bu, kalau ngak ada kerjaan nanti Hanata kesini kok "


" Yaudah di belakang ada kakak perempuan Reyza loh, ayo kenalan sama dia "


" Dimana Bu? " Ucapku


" Itu di dapur, kesana aja jangan malu-malu " Ibunya menunjuk ke ruang dapur


Aku menemui Kakak Perempuanya dan berkata


" Assalamualaikum Kak "


" Wa'alaikumsalam hehe Pacarnya Reyza yah? kenapa mau sama Reyza, Reyza jelek gitu heheh" Kakak Reyza tertawa


" Ngak kok, Reyza cakep Kak hehe "


Ucapku yang berhadapan dengan kakak perempuan Reyza, yang sudah bersuami dan mempunyai anak dua dan berbadan gemuk.


" Beneran suka sama Reyza, udah bisa masak lum ? " Ucap Kakak Reyza dengan serius


" Hehe belum Kak, Hanata belum bisa masak " Aku menjawab dengan Malu-malu


" Aduhh gimana kalau belum bisa masak "


" Hanata masih SMA Kak, nanti Hana belajar hehe "


" Aduh beneran yah, harus jago masak loh "


Kakak Reyza menatapku


" Hehe iya baik kak "


Hari-hariku semakin terasa menyenangkan, aku bisa kenal lebih dekat bersama keluarganya Reyza, aku ngak pernah sebahagia ini tuhan.


Aku harap rasanya tetap sama meski aku lulus nanti. Hari sudah sore dan waktunya aku pulang kerumah, Reyza tidak bisa menggantarkan aku pulang karena terhalang kendaraan. Reyza hanya mengantarkan aku sampai depan jalan raya dan seperti biasanya dia yang mencari taksi di jalan untukku.


Aku pulang kerumah ternyata Reyza juga menyanyangiku, sama sepeti aku menyayanginya.


Sesampai di rumah seperti biasanya Ibuku selalu menyiapkan makanan di atas meja, aku makan-makanan yang telah Ibuku buat, setelah selesai makan aku mandi lalu tidur.


*****


Ke esokan harinya aku pergi ke sekolah seperti biasanya, waktu menunjukan pukul delapan, suara riuh terdengar di lapangan sekolah, seseorang Pemuda datang dan memanggilku melewati kaca jendela.


Guruku pun mencoba keluar ternyata para Pemuda di lapangan sekolah ingin membalas dendam dengan Pemuda yang ada di kelasku, Pemuda yang memanggilku melewati kaca jendela tempat dudukku, pemuda itu menggetok-ngetok jendelaku dan memintaku untuk keluar dari kelas.


Aku kaget ternyata Pemuda itu Kakak sepupu Rendi, tanpa izin lagi dengan Guruku aku langsung pergi menemui Pemuda itu.


" Ada apa Kak Kenapa Kakak kesini? Ada apa ini Kak ? "


Aku ketakutan kulihat semua teman Rendi sudah saling dorong mendorong, semua anak Laki-laki keluar dari kelas masing-masing untuk berkelahi dengan teman Rendi yang dari luar sekolah.


" Dimana Mursalin " Jawabnya terengah-engah


Aku khawatir aku mencari Reyza apakah dia ikut tauran.


" Mursalin menonjok Rendi Dik ! " Jawab Kakak sepupu Rendi


" Kok bisa ? " Aku terkejut


" Panjang ceritanya, panggilin dia nanti Kakak cerita lewat SMS "


" Ngak boleh, cepat Kakak pulang bawa teman-teman Kakak " Aku meminta Kakak sepupu Rendi pulang


" Kakak ngak akan pulang sebelum dia keluar, cepet panggilin kamu tenang aja Kakak ngak akan ngapa-ngapain dia. Kakak cuma ingin membuat perhitungan aja ke dia "


" Oke janji nanti kalau sudah ketemu dia Kakak pulang yah " Ucapku


" Iya Adikku " Ucapnya, aku langsung menemui Mursalin yang sedang belajar di kelas, Guru selalu bertanya apa yang telah terjadi padaku, tetapi aku tidak memperdulikan Guruku.


" Salin, kamu di panggil Kakak sepupu Rendi, dia bilang kamu menonjoknya " Ucapku Terbatah - batah


" Oke aku keluar " Ucap Salin yang telah melangkah di luar, Kakak sepupu Rendi mengajaknya untuk langsung kelapangan. Aku kemudian menelpon Reyza ternyata ponsel Reyza tidak aktif.


" Yatuhan Reyza kemana, lindungila teman-teman Rendi ya allah, mereka temanku juga "


Semua anak Laki-laki ikut membantu Mursalin yang telah di keroyok Teman-teman Rendi.


Semua anak keluar dari kelas satu, dua dan tiga, anak laki-laki di kelasku ingin ikut membantu, tetapi di halangi oleh Guru yang sedang mengajar.


" Aku ingin keluar ! " Ucapku ke Guru, Guru memintakku untuk tetap berada di kelas, aku di halangin anak Laki-laki di kelasku agar aku tidak keluar dari kelas. Aku meronta-ronta ingin meminta agar Teman-teman Rendi pulang, hingga datanglah mobil Polisi semua anak berlarian ke kelas, Polisi dan Kepala sekolah memanggil yang bersangkutan ke kantor.


Aku meminta izin di Guruku aku pura-pura izin ke wc agar aku bisa melihat situasi mereka, ternyata teman-temanya Rendi, Kakak sepupu Rendi dan Mursalin yang di panggil ke ruangan kantor.


Sekali lagi aku memastikan Reyza tidak akan terlibat di perkelahian ini. Kakak sepupu Reyza melihatku dari kejauhan di kantor, dia tersenyum dan mengodeku bahwa dia baik-baik saja. Aku langsung SMS Kakak sepupu Rendi.


" Kalau sudah selesai langsung pulang ! "


" Baik bos " ucap Kakak Rendi


" Beneran gak usah bales dendam lagi oke "


" Oke Adik sayang " Balasnya


Aku sangat dekat sama Kakaknya Rendi, aku kenal Rendi dari Kakaknya melalui Facebook. Kakak Rendi juga menyukaiku tetapi aku menggangapnya hanya sebatas Kakak tidak lebih.


kalian tau jika sudah menjalin hubungan pasti akan saling melupakan, aku tidak ingin melupakan Kakaknya Rendi, dia sangat baik, perhatian dan memperlakukan seperti saudaranya sendiri.


Kakak Rendi juga adalah ketua Anggota Supporter di wilayahku, tidak main-main mentalnya kuat dia tidak pernah takut dengan siapapun, dia juga sering memintaku harus lebih berhati-hati dengan orang yang tidak ku kenal.


Dia pernah bilang carilah pacar yang mencintai iIbunya dan memperlakukan Ibunya dengan baik. Maka dia akan memperlakukan kamu seperti mencintai Ibunya sendiri.


Kakak sepupu Rendi juga pernah cerita ke aku kalau dia sedang sedih karena putus sama Pacarnya yang sangat dia sayangi, setiap malam Kakak Sepupu Rendi sering main kerumahku, sampai lupa hari sudah larut malam. Kami bercerita tentang apapun, menikmati kacang, gorengan dan minuman.


Aku terus menunggu mereka pulang, aku duduk di salah satu taman yang berada di depan kantor, aku melihat Kakak Sepupu Rendi sedang berbicara dengan Polisi, akhirnya mereka di minta untuk pulang.


Kakak sepupunya tidak sempat untuk menemuiku lagi dan akhirnya dia dan Teman-temannya pulang, dia hanya mengirimiku pesan singkat yang berisi


" Maaf dik, Kakak ga sempet nemui kamu lagi. Kakak di minta segera untuk meninggalkan Sekolahan kamu, ohiya Adik ngak usah khawatir Kakak ngak Kenapa-napa "


" Serius, ada yang sakit ngak Kak " Aku membalas pesannya


" Ngak kok, kan tadi Kakak udah lihat senyuman Adik jadi Kakak langsung sembuh hehe "


" Ahh masih aja di situasi macam ini ! " Aku tersenyum ketika membalas pesannya


" Hehe ngak kok, ngak usah khawatir cie yang khawatir hehe "


" Yaudah pulang gih, jangan bikin kekacauan lagi yah " Ucapku


" Oke adik sayang, tolong jagain Rendi yah terus kalau Mursalin ingin balas dendam hubungi Kakak yah "


" Oh oke Kak "


" Dah masuk belajarlah yang rajin "


" Iya Kak "


Aku melihat Rendi dari kaca kelasnya, wajah Rendi babak belur dan wajah Mursalin juga begitu, aku menghampiri Mursalin yang sedang menyentuh wajahnya yang sakit


" Salin kamu ngak Apa - apa ? Dan apa yang terjadi ? "Ucapku yang duduk di samping Mursalin


" Kamu kenapa deket sama Kakaknya Rendi?"


Mursalin menatapku


" Iya Kakaknya sangat baik denganku, emang ada apa kamu sama Rendi ? "Jawabku


" Dia itu songong Han, aku kan keruangan kelasnya, Tiba-tiba dia memintaku jangan temui Intan lagi, dan dia mengusirku dengan semena-mena, lalu pulang sekolah kemarin sore aku hadang dia di gerbang, satu lawan satu dia kalah ! "


" Kok bisa sih dia seperti itu " Aku terkejut melihat Mursalin menceritakan Masalah sebenarnya


" ******** itu gila, tapi sumpah Teman-temannya Rendi kuat, sebanyak Anak-anak SMA ini dia sangup mengalahkan Anak-anak SMA ini, mereka tidak gentar aku akui itu "


" Kamu jangan membuat masalah lagi dengan dia yah Salin "


" Iya Nat cukup sekali aja, kamu tau sendiri aku tidak naik kelas dua, jangan sampai aku tidak naik kelas lagi ! "


" Iya makanya jangan ulangin lagi "


" Oke, makasih ya "


Keributan tidak akan selesai dengan baik jika kalian tidak saling berkompromi, lakukanlah apapun dengan bijak sebelum kalian mengambil tindakan.