
Aku berjalan menuju tempat duduk Rini. " Hai Rini, aku tadi diminta untuk bertemu denganmu dan membagikan ini kertas kisi-kisi yang telah di fotocopy "
" Oh Nata yah, oke terimakasih yah " Rini mengambil kertas yang ku berikan
" Oke aku ke kelas dulu "
" Oke "
Aku keluar dari kelas Rini, Rendi melihatku dan terdiam. Aku terus berjalan menuju kelasku dan di hampiri seorang Laki-laki dari kelas X.1
" Hai " Laki-laki itu mengulurkan tangannya
" Kenapa " Ucapku jutek
" Hehe, ngak apa-apa kok kamu Hanata kan? "
Menarik ulur tanganya
" Iya kenapa? "
" Hehe ngak apa-apa kok, kamu pulang ke jadisuka kan? "
" Kok kamu tau? "
" Ya karena kamu selalu bikin aku suka ke kamu haha " Anak itu menggombaliku
" Haha kocak ! " aku tertawa ketika laki-laki itu menggombaliku
" Haha, aku Andi semoga kita berteman baik Nata "
" Oh haha oke oke "
" Kamu kenapa keluar kelas? "
" Ngak, tadi diminta guru untuk memberi kisi-kisi untuk ulangan nanti "
" Oh gitu yah "
" Iya, yaudah aku masuk dulu yah Ndi "
" Nanti aku ke kelas kamu yah ? "
" Oke " Aku meninggalkan Andi dan langsung memasuki kelasku
" Sudah Nata ? " Ucap Ibu Guru
" Sudah Bu "
" Yaudah langsung duduk aja yah ! "
" Iya Bu "
Aku kembali ke tempat dudukku, ku lihat Vera yang menatapku dengan tajam, aku tidak menghiraukan itu. Vera dan teman sebangkunya berbisik-bisik, aku tau mereka membicarakan ku dari belakang.
" Baik Anak-anak nomor ujian sudah Ibu bagikan semua, Ibu harap kalian belajar dengan baik yah untuk senin nanti jangan lupa membawa perlengkapan ujian
" Ucap Bu Guru berdiri di depan hadapan kami
" Baik Bu " Jawab kami serentak
" Sudah jelas? "
" Sudah B " Jawab kami lagi
" Bu, jadwal ulangan senin nanti apa aja Bu ? "
Ucap Trias
" Senin nanti Bahasa Indonesia dan Matematika yah nak "
" Oke bu "
" Kalau sudah jelas kalian boleh pulang "
" Yehhh kita pulang " Teriak anak Laki-laki di kelasku
Guru meninggalkan kelas, dan Anak-anak berhamburan untuk pulang ke rumah masing-masing.
" Ayo kita jadi ngak karokean? " Ucap Ayu
" Jadi " Sahut Tari
" Oke ayok kita pergi " Sahut Ayu
" Oke "
" Ntar aku mau nanya Nata dulu, dia jadi ngak ikut ? " Sahut Ayu
" Entah " Ucap Tari dingin
" Nat, ayo jadi ngak ikut karokean ?"
" Bayarin ya ? " Aku tertawa
" Mudah " Jawab Ayu
" Ayok kita pergi, tapi motornya satu gimana dong ? " Tari menghidupkan motornya
" Yah gimana yah kita cuma berempat kan? " Jawab Ayu
" Iya kita berempat, tapi ngak mungkin lah kita bonceng empat kalau tiga sih ngak papa. Tapi gini aja, Ayu dan Nata berjalan aja dulu dari sekolahan ke terminal, terus aku anterin Trias sampe ke tempat karokean.
" Ntar Trias nungguin kita gimana? " Sahut Tari
" Oke ntar kita bayar untuk kamu ngisi bensin " Ucap Ayu
" Oh santai aja lihat ni, uangku banyak haha " Tari memperlihatkan uang yang ada di saku kantongnya
" Oke aku ngiring aja Tar ! " Ucapku
" Iya ngak papa kok Tar, kan kasian kalau salah satu dari Ayu dan Nata berjalan sendirian ke terminal "
" Haha oke pergi aja duluan Tar, nanti kita be
jalan kaki aja dari sekolah sampai terminal, nanti kita ketemuan aja, di terminal atau di simpang SPBU yah " Ucapku
" Oke Na, kalau gitu aku pergi dulu yah Yu Nata ! "
" Oke "
Tari dan Trias pergi menuju tempat karokean, aku dan Ayu berjalan menuju terminal untuk menunggu Tari yang ingin menjemput kami berdua. Sepanjang perjalanan kami berdua tertawa-tawa, untuk pergi karokean sampai rela berjalan kaki yang jaraknya lumayan jauh, tapi beginilah persahabatan di masa SMA.
" Oh iya Yu, kamu beneran orang Cina? "
Sahutku
" Hehe iya kenapa, kamu ngak percaya yah? "
" Iya dari pertama masuk aku berbicara di dalam hati, kenapa anak itu ngak berhijab ya, eh ngak taunya kamu Beragama Buddha "
" Hehe iya Nat, Papa aku keturunan Jawa "
" Oh gitu yah Yu ! "
" Iya Nat, emang aku ngak kayak orang Cina yah? " Ayu tersenyum
" Hehe iya kamu kayak beragama kami hehe maaf yah aku ngak tau soalnya "
" Hehe iya Nat, aku kutang sipit yah hehe "
" Iya tapi ngak papa kok walaupun kita beda Agama kita tetap teman oke "
Aku menepuk pundak Ayu, Ayu tersenyum gembira ketika mendengarkan ucapanku
" Wah akhirnya kita udah sampai ke terminal Nat " Jawab Ayu yang melirik ke kanan dan ke kiri
" Wah iya yah, ternyata gini yu kalau kita pergi sekolah jalan kaki. Kita banyakin cerita aja haha "
" Hahaha bener katamu itu Nat "
" Udah kita jalan aja, sampai Tari melihat kita,
Kan kasian dia bolak balik jemput kita hehe "
" Iya ternyata masa SMA ini indah yah Nat, aku ngak nyangka bertemu teman baik kayak kalian semua "
" Iya, tadinya aku pikir bahwa masa SMP lah yang paling indah tapi ngak yah Yu. Setiap tingkat sekolah pasti mempunyai cerita ! "
" Iya Nat, kamu tau ngak aku dulu jelek masa SMP haha, tapi temenku di kelas Beragama Islam semua tetapi mereka baik kok, kita saling ngehargai setiap perbedaan "
" Iya Yu, itu perlu loh dalam menghargai perbedaan. Mau dia cantik, jelek, hitam, putih itu semua perbedaan yang harus kita satui "
" Iya bener Nat, aku sepemikiran kayak kamu "
Kami terus berjalan, melewati jalan raya. Mobil-mobil yang besar melintasi jalan raya yang kami lewati. Aku melihat ke arah jalan Rini yang berboncengan bersama Orang Tuanya
" Itu Rini ya Yu? " Aku menunjuk ke arah Rini
" Iya anak kelas sebelahkan? "
" Iya kayaknya yah !"
" Aku nga begitu kenal nat "
" Oh iya, ohitu Yu Tarinya "
" Tariiii.. tariii.. kita disini ! " Kami berdua berteriak
" Hahah kalian ngak malu apa teriak-teriak di jalan " Ucap Tari Terbahak-bahak
" Haha ngak papa kok Tar ! "
Tari menghampiri kami, kami kemudian berjalan ke arahnya.
" Haha kalian sudah sampe disini yah " Ujar Tari menghampiri kami berdua
" Haha iya Tar, tadi kami teriak-teriak loh " Ucapku
" Hahah kalian mah gitu " Tari tertawa
" Haha aku baru kali ini loh tari jalan kaki, aduhh " Ayu mengaruk-garuk kepalanya
" Haha ngak papa kok Yu, nanti kalau kita udah lulus kisah ini bakal jadi cerita loh. Ayo naik kasian Trias udah nunggu dari tadi "
" Haha jadi kita bonceng tiga yah " Ayu menaiki motor Tari
" Yaiyalah ngak papa kok, ayo naik Nat " Tari memintaku untuk menaiki motornya. Aku menaiki motor Tari, aku duduk di belakang Ayu
" Haha kita kayak Cabe-cabean yah "
" Haha Nata yang cabenya dia kan centil haha " Ucap Ayu
" Is ngak kok haha "
" Haha gimana kalau kita panggil Nata cabe, Ayu cabe "
" Haha ah jangan Tar "
" Haha ngak papa kok Nat, itu panggilan kita yah Tar? "
" Haha aku jangan, panggil aja Tari manis "
" Jadi cuma kita berdua cabe gitu ? " Aku menatap Tari
" Yah kan kalian centil-centil haha "
Kami berbonceng tiga, melewati Jalan raya, taman kota dan melewati lobang-lobang kecil, Trias menunggu di pintu gerbang karokean