
Kaulah yang membuat aku bisa merasakan sakit, sedih, bahagia, dan sayang. Kau tau bahwa aku keras kepala, tidak bisa di atur dan tidak bisa kehilangan cintamu, tapi percayalah aku mencintaimu selamanya...
" Reyza kamu kenapa? Kenapa kamu tidak hubungi aku zaa "
Hatiku gelisa saat Reyza tidak menghubungiku, perasangka burukku yang selalu menghantuiku.
Hari ini menunjukan pukul tujuh, suara burung berkicau, aroma kopi tercium sampai kamarku dan hari ini adalah hari minggu waktunya untuk bersantai-santai di rumah.
Tiba-tiba Reyza menghubungiku, Reyza bilang ada yang ingin dia bicarakan kepadaku, dia akan datang kerumahku.
" Aku nanti akan kerumahmu yah sayang"
" Oke " Jawabku
Aku bergegas untuk mandi, ku bersihkan rumah yang berantakan dan berdebu, Reyza telah datang di depan rumahku.
Aku meminta dia untuk masuk ke dalam rumah, setelah dia masuk dia terdiam kepalanya tertunduk hingga matanya memerah.
Aku bertanya kepada dia apa yang telah terjadi, Reyza menjawab
" Aku sudah di berhentikan dari STM "
Aku terkejut dan terdiam, Reyza melanjutkan pembicaraanya " Maafkan aku tidak menghubungimu kemarin, seharusnya aku bilang ke kamu kalau aku ikut tauran "
" Kenapa? kenapa kau ikut tauran Zaaa...
kau tau tamatan SMP susah mencari pekerjaan Zaa, jangankan SMP yang SMA aja masih banyak yang menggangur "
Ucapku kepadanya, Reyza terus terdiam aku tau ini bukan Reyza yang aslinya, Reyza tidak pernah sesedih ini, tidak pernah sehancur ini.
" Aku kedapatan kepala sekolah Han " Reyza memandangiku
" Terus ibu kamu bagaimana? " Aku menatap Reyza
" Yaudah ibu gak bisa berbuat apa-apa lagi yang " Reyza tertunduk
" Kamu juga sih kenapa mau ikut-ikutan tauran? " Jawabku
" Ya mau bagaimana lagi posisinya, teman aku di keroyok, jadi dia mau minta bantuan aku " Reyza Menghela nafasnya
" Yaudah kamu pindah sekolah aja ! " Ucapku
" Aku gak bisa pindah lagi, aku baru saja pindah ke STM " Jawab Reyza
" Awalnya kamu sekolah di mana? " Ucapku
" Di SMA Bina yang "
" Hem ya udah gak bisa berbuat apa-apa lagi nasi sudah jadi bubur, terus gimana teman kamu di berhentikan juga? " Aku menatap Reyza kembali
" Ngak Hanata, dia masih tetap di SMA Bina "
" Astaga ini tidak adil Sayang, kamu yang ingin menolongnya tetapi kamu juga yang di keluarin ! " Ucapku dengan nada tinggi
" Yaudah udah terjadi juga, kamu masih ingin tetap bersamaku " Reyza memandangiku
" Ya iyalah, emang kamu mau apa? " Jawabku lagi dengan sangat kesal
" Hehe ngak kok beb, aku mencintaimu aku pikir kau akan meninggalkan aku, karena aku putus sekolah " Reyza tersenyum
" Hah ********, aku ngak bakal berpikir semacam itu ! " Aku menyubit hidung Reyza
Reyza tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca, aku tidak tau harus berkata apa, tetapi aku tidak akan pernah sanggup untuk pergi meninggalkannya.
Reyza berpamitan kepada kedua orang tua ku untuk pulang, Ayah dan Ibuku mengantarkannya sampai kedepan pintu rumahku.
Ayah dan Ibuku sangat menyukainya karena Reyza anak yang sopan, baik hati, dan suka membawa makanan ketika dia kerumahku.
Reyza setiap kali kerumahku selalu membawa makanan, padahal aku tidak pernah meminta Reyza untuk membawakan aku makanan. Reyza tidak akan datang jika dia tidak membawa apa-apa.
Reyza anak yang baik walaupun kami sering bertengkar dia selalu memperlakukan aku dengan spesial.
Hari- hariku menyenangkan baik di sekolah, di rumah dan tentang hubunganku dengannya. Seminggu kemudian hubunganku dengan Reyza berjalan dengan baik, dan tidak ada keributan, hari ini juga di sekolahanku sedang ada ulangan harian sampai aku lupa belajar.
" Ya tuhan aku lupa belajar ! Oqh iya aku akan membawa buku LKS aja deh, untuk jaga-jaga kalau aku nga tau aku nyontek aja di buku LKS "
Aku masih ragu untuk membuka LKS, aku bahkan dari SMP tidak pernah berbuat curang, tetapi sejak ku lihat ada anak yang sering membuat keheboan di sekolahku membuka LKS aku tidak akan bodoh, kulakukan hal yang sama seperti anak-anak itu.
" Dia aja curang, masa aku ngak "
Kemudian guru masuk, dan membagikan semua soal ulangan, aku mengisi yang ku tau, dan menyontek di LKS yang aku tidak tau, merekapun juga sama menyontok di buku LKS. Gurupun tidak tau kalau berbuat curang, lalu kami menggumpulkan lembaran kertas ulangan kami.
Bel berbunyi waktunya istirahat, aku melihat geng yang sering membuat keheboan berbisik-bisik dengan gengnya, dia melihatku dengan pandangan yang tidak setuju.
Aku langsung berjalan menuju ke wc sekolahan, sesampai di wc sekolahan aku melihat teman sekelas Rendi Perempuan bernama Rini, Rini mengajakku berbicara.
" Hai, aku temanya sekelas Rendi, kalian ada hubungan apa ? " Rini menatapku dengan pandangan serius sambil membenarkan jilbabnya.
" Oh emangnya kenapa? "
" Ngak kok aku lihat waktu itu kamu ke kelasku, dan kamu berbicara dengan dia "
" Oh ngak ada apa-apa kok, emangnya kamu pacarnya rendi yah " Ucapnya
" Ngak kok, aku cuma temennya aku juga kesel dia itu sering mengodaku, sebaiknya kamu menjauhi dia, oh iya aku ke kelas dia dulu yah "
Kemudian Rini meninggalkanku lalu aku masuk ke wc, aku heran kenapa anak itu bertanya seperti itu kepadaku, apa dia ada hubungannya dengan Rendi, apa dia membenciku? Entahlah yang ku tau aku tidak pernah mengusik siapapun.
Aku kembali ke kelasku, dan ku lihat Vera membuat status yang menyinggungkan entah itu untuk siapa, tapi aku merasa tersinggung, Vera adalah anak yang sok cantik dengan rambut panjang ikal, dengan berbadan kecil kurus.
Dia mempunyai geng yang terdiri dari tiga anak termasuk dia, teman di geng dia anak orang kaya, dia selalu memamerkan hp blackberynya ke Anak-anak di kelas, bahkan dia juga membenciku, entah kenapa dia membenciku.
Aku semakin baik dengan temanku Ayu, Lasati kami pulang selalu bertiga, karena pulang kami searah, kami selalu kemana-mana bertiga, bahkan ke kantin bertiga, kalau pulang sekolah Lasati sering membelikan kami es yang ada di warung dan melanjutkan perjalan kami pulang.
Lasati selalu curhat denganku dan Ayu, Lasati mempunyai pacar anak SMK tujuh, Tetapi Lasati masih mengharapkan anak yang ada di kelasku, bahkan Lasati sering di dekati Wahyu anak yang gak ganteng-ganteng amat menurutku.
Lasati sering membangga-banggakan lelaki yang dia suka walaupun dia tau kalau dia sudah mempunyai pacar.
Sedangkan Ayu adalah beragama Buddha, aku awalnya tidak tau kalau ayu itu adalah beragama Buddha, karena dia tidak terlihat seperti keturunan Tionghoa, aku sempat bertanya kepada Ayu mengapa Ayu tidak Berjilbab, dan Ayu hanya tersenyum ketika mendengarkan ucapanku.
Ayu adalah anak yang ramah, sederhana dan baik, orang tua Ayu orang kaya, Neneknya mempunyai cabang pempek dimana - mana, Orang tua Ayu juga mempunyai toko bangunan di mana - mana, kau tau handphone Ayu sangat mahal.
Dia pertama kali mempunyai Tablet Advan, tentu saja Advan Android pertama yang muncul di tahun 2013 an. Meski ku tau Ayu terlahir dari keluarga kaya raya, Ayu masih memakai sepatu merek biasa dan kaos kaki yang berikatan karet.
Ayu juga anak yang lemot kalau di ajak bicara, dia sering bermain hp ketika jam pelajaran di mulai, dia selalu update di sosial media.
Aku senang mempunyai sahabat seperti
Lasati bahkan Ayu, terimakasih tuhan engkau berikan aku sahabat seperti Ayu dan Lasati.