
Sejak pertengkaran Ilham dan Rebi, aku mulai akrab dengan Ilham bahkan Ilham sering mengajak ku bercerita tentang hal yang konyol.
Ilham anak yang baik tetapi Ilham jarang masuk sekolah, entahlah karena alasan apa dia tidak masuk sekolah, yang jelas Ilham selalu berteman dengan anak-anak nakal di kelas sepuluh lainya.
Hari ini kami belajar olahraga yang di ajarkan Bapak Ali, bapak Ali itu keras semua anak takut denganya, jika ada anak yang tidak masuk di jam pelajaran maka akan kena hukum olehnya.
Ilham selalu tidak masuk di jam pelajaranya, Pak Ali meminta seketaris kelas mencatat nama-nama anak yang tidak masuk.
Seketaris kelas memberi salinan anak yang tidak masuk ada beberapa anak yang tidak masuk di jam pelajaranya, kemudian Pak Ali memanggil anak-anak yang tidak masuk di jam pelajarannya dan menghukumnya di depan kami semua, termasuk Ilham teman baru yang aku kenal.
Kemudian Ilham di tarik Pak Ali dengan kuat, Ilham membentak Pak Ali karena tidak terima di perlakukan seperti itu.
Kenapa Bapak menarikku seperti itu ! " Ucap Ilham yang melepaskan tangan Pak Ali
" Kenapa kau tidak setuju ? " Pak Ali mendorong-dorong badan Ilham.
Mata Ilham memerah, Ilam hanya bisa terdiam di hadapan Pak Ali dan kami yang masih berada di kelas, Ilham melihatku dan anak lainnya, Ilham hanya bisa menunduk aku yakin Ilham tidak terima diperlakukan semacam itu.
Kemudian Pak Ali meminta untuk mengambilkan bola basket di Ketua kelas, Ketua kelas menuruti kemauan Pak Ali dan menyerahkan bola basket itu.
Pak Ali meminta anak yang tidak masuk di jam pelajarannya untuk berbaris di depan papan tulis.
Kemudian anak-anak itu berbaris, pak ali mengacungkan bola itu dan melemparkan ke badan ilham dan teman-teman lainya.
Ku lihat wajah mereka yang memerah dan menahan sakit, kami tidak bisa melakukan apa-apa, Bapak Ali mengancam kami jika ada yang melaporkan ke Kepala sekolah, kami hanya bisa terdiam dan menyaksikan kekejian itu
Ketika Pak Ali sudah selesai menghukum anak-anak itu, kami di minta untuk pergi ke lapangan dan berolahraga seperti biasanya.
Ketika Pak Ali pergi ke kantor kami melihat badan anak-anak yang di hukum Pak Ali memerah dan memar.
" Kamu nga apa-apa Ham? " Aku mendekati Ilham yang menahan sakit
" Sakit Nat, aku mau aja ngelaporin perbuatanya ke Orang tua ku, tapi aku masih ingin sekolah disini " Ilham meringgis
" Bapak itu keterlaluan Ham, ngak seharusnya dia membuat pelajaran seperti itu, mending kamu lapor aja "
" Aku masih ingin sekolah di sini Nat, kita baru beberapa bulan berada di sekolah ini "
" Iya juga sih, yaudah kamu makanya sekolah terus dong, emang kenapa kamu bolos ?"
" Rombongan Budi Nat yang memintaku untuk bolos "
" Bodoh, maunya aja kamu di bodohin anak itu ! "
" Dia temanku dari SMP Nat " Ilham menyentuh bagian kulit yang memar
" Terus kalau dia mati,kamu ingin mati juga ? " Sahutku
" Ngak lah kamu ini "
" Yaudah kamu ngak usah ikut olahraga Pak Ali juga udah pergi ke kantor "
" Iya Nat makasih ya "
" Oke "
Aku melanjutkan olahraga ku bersama teman-teman yang lain. Aku melihat Rendi sedang membawa kumpulan buku tulis bersama Rini, ku lihat Rendi yang tertawa-tawa bersama Rini.
Sepertinya Rendi sangat dekat dengan Rini, sedangkan pacaranya Rendi Vera lagi sibuk dengan ponsel yang dia pegang.
Olahraga selesai, kami kembali ke kelas masing-masing untuk membereskan buku yang tergeletak di meja hingga menunggu bel berbunyi untuk pulang.
*****
Aku pulang bersama teman baikku atau sahabat baikku, Lasati dan Ayu kami selalu pulang bertiga, kemana-mana selalu bertiga.
Setiba di persimpangan jalan Lasati di jemput Pacarnya, dan hanya tersisa aku dan Ayu.
Aku dan Ayu selalu belajar tentang menghargai pendapat walaupun kami berdua berbeda Agama, Ayu selalu baik padaku walaupun aku selalu berkelakuan kasar terhadap Ayu karena Ayu anak yang lemot.
" Nat, pacar kamu anak mana ? "
" Anak Jalan Harun Yu " Ucapku
" Oh anak Jalan Harun ya "
" Iya hehe "
" Kamu sayang sama dia ? "
" Sayang banget Yu, dia itu manis, selau membuatku tertawa haha walaupun ada juga sih berantemnya " Aku menjelaskan dengan malu-malu
" Hehe "
" Ayok Yu kita naik, itu taksinya udah ada " Aku menarik tangan Ayu
" Oke Nat "
*****
Kami menaiki taksi yang ada di hadapan kami, dan melanjutkan perjalanan pulang. Kemudian Ayu turun di persimpangan rumahnya.
" Aku duluan yah Nat ! " Ayu melambaikan tanganya
" Oke hati-hati yah, sampai bertemu besok Ayu " Aku membalas lambaianya
" Oke "
*****
Setiba dirumah aku langsung makan dan mandi, aku meletakan hp ku di atas tempat tidurku, selesai mandi aku melihat tiga puluh pesan yang belum terbaca, aku membuka pesan itu dan ternyata pesan itu dikirim oleh pacarku yang tercinta Reyza.
" Sayang kamu mau makan apa malam ini ? "
" Ngak usah sayang, aku udah makan kok "
" Beneran sayang? "
" Iya sayang beneran, mending kamu tabung aja oke "
" Oke deh kalau kamu ngak mau "
" Iya soalnya aku tadi udah makan, kan mubazir kalau ngak di makan "
" Iya sayang, yaudah kalau gitu aku izin main warnet dulu yah "
" Oke jangan pulang malam-malam yah "
" Aku mau pulang malem "
" Kau mau mati ! " Ucapku dengan nada tinggi
" Heheh baik Nyonyaku "
" Yaudah pergi sana ! "
Akhir-akhir ini hubunganku dengan Reyza berjalan dengan baik, Reyza selalu berpamitan ketika dia akan keluar, dia tidak mau melihatku marah.
Aku mendengar suara motor yang berada di depan rumahku, ku lihat dari jendela kaca rumahku dan tiba lah dua orang anak muda. Ku lihat lebih dekat, ku buka pintu rumahku tiba-tiba Kakak Sepupu Rendi datang .
" Assalamualaikum adik "
" Wah kakak, tumben kesini ! " Aku membuka pintu
" Hehe iya Dik tadi kan kita dari luar, jadi langsung aja mampir kesini "
" Oke masuk aja kak " Aku meminta Kakak Sepupu Rendi masuk
" Ohiya, ini teman Kakak namanya Juli "
" Hai Kak " aku menyodorkan tanganku
" Hai, kau Adik angkatnya Triyono yah " Juli menyodorkan tangannya
" Hehe iya Kak "
" Jangan ganggu Adikku yah Jul ! " Triyono menatap mata Juli
" Oh tenang aja yon hahah " Juli tertawa
" Haha " Kami bertiga kembali tertawa
Kami bercerita tentang hubungannya dengan mantannya, aku tau Kakak Sepupu Rendi belum bisa melupakan mantanya, setiap kali dia kerumahku, dia selalu memasang walpaper mantanya itu
Aaku selalu bilang
" Lupakanlah masa lalu itu, kau akan menyakiti dirimu sendiri "
Namun Kakak Sepupunya Rendi hanya tersenyum ketika aku berkata seperti itu, dan menggangapku hanya anak kecil.
Lalu kami juga bercerita tentang kehidupan setelah lulus sekolah, bahkan Kakak Sepupu Rendi menceritakan indahnya Masa SMA, kita tidak bisa mengulangi masa indah itu.
Walaupun kita ingin mengulanginya lagi, gunakanlah Masa Remajamu dengan sebaik mungkin, lakukanlah hal yang positif, karena ketika Masa itu telah selesai kalian akan merindukan teman-teman Masa muda mu.