
Mobil Cylla melesat membelah jalanan ibu kota. Sebenarnya Cylla sudah terbiasa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tapi kali ini berbeda, dia tampak sedikit tegang. Dia terseret dalam situasi bahaya kalo ini.
"Apa yang telah kamu lakukan sampai banyak orang mengejar?" tanya Cylla berteriak.
"Ah...sial gara-gara kamu aku jadi ikut terseret hal berbahaya." ucapnya lagi.
Saat Rald ingin menjawab pertanyaan Cylla, mereka di kejutkan oleh suara tembakan dari arah belakang. Mobil yang mengejar mereka mulai menembaki mobil Cylla.
"AWAS." teriak Rald spontan. Cylla semakin melajukan mobil dengan cepetan tinggi karena takut dengan tembakan itu. Pusat kota nampak sudah jauh, jalanan yang ada di depan sangat sepi.
Mata Cylla nampak berkaca-kaca menahan agak air mata nya tak jatuh. Melihat itu, Rald merasa bersalah karena membuat Cylla terseret dalam masalahnya.
"Maaf, sudah membuat mu terlibat." ucapnya lirih menahan sesak di dada.
Belum pernah Rald bertemu situasi seperti ini, Entah mengapa hatinya sakit melihat gadis incarannya ketakutan dan terseret dalam masalahnya. Biasanya dia sama sekali gak perduli dengan nasib wanita-wanita yang ada di sisinya.
Cylla menginjak rem tiba-tiba. Chitttt.... matanya melotot melihat ke arah depan.
Deg..
Deg..
Deg..
Jantungnya berdetak seperti habis lari maraton. Shit.. umpat Rald melihat beberapa orang melangkah menuju mobil.
Pintu mobil di buka secara paksa, Cylla yang ketakutan hanya diam membeku. Sampai kaca pintu pecah oleh orang-orang itu.
Ah..... Teriak Cylla ketika kaca itu telah pecah. Pecahan kaca itu menggores lengan Cylla. Darah mulai menetes dari sana.
Saat pintu terbuka, Cylla di tarik keluar dari mobil, sama halnya dengan Rald. Tubuh Cylla bergetar, kakinya lemas seakan tak mampu menopang tubuhnya. Segera Rald memegang Cylla agar dia tidak hilang keseimbangan.
"Kalau mau balas dendam padaku kenapa dia tidak turun tangan langsung."
" Hanya menyuruh kutu busuk seperti kalian."
ejek Rald kepada mereka.
Dari arah belakang kerumunan itu, datang seorang pria yang menggunakan topi serta kacamata hitam. " Aku tak menyangka kalau seorang Raja bawah tanah dalam keadaan seperti ini." ucapnya sambil tertawa lepas melihat Rald lemah penuh luka.
"Pengecut, kamu tidak bisa untuk membunuhku sendiri sampai kutu busuk seperti mereka kamu kerahkan untuk melukaiku."ejek Rald pada pria itu.
Pria itu tahu kalau Rald sengaja memprovokasinya supaya marah dan bertindak gegabah. Namun pria itu malah tersenyum ke arah Rald dan Cylla.
"Aku punya syarat untukmu, kalau kamu bisa mengalahkan 30 orang ku, maka aku akan membebaskan mu juga wanita itu." ucapnya sambil menunjuk ke arah Cylla.
"Tapi kalau kamu kalah maka siap-siaplah menuju neraka."
"oya.. kamu tenang aja, gadis manis sepertinya akan cocok untuk menjadi penghangat ranjang ku, mungkin setelah bosan, aku akan memberikannya untuk dinikmati anak buah ku." ucapnya tertawa lalu meninggalkan mereka di sana.
"BRENGSEK." teriak Rald.
Mendengar itu Cylla takut setengah mati, dia bahkan sudah menangis di pelukan Rald.
Perkelahian di mulai, Rald maju dan melawan orang-orang itu. Tubuhnya sudah penuh dengan luka pukulan, dia sudah tak bisa membalas pukulan mereka.
Disaat genting tiba-tiba datang serombongan orang berbaju hitam menodongkan pistol dan mulai menembaki musuh Rald.
Rald yang menyadari itu langsung menarik Cylla untuk masuk ke dalam mobil meninggalkan baku tembak yang terjadi.