My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
Pertemuan



Rald bersiap menuju restoran, dia sudah memesan ruang VVIP untuk pertemuannya dengan Rajendra. Tepat pukul 7.30 dia telah sampai. Rajendra sampai tepat waktu, dilangkahkannya kaki menuju ruang VVIP di restoran itu.


"Selamat malam Tuan Rald." Ucap Rajendra.


"Malam Tuan, silahkan duduk." Ucapnya mempersilahkan Rajendra duduk.


Pembahasan tentang proyek berjalan dengan lancar dan hampir di sepakati bersama, tapi entah kenapa mereka seperti memikirkan sesuatu. Disela pertemuan itu Rald meminta Rajendra untuk bicara empat mata, yang artinya asistennya dan asisten Rajendra tidak boleh mendengar pembicaraan itu.


Rajendra setuju tentang itu dan menyuruh asistennya untuk pergi meninggalkannya bersama Rald.


"Pergilah dulu, aku akan pulang sendiri." ucap Rajendra kepada asistennya dan di balas anggukan oleh asistennya.


Setelah asisten mereka pergi, barulah Rald membuka pembicaraan.


"Maaf, jika saya ingin berbicara sendiri dengan Tuan." Ucap Rald.


"Saya hanya ingin meminta bersetujuan Anda." Ucapnya lagi.


" Persetujuan apa?" Balasnya selidik mendengar Rald.


"Saya ingin mendekati putri Anda, Cylla." Ucap Rald yakin


Rajendra mengerutkan dahinya dan menatap tajam Rald.


" Bukankah aku sudah memperingati mu untuk menjauhi putriku, jangan mencoba mendekatinya dan membuat putriku menderita." Tegasnya.


" Mungkin bagi Anda ucapanku seperti bermain, tapi aku sungguh menyukai Cylla, entah sejak kapan, aku yakin jika aku bukan hanya ingin bermain dengannya, tapi sungguh ingin melindungi Cylla. Tolong izinkan aku untuk mendekati Cylla." ucap Rald dengan kesungguhan.


" Aku tau itu, dan aku juga tau jika dunia ku saat ini pernah Anda pijak juga."


" Dan aku menyesali telah menginjak dunia itu sehingga membuat orang yang aku sayangi terluka." Raut kesedihan terpancar di wajah Rajendra saat mengatakan itu.


Rald sudah tak bisa berkata apa-apa lagi mendengar penuturan Rajendra. Seolah itu juga menjadi ketakutan untuknya. Sesaat dia memikirkan perkataan itu tapi di tepisnya.


" Aku yakin bisa menjaga dan melindungi Cylla." Tegas Rald yakin dengan keputusannya.


Ditatapnya mata Rald, mata yang tajam penuh tekat tanpa rasa takut dan ragu-ragu.


" Baiklah, aku akan mengijinkan kamu mendekati Cylla dengan beberapa syarat." ucapnya sambil menghela nafas.


Senyum terpancar di wajah Rald, iya dia sudah mendapatkan lampu hijau untuk mendekati Cylla walau dengan syarat.


" Apa syaratnya?" tanya Rald


" Pertama, waktumu cuma 3 bulan. Kedua, jangan sampai melibatkan Cylla dalam bahaya. Ketiga, jika Cylla tak menyukai kehadiramu, kamu harus mundur." ucap Rajendra.


Syarat-syarat itu di setujui oleh Rald, dia harus memulai perencanaan untuk mendekati Cylla.


Setelah selesei pertemuan itu, Rajendra segera pulang ke kediamannya. Diperjalanan dia tampak berpikir, tampak jelas kerutan di wajahnya.


Apakah yang aku lakukan ini sudah benar? Aku sungguh kwatir tentang Cylla. Mungkin memang dialah yang bisa menjaga Cylla, apalagi shadow sudah tahu jika aku masih hidup. Mungkin sebentar lagi shadow tahu keberaanku dan mulai membuat ulah lagi.


Ingatannya mulai berkelana di masa lalu, dimana keluarganya mengalami kejadian naas dan membuat putri kesayangannya trauma bahkan hampir membuatnya kehilangan nyawa. Tak bisa di pungkiri jika saat ini dia mulai takut apalagi dia sudah berjanji kepada istrinya untuk tidak kembali kedunia kelamnya lagi. Janji itu seakan membuatnya tak berkutik dengan keadaan jika sampai shadow datang membalas dendam.