My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
TERPURUK



"*Aku bisa memaafkan itu, tapi jauhi putriku. Jangan sampai putriku mengalami hal buruk saat bertemu anda." ucapnya tegas.


Mendengar itu, Rald tidak terkejut, dia tahu pasti jika Rajendra tidak ingin putrinya dalam keadaan yang berbahaya. Tapi apakah dia bisa melakukan itu mengingat dia mulai tertarik dengan Cylla*.


***


Rald diam membisu karena apa yang disampaikan Rajendra.


"Bagaimana? Apa kamu bisa berjanji untuk itu?" ucapnya memecah keheningan.


"Aku tak bisa berjanji tapi akan aku usahakan." ucap Rald bimbang.


"Mari aku antarkan untuk bertemu putri anda."


Rajendra hanya mengangguk dan berjalan mengikuti Rald. Di depan terpampang sebuah pintu. Ketika pintu terbuka, di dalamnya tertata rapi perabotan perabotan mahal berwarna putih. Di atas ranjang putih itu, Rajendra melihat putri tersayangnya dalam keadaan tertidur. Wajah Cylla nampak lemah tak berdaya.


"Baru saja dokter memberikan obat tidur untuknya, agar dia bisa beristirahat." ucapnya seakan tahu apa yang ada di pikiran Rajendra.


Seulas senyum di bibirnya namun terasa perih di dadanya melihat keadaan Cylla.


Didekatinya tubuh Cylla, lalu di kecupnya kening putri kesayangannya itu.


"Baiklah, aku akan membawanya pulang dan terima kasih sudah merawat Cylla. Tapi ingat perkataanku tadi." di tatapnya tajam mata Rald.


"Jangan pernah mendekati putriku. Bukahkah anda tahu persis, siapa anda dan bagaimana kehidupan anda." ucapnya tegas.


Rald terkejut dan melihat ke arah Rajendra. Apa yang dia ketahui, mungkinkah dia tahu yang sebenarnya, pikir Rald.


"Aku tahu siapa anda dan bagaimana anda." seulas senyuman sinis di bibirnya.


***


Rombongan mobil Rajendra mulai meninggalkan villa itu. Terus berjalan di tengah suasana hening pinggiran kota. Sampai beberapa jam berlalu di depan nya telah menanti gerbang kediaman Victory.


Setelah sampai dia langsung menggendong Cylla masuk dan segera naik ke kamar Cylla. Di baringkannya tubuh putrinya, maafkan ayah yang telah gagal melindungimu.


Tak terasa butiran air mata telah lolos berjatuhan. Bunda yang mengetahui Cylla sudah kembali, bergegas masuk kedalam kamar.


"Cylla... kenapa bisa seperti ini?" Tanya bunda histeris.


"Jawab kenapa Cylla seperti ini?" Tangis nya tak berdaya melihat keadaan Cylla.


Rajendra segera memeluk sang istri dan berusaha menenangkannya.


"Maafkan aku sayang, aku telah gagal melindungi putri kita." ucapnya lemah


"Beritahu aku apa yang terjadi." tanya bunda di sela tangisannya.


Dengan sangat hati-hati Rajendra menjelaskan kejadian yang di alaminya dan keadaan Cylla saat ini. Dia tak ingin menutupi sedikitpun hal dari sang istri.


"Sayang, kita harus kuat. Aku harus tetap tegar agar putri kita segera pulih. Jangan sampai Cylla melihat kita terpuruk karena keadaannya." ucapnya seraya menguatkan sang istri.


"Aku sudah menghubungi dokter chen. Dia akan segera datang untuk memeriksa putri kita." ucapnya lagi.


Dia terpukul melihat keadaan Cylla dan istrinya. Dia tahu jika istrinya akan mengingat kenangan buruk beberapa tahun yang lalu ketika melihat keadaan Cylaa sekarang. Semoga kita tak harus mengalami kejadian itu lagi.