
Di sebuah gedung tinggi nampak seorang sedang menunggu telepon dari anak buahnya. Ponsel itu terus di tatapnya tanpa berkedip. Wajah yang mulai keriput itu menunjukan sebuah kecemasan.
Dipandangi nya foto di atas meja kerja itu dengan perasaan gelisah. "semoga kamu tidak apa-apa. aku pasti merasa bersalah jika kamu sampai terluka." gumamnya pelan dengan helaan nafas.
Ponsel itu tiba-tiba berdering. "Bagaimana?" tanya pria itu.
"Semua sudah di bereskan bos. Tapi saat kami sedang menyelesaikan kelompok itu, mereke pergi bos" ucap seseorang di seberang telepon itu ragu.
"Apa? Cepat cari keberadaannya di seluruh kota, aku mau kalian segera menemukannya." perintah pria itu. Tampak raut wajahnya cemas.
"Bersihkan kekacauan itu, jangan sampai polisi juga wartawan mengetahui kejadian tadi, hapus semua rekaman cctv di sepanjang jalan." ucapnya lagi.
"Baik bos." ucapnya dan sambungan telepon terputus.
Di tempat lain, Cylla nampak syok dengan kejadian yang tengah dia alami. Mulutnya terkunci, tubuh nya bergetar, menahan sesuatu.
Rald yang melihat itu tampak cemas melihat gadisnya. Di lajukannya mobil itu menuju villa di pinggiran kota. Tempat persembunyian yang menurutnya paling aman. Setelah beberapa menit, tampak gerbang tinggi menanti nya. Mobil itu melaju masuk ke dalam halaman dan berhenti tepat di depan teras villa itu.
Setelah Rald membuka pintu, dia berpindah menuju pintu sisi Cylla. " Turunlah, aku akan mengobati lukamu." ucapnya pelan.
Cylla tetap tak bergeming, dia masih diam dengan tubuh bergetar. Digenggamnya tangan Cylla dan menariknya keluar dari mobil. Cylla hanya mengikuti langkah kaki Rald sampai Rald berhenti tepat di Kamar tamu. Di dudukannya Cylla di atas kasur,
" Maaf sudah membuatmu seperti ini. Aku berjanji tidak akan membuatmu seperti ini." ucapnya lirih merasa bersalah melihat keadaan Cylla.
Dari arah tangga nampak ray berlari menuju kamar tamu. Dia terkejut melihat gadis yang selama ini di incar bosnya. Keadaannya sangat memprihatinkan.
"Cepat panggil Dokter." perintah Rald. Ray segera memanggil dokter pribadi Rald. Terlintas kembali tentang kejadian tadi, siapa yang menolong tadi? mereka tampak sangat profesional, pikir Rald menduga-duga.
"Hai apa yang terjadi, apa kalian baru saja melakukan penyerangan?" tanya dokter itu.
Rald hanya menggeleng, tak berminat untuk menceritakan.
"Sudahlah percuma bertanya padamu, sini aku obati dulu luka mu, Rald" ucap dokter.
" Bukan aku tapi dia." pandangannya menatap arah Cylla.
"Gadis itu?" kening nya berkerut.
"Lukamu lebih parah, setelah selesei denganmu aku akan menggobati gadis itu." lanjut dokter.
Rald mulai membuka pakaian nya dan betapa terkejutnya Ray juga sang dokter melihat luka-luka itu. Dokter mulai membersihkan luka itu dan mengoleskan salep, beberapa luka yang cukup dalam di tutupnya lalu di perban.
Setelah selesei dokter berkata, "Untuk beberapa hari lukamu jangan kena air, luka-luka mu cukup parah, lebih baik jangan melakukan pekerjaan yang berbahaya dulu."
"Tolong rawat dia, dia bahkan tidak bersuara sejak tadi, obati lukanya jangan sampai menjadi bekas saat sudah sembuh nanti." ucap Rald
Dokter itu mulai membersihkan luka di lengan Cylla dan mengolesi salep.
"Rald apakah tadi gadis ini bersamamu" tanyanya.
Rald hanya mengangguk, Akhirnya dokter tau apa yang terjadi. Bagaimana bisa gadis sepertimu bersama Rald, ucapnya dalam hati sambil menghela nafasnya.
Terima kasih sudah mau dukung autor untuk melanjutkan karya ini, jangan lupa like dan komen...