My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
KESEPAKATAN



*Rald tersenyum penuh kemenangannya. Dia yakin jika Ronald pasti akan percaya dan bekerja sama.


Didalam Ruangan itu mereka berdiskusi tentang hal yang terjadi. Bukti-bukti foto, video bahkan pesan di perlihatkan Ronald kepada Rald. Jika memang dia memutuskan bekerja sama maka dia harus percaya pada Rald*.


***


Bukti-bukti telah selesei di lihat. Rald segera membuat salinan dan menyimpan salinan itu di dalam saku di balik jaketnya. Ronald kembali menyimpan bukti itu di brankas yang berada di balik tumpukan buku.


Brak.. Suara pintu yang di paksa terbuka dari luar. Dengan cepat Rald memberi isyarat kepada Ronald. Diambilnya pistol dan menodongkannya ke arah Ronald. Para pengawal yang menerobos pintu itu terkejut dan waspada melihat pistol yang sekarang berada di tangan Rald. Takut jika tuan mereka terluka, dengan sangat waspada mereka bergerak memojokkan Rald.


"Lepaskan Tuan Ronald" ucap salah satu pengawal sambil menodongkan senjata ke arah Rald.


Rald menyeringai dan door... Timas panas melesat kearah salah satu pengawal. Di ambil nya langkah dan melompat keluar jendela. Rald terus berlari menerobos gelapnya halaman itu sampai ada cahaya di depannya. Dia melesat masuk ke dalam mobil dan menghilang dari jangkauan pengawasan tempat Ronald.


Ronald memerintahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Rald si sekitar tempat itu, untuk pengawal yang terluka dia segera menyuruh mereka untuk mengurusnya. Hal itu dia lakukan untuk mengecoh anak buahnya agar mereka tidak tahu tentang kesepakatan antara dia dan Rald.


Entah kenapa dia yakin jika yang di katakan Rald benar. Mungkin ada mata-mata di dalam organisasinya. Dia harus membuat orang itu agar tidak waspada dan tidak menyadari jika mereka bekerja sama.


"Apakah tuan tidak apa-apa?" ucap Dany orang kepercayaan Ronald.


"iya"


"Untuk apa dia datang kemari?" ucapnya lgi.


Ronald menatap tajam ke arah Dany. Itu cukup membuat Dany merasa takut.


"Dia memperingati ku agar tidak mengusiknya lagi." jawabnya santai.


"Tapi tuan... bukankah dia yang.. " ucapnya terpotong saat melihat raut wajah tuannya.


"Kenapa sekarang kamu banyak bicara? Jangan terlalu mencampuri urusanku jika aku tidak menyuruhmu." ucapnya tegas memperingati Dany.


***


Di dudukinya kursi kebesarannya, di rogohnya saku di balik jaketnya dan mengeluarkan chip. Chip berisi Bukti-bukti yang dia dapatkan dari Ronald.


"X, periksa ini." perintah Rald


"Apa ini?" tanya X


"Chip" jawabbya santai.


"Hai aku tau ini chip bukan permen, yang aku maksud apa isinya." ucap X mendengus kesal.


"kamu akan tahu saat membukanya."


Mendengar Rald mengatakan itu membuat rasa penasarannya bergejolak. Di ambilnya laptop dan peralatan segera dia mengecek isi di dalam chip itu.


Matanya melotot seperti ingin melompat keluar saat mengetahui isi di dalamnya. Di liriknya Rald penuh tanda tanya.


"Bagaimana menurutmu? Apa ada yang salah dengan itu semua?" tanya Rald.


"Aku akan memeriksa lebih teliti soal ini. Sementara chip ini aku bawa." ucap X sambil membereskan laptop dan melangkah keluar dari ruangan itu.


Didalam rungan masih ada Sam dan Ray, mereka sebenarnya ingin tahu apa yang terjadi saat Rald bertemu Ronald, namun niat itu mereka urungkan.


maaf author sedikit sibuk jadi jarang update


Hai kak, dukung karya ku biar aku lebih semangat lagi.


Ayo Vote, Rate dan like di karya author.