
Di angkatnya tubuh putrinya keluar dari kamar tamu itu. Kemudian bergegas keluar menuju mobil di ikuti para pengawal. Diturunkannya tubuh Cylla berlahan di kursi penumpang sebelah kemudi. Saat dia berjalan menuju pintu kemudi, ada seorang pria yang melihatnya. Pria itu nampak terkejut melihat wajah Rajendra, namun karena dia membawa informasi penting. Dia segera masuk ke dalam untuk bertemu Rald.
***
Di Villa Rald
Seorang pria terburu-buru masuk ke dalam villa namun saat masih berada di depan, dia berpapasan dengan seorang pria tua. Selintas dia melihat wajah pria tua itu mirip dengan seseorang.
seperti pernah liat... tapi dimana? gumam nya.
Saat pemikirkan itu, dia ingat jika ada informasi penting yang harus segera di sampaikan kepada bos nya. Dibuangnya pikiran itu dan segera melangkahkan kaki nya masuk ke dalam villa.
Seperginya Cylla, Rald melangkahkan kakinya menaiki tangga dan masuk ke dalam ruang kerja. Dia menjadi bingung, kenapa seperti ada perasaan aneh di dalam dirinya.
"ah iya pasti karena aku belum bisa mendapatkannya, jadi aku merasa seperti ini, kalau seperti itu aku hanya penasaran tentang tubuhnya saja" gumamnya dalam lamunan.
Pintu ruangan terbuka namun Rald sama sekali tidak mengetahuinya. Dia masih sibuk dengan lamunannya.
Pria berambut pirang dan berparas tampan, tubuhnya yang kekar membuat nilai plus untuknya.
"hai bos" ucapnya ke arah Rald. Namun Rald tidak bergeming dengan lamunannya.
"woi Rald." ucapnya sambil menepuk bahu Rald.
" Bisakah kamu mengetuk pintu dulu sebelum masuk ke ruangan ku." tatap Rald sedikit kesal.
"hei aku dari tadi sudah mengetuk tapi kamu tidak dengar, jadi jangan salahkan aku kalau langsung masuk."ucapnya enteng.
"ada masalah apa sampai membuatmu kesini."
"aku punya informasi penting tentang penyerang itu. Dan sesuatu tentang gadis yang bersama mu." ucap nya
"aku tau, Ronald yang mendalangi ini. Tapi kenapa dia sampai ingin membunuhku kalau hanya karena masalah sepele." ucap Rald.
"Apa? Bagaimana mungkin aku saja tak tahu siapa adiknya?" tanyanya bingung.
"Tapi dia punya sebuah foto yang membuktikan kalau kamu berada di hotel yang sama dengan di temukannya adiknya dalam keadaan yang mengenaskan." ucapnya sambil memberikan beberapa foto di atas meja.
"aku sama sekali tidak tahu tentang adiknya, siapa nama adiknya."
"Agnes Renz, gadis berusia 17tahun, mulai ikut dalam industri modeling." ucapnya
"Cari informasi yang detail, aku tidak mau menjadi kambing hitam dalam masalah ini. "
"Baiklah, aku akan mencari informasi nya. oya tadi saat aku mau masuk villa, banyak rombongan disana, siapa mereka?" ucapnya
"Itu adalah ayahnya Cylla dan para pengawal, mereka menjemput Cylla." ucap Rald lirih.
"Bukankah kamu punya informasi penting tentang Cylla, X." tanya Rald.
"Aku belum memastikannya sendiri, setelah aku memastikan kebenaran informasi itu. Aku akan langsung bilang kamu." ucapnya.
Rald sedang memikirkan rencana untuk membereskan Ronald. Tiba-tiba seringai muncul di bibirnya.
"Cepat hubungi anggota inti kita, ada yang ingin aku sampaikan. " pinta Rald pada X.
Tak berapa lama X menelpon, Ray dan Sam datang. Mereka berdiskusi tentang sesuatu hal.
"Apa kamu yakin untuk itu?" tanya Sam.
"Bukankah terlalu beresiko." ucapnya lagi.
"Tentu saja, lebih baik aku jalankan rencana itu. Dia pasti akan bekerja sama denganku." ucap Rald penuh kepastian.