My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
MEMULAI MENGINTAI TARGET



Kediaman Victory


Cylla bangun dengan wajah berseri. Dia segera masuk kamar mandi untuk menyelesaikan rutinitasnya. Setelah selesei Cylla turun ke bawah dan menjumpai orang tuanya di meja makan. Selesei sarapan Cylla segera bergegas ke kampus.


Di jalan dia terus memikirkan kejadian kemaren sampai tidak terasa mobilnya sudah memasuki halaman kampus. Cylla memarkirkan mobilnya di tempat biasa. "Tumben mereka belum datang." batin Cylla.


Dering ponsel mengagetkan Cylla. "Halo." Ucap Cylla.


" Hai sayang, kamu dimana, kita mau main ke rumah nih." Balas Kayla di sebrang telepon itu.


" Aku di kampus tapi kok sepi ya, kalian gak dateng ke kampus." Jawab Cylla. Hahaha, tawa renyah terdengar di seberang telepon, membuat Cylla memanyunkan bibir.


" Sayang, kamu gak baca grup kelas ya? Hari ini kita gak ada kelas, jadi buat apa kita ke kampus." Jawab Kayla sambil tertawa membayangkan ekspresi Cylla saat itu.


Huh, Cylla menghela nafas, bagaimana bisa dia lupa melihat notifikasi grup di ponselnya. Mungkin karena pikiran Cylla tetang kejadian kemaren malam.


"Aku lupa melihat ponsel ku sejak kemaren kita pulang," ucap Cylla.


" Daripada kita gak ada kerjaan, yuk kita nongkrong di cafe biasa." sahut Kayla.


"Oke" balasnya sambil menutup telepon itu. Cylla menghidupkan mobil kesayangannya dan melaju meninggalkan parkiran kampus menuju cafe untuk bertemu dengan kedua sahabatnya.


Cafe Starligth


Sesampainya di cafe, dia langsung masuk ke dalam dan mencari kedua sahabatnya. Entah kenapa dia merasa ada orang yang sedang memperhatikan, hal itu terjadi sejak dia keluar dari rumah.


Ada sepasang mata yang terus memperhatikan gadis itu. Dia tersenyum penuh arti saat melihat gadis itu tertawa bersama temannya. Ya sejak semalam dia sudah memutuskan untuk mencari tau gadis itu, bahkan menandai gadis itu untuk menjadi miliknya. Mungkinkah hanya penasaran, atau hanya sebatas ingin menikmati tubuh molek gadis itu, dia tak tahu.


Setahunya, tidak ada gadis yang akan menolak jika dia menginginkannya. Apapun yang terjadi, gadis itu harus bisa berada di atas ranjangnya. Tak perduli harus memakai cara halus ataupun kasar. Tadi malam Rald sudah memerintahkan Ray untuk mencari tahu soal gadis itu. Namun anehnya hanya sedikit informasi yang Ray dapatkan. Padahal Ray sudah menyuruh hacker untuk mencari informasi itu.


"Siapa sebenarnya kamu? Kenapa sedikit informasi yang bisa di dapatkan? Cylla Victory... Ini membuat aku semakin ingin memilikimu." Gumam Rald sambil menjalankan mobil meninggalkan tempat tersebut.


Di dalam cafe, Cylla bercerita tentang kejadian kemaren malam. Hal itu membuat sahabatnya shock mendengarnya.


"Untuk saja kamu gak apa-apa Cylla, lalu gimana keadaan orang itu." Tanya Vero.


"Hm, entahlah.. Tadi pagi aku sempat menelepon rumah sakit, tapi mereka bilang kalau orang itu langsung pulang setelah selesei di rawat." ucap Cylla sambil menghela nafas.


"Kita pulang yuk, bunda sudah mengirim pesan kalau kita harus cepet pulang. Katanya bunda kangen sama kalian." ucap Cylla dan bergegas ke kasir membayar pesanan di ikuti Vero dan Kayla.


Hai gaes, makasih sudah mau membaca novel ku. Kira-kira gimana ya kelanjutan kisah Cylla? Jangan lupa like dan komen.


TERIMA KASIH


Hai kak, dukung karya ku biar aku lebih semangat lagi.


Ayo Vote, Rate dan like di karya author.