My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
PERASAAN



Di sudut ruangan yang minim penerangan itu terlihat lelaki sedang menikmati segelas wine. Raganya di sana namun entah pikirannya melayang dimana. Terdengar langkah kaki mendekat ke arah lelaki itu.


Lelaki itu, Rald. Suasana hatinya beberapa hari ini sangat buruk. Dia tak tau apa yang terjadi padanya. Ada tangan yang mulai bergerak membelai Rald. Ya wanita itu adalah wanita yang begitu menginginkan Rald, Lea nama wanita itu. Dia adalah model yang bernaung di bawah perusahaan Rald. Demi mendapatkan posisinya dia begitu gencar menggoda Rald. Namun yang dia terima hanya lah julukan wanita penghibur untuk Rald, bukan sebagai kekasih Rald tapi hanya pemuas napsu saja.


Dengan agresif Lea mulai menyentuh Rald, dibukanya helai demi helai pakaian yang dia kenakan sampai tak tersisa satupun.


Lea mulai berlutut di depan Rald, membuka celana Rald dan mulai mencumbu milik Rald. Dia sangat agresif, dan mulai terangsang sendiri. Namun berbeda dengan Rald, untuk saat ini dia bukannya menikmatinya tapi malah menjadi jijik melihat kelakuan Lea.


Dihempaskannya Lea begitu saja.


"Pergi." ucap Rald tanpa melihat Lea.


"Kenapa Rald? Bukankah kamu selalu menyukai hal ini, hari ini aku akan memuaskanmu. " ucap Lea seraya bangkit dan mulai mencumbu Rald.


"Enyah dari hadapanku." ucap Rald menatap tajam ke arah Lea.


Melihat itu Lea sadar jika Rald sedang dalam suasana hati yang buruk, dia segera mengambil pakaiannya dan pergi dari ruangan itu.


Tak lama ada orang datang dan masuk ke dalam ruangan itu.


"hai bro, tumben sendiri." ucap Nathan sambil berlalu duduk di sofa dekat Rald.


"bukan urusanmu." jawab Rald ketus.


Rald menatap tajam ke arah sahabatnya itu.


"Jangan bilang karena gadis waktu itu, emm,, siapa namanya cy-lla. ya pasti karena cylla." tebak nathan.


Rald mendengus kesal mengetahui jika sahabatnya itu tau tentang hal itu. Memang benar yang nathan katakan, beberapa hari ini dia selalu memikirkan gadis itu, bukan karena keinginan untuk membawanya naik ke atas ranjang tapi lebih tepatnya ingin memiliki cylla hanya untuknya.


Nathan yang melihat reaksi Rald mulai serius dan memberikan nasehat untuk Rald.


"Rald, coba tanyanya pada hatimu, perasaan mu untuk gadis itu seperti apa? Apa hanya sebatas ingin menikmatinya saja atau lebih dari itu? Yakin kan dulu perasaanmu apa kamu mulai menaruh hati untuknya." ucapnya berusaha meyakinkan Rald tentang perasaannya.


Nathan tahu betul sifat Rald dan bagaimana Rald memperlakukan wanita. Bisa dibilang ada sesuatu trauma di dalam diri Rald. Sesuatu yang tak pernah Rald buka dan ceritakan.


Setelah mengatakan itu Nathan pergi meninggalkan Rald sendiri dalam lamunannya. Berkali-kali Rald berusaha menyakinkan dirinya sendiri. Berusaha keras berpikir jika saat ini dia hanya menginginkan Cylla sebagai pelampiasan saja.


Semakin dia memikirkan itu, semakin dia menjadi kacau. Hanya karena gadis yang baru dia temui, tapi gadis itu sudah berhasil membuat Rald menjadi seperti ini.


Baginya Cylla berbeda dengan kebanyakan wanita yang ada di hidupnya. Cylla tidak tergoda karena ketampanannya, bahkan dia mau menolong orang tanpa harus mengenal orang itu.


"Cylla mungkinkah aku mulai menginginkanmu menjadi milikku. Aku akan memastikan tentang perasaanku padamu." gumam Rald sembari meneguk wine.