
Baiklah, ayo kita bertemu di danau hari minggu. ~ Cylla
...****************...
Seulas senyum terbit di bibir Rald. Di pandanginya benda pipih itu seakan tak percaya jika gadis itu mau bertemu dengannya. Dibacanya lagi pesan itu untuk meyakinkan bahwa Cylla mau bertemu dengannya. Malam ini Rald bisa tidur dengan nyenyak. Dia sangat bahagia memikirkan hidupnya saat ini.
Malam berganti, udara dingin tak membuat Rald bermalas-malasan. Hari ini dia mempunyai proyek yang harus di tangani. Bisa di bilang jika proyek ini lulus maka jalan untuk mendekati gadis pujaan nya akan berjalan tanpa hambatan. Setelah selesei merapikan diri, Rald menuju ke ruang makan untuk sarapan sekaligus menunggu asistennya.
Tak lama derap langkah terdengar dari arah luar. Ray dan X telah sampai di kediaman Rald.
" Bos, maaf semalam aku blm bisa datang." ucap X.
"hmm." Respon Rald mendengar itu. Rald tau jika X pasti punya alasan kenapa tak datang malam tadi.
" Bos, lebih baik kita bicara di ruang kerja saja." Ucap Ray.
Rald menyelesaikan sarapannya dan segera melangkahkan kaki menuju ruang kerja di ikuti Ray dan X.
"Katakanlah." Ucap Rald seraya duduk di kursi singgasana nya.
Segera X memberitahu informasi kepada Rald tentang Cylla dan keluarganya. Setelah X selesei, dia berkata " Semalam aku dikejar oleh sekelompok orang, entah itu siapa, tapi yang pasti mereka mengejarku karena aku memiliki informasi ini."
Rald mengangguk menandakan dia setuju perihal itu. Pikirannya entah berkelana kemana tapi itu semua membuktikan bahwa keluarga Rajendra tidak sesederhana itu. Bahkan Rald sempat terkejut mengerahui itu semua. Bisa dipastikan jika Rajendra termasuk orang yang kuat.
X tahu nyawanya bisa saja terancam jika dia masih berkeliaran di luar sana, benar apa yang di katakan Rald, menunggu sementara waktu di sini. Toh selama ini dia hanya berurusan dengan Teknologi dan kawan-kawan nya. Lagipula disini fasilitas yang dimiliki sudah canggih sama seperti di tempat X.
Setelah berdiskusi Rald dan Ray segera meluncur ke perusahaan guna menunggu pertemuan malam nanti dengan Rajendra.
...****************...
Di Kediaman Rajendra, Cylla masih enggan terbangun dari tidurnya, semalam dia tidak dapat tidur dan baru tidur menjelang fajar. Pikiran Cylla berkecamuk karena pesan yang dia setujui malam tadi.
Ah, bodoh sekali aku, kenapa juga aku mau menuruti permintaan orang itu, bagaimana kalau dia ternyata hanya orang jahat atau mungkin dia berniat jelek padaku. Cylla kau benar-benar bodoh,,
Semalam Cylla benar-benar merutuki kebodohannya. Nasi sudah menjadi bubur, dia tetap harus menemui orang itu, Cylla lelah jika selalu di teror seperti ini.
...****************...
Di perusahan, Rajendra sedang menerima panggilan, raut wajahnya sedikit suram, entah apa yang di katakan oleh orang di panggilan itu.
"Baiklah, kau awasi terus disana, biar aku yang menyelesaikan disini." ucap Rajendra menutup panggilan itu dan menghela nafasnya.
Rajendra mulai memikirkan kejadian demi kejadian yang menimpa keluarganya akhir-akhir ini. Dia nampak tidak senang jika keluarganya di usik. Ya, hari ini dia harus menyelesaikan semuanya. Jangan sampai kebahagiaannya di rusak oleh orang lain dan dia tak ingin Cylla mendapatkan bahaya terus menerus.
Rald Leullyn, ayo kita seleseikan urusan kita.