My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
MENJEMPUT CYLLA



Malam semakin larut, kini di kediaman Victory telah berkumpul para pengawal yang handal dan profesional.


"Apakah semua sudah siap?" tanya Jendra pada mereka.


"Kami siap Tuan."


Mereka segera masuk ke mobil dan meninggalkan halaman rumah itu. Jendra sengaja hanya membawa 10 orang saja. Walau hanya sedikit tapi mereka adalah orang-orang pilihan.


Rombongan mobil itu beriringan mempecah kesunyian jalan menuju pinggiran kota.


Satu jam yang lalu, Jendra mendapat informasi lokasi keberadaan Cylla dari asisten pribadinya. Tentu sekarang ini jadi hal mudah baginya untuk menjemput Cylla.


Dia tak ingin ada pertumpahan darah. Oleh karena itu dia hanya membawa pengawal sedikit saja.


Perjalanan memakan waktu hampir 2 jam untuk mencapai lokasi. Tak berapa lama Terlihat bangunan megah di ujung jalan itu. Banyak pengawal yang berada di sana. Mungkin akan sulit untuk menerobos ke dalam.


Lebih baik meminta ijin kepada sang pemilik villa itu. Mobil rombongan itu perhenti di depan gerbang tinggi nan megah. Jendra lalu turun dari mobil, sebelum turun dia mengambil sebuah pistol di bawah kursi kemudi.


"Selamat malam. Maaf saya berkunjung tengah malam. Saya ingin bertemu pemilik villa ini untuk sebuah hal yang penting." ucapnya ramah.


Penjaga di dalam pos itu sedikit mengerutkan kening menatap curiga kepada Rajendra.


"Maaf mungkin ada salah alamat, pemilik villa ini tidak ada di tempat." ujar salah satu penjaga.


"Benarkah? Lalu kenapa Tuan Leullyn menyuruh saya dateng kemari." tanyanya pada penjaga itu.


"Tolong katakan kepada Tuan Leullyn, jika Rajendra Victory datang kemari."


Mendengar nama tersebut para penjaga terkejut. Salah satu penjaga segera menelpon ke dalam villa.


Di dalam Villa


Pelayan yang bertugas malam hari langsung mengangkat telepon itu. Setelah mendengar kalimat di sambungan itu, pelayan segera memanggil Rald yang saat ini berada di ruang kerja.


Tok..Tok...Tok...


Diketuknya pintu ruang kerja itu berlahan.


Masuk. Setelah mendengar perintah dari dalam ruangan, pelayan itu segera membuka pintu.


"Maaf Tuan, ada panggilan dari pos depan. Ada seorang pria bernama Rajendra Victory datang ingin bertemu tuan." ucap pelayan itu menunduk hormat.


Rald mengangguk dan memberi isyarat agar pelayan itu pergi. Pelayan itu segera memberitahukan kepada penjaga, jika tuan mengijinkan mereka untuk masuk ke dalam.


Rajendra yang telah mendapat ijin segera bergegas masuk ke dalam. Sesampainya di depan Pintu villa itu, pelayan telah menanti dan mempersilahkan mereka masuk. Rajendra dan beberapa pengawal menunggu sang pemilik villa di ruang tamu.


Tak lama Rald turun dan menghampiri mereka. "Selamat malam Tuan Rajendra." sapa Rald.


"Selamat malam juga Tuan Leullyn." ucap nya seraya tersenyum ramah.


"Maaf sudah mengganggu Tuan di tengah malam seperti ini. Kedatangan ku hanya untuk memastikan keadaan putriku dan menjemput putriku pulang." ucapnya tanpa basa basi.


Rald sedikit terkejut karena Rajendra bisa dengan mudahnya mendapat informasi keberadaan Cylla.


"Baiklah jika memang tuan ingin menjemput putri anda." ucap Rald.


"Tapi sebelum itu, saya mohon maaf jika sudah membuat putri anda dalam keadaan berbahaya." ucapnya bersalah.


"Aku bisa memaafkan itu, tapi jauhi putriku. Jangan sampai putriku mengalami hal buruk saat bertemu anda." ucapnya tegas.


Mendengar itu, Rald tidak terkejut, dia tahu pasti jika Rajendra tidak ingin putrinya dalam keadaan yang berbahaya. Tapi apakah dia bisa melakukan itu mengingat dia mulai tertarik dengan Cylla.