
Beberapa hari berlalu, hari ini Cylla sedang bersantai bersama orang tuanya. Cylla nampak berbincang bersama ayahnya, sedangkan sang bunda sibuk merawat tanaman bunga di halaman.
Disela kegiatan mereka, Pak man satpam kediaman Victory menghampiri Cylla. "Permisi nona, ada orang yang mengantar buket mawar untuk nona." ucap pak man sambil memberikan buket mawar tersebut.
"Terima kasih pak." balas Cylla menerima buket mawar itu.
"Tapi non... Itu tidak ada nama pengirimnya." ucap Pak Man sedikit ragu.
Cylla mengangguk dan mempersilahkan Pak Man kembali ke pos. Dilihatnya buket itu, ada sepotong kertas terselip di sana. Dia terkejut saat membaca isi kertas itu.
*Mawar ini pantas untuk mu gadisku. Aku yakin kamu akan menyukai pemberianku.
Dari Lelakimu*
Seketika Cylla teringat kembali tentang pesan waktu itu. Wajahnya memuat kekhawatiran dan rasa takut, namun dia tidak ingin ayah bunda menjadi cemas.
"Cantik sekali sayang, siapa yang mengirim bunga itu?" tanya bunda.
" Gak tau bun, gak ada nama pengirimnya." ucapnya sambil menghela nafas.
"Wah,,, Sepertinya puteri ayah sudah memiliki teman spesial."
" Benarkah sayang, coba katakan pada bunda, siapa dia."
" Eh,, Ayah. Ini mungkin ulah orang iseng aja, Ayah kan tau Cylla punya banyak pengemar." ucapnya tersenyum berusaha menutupi perasaannya.
Cylla masuk ke dalam rumah meninggalkan ayah dan bunda. Dia bingung harus bicara atau tidak tentang kejadian yang belakangan ini terjadi dan sedikit mengusiknya. Tapi dia juga takut kalau semua ini akan membuat orangtuanya merasa cemas.
Sesampainya di kamar buket itu dia letakkan di atas meja dan dia merebahkan badannya di atas kasur. Pikirannya melayang entah kemana.
Hari ini Cylla berencana berbelanja bersama kedua sahabatnya sekaligus menceritakan kejadian yang mengganggunya belakangan ini. Yakin kalau mereka bisa menemukan solusi untuknya. Cylla membaca buku sambil menunggu waktu bertemu sahabatnya.
MARKAS DD
Ada seorang yang berada di dalam ruang kerja sedang membayangkan ekspresi Cylla saat mendapat buket itu. Orang itu tidak lain adalah Rald. Tadi pagi dia sengaja memerintahkan anak buah nya untuk membeli buket itu dan mengirimnya ke rumah Cylla.
Baginya ini adalah salah satu cara untuk mendapatkan Cylla. Lagipula gadis mana yang akan menolak jika di beri bunga mawar. Dia tidak tahu kalau hal ini malah membuat Cylla menjadi takut. Dia sangat yakin jika Cylla senang mendapatkan kiriman buket mawar itu.
Aku harus segera bertemu dengannya, ya.. aku harus membuat pertemuan seperti tidak sengaja. Aku yakin dia masih mengingatku. Gumam Rald.
Rald menelpon Ray untuk mencari tahu kegiatan Cylla hari ini. Dia sangat ingin bertemu Cylla.
Tak lama terdengar ketukan pintu. "Masuk."
"Hai bos. Dia akan bertemu temannya di Mall LL Grup sore nanti jam 3." ucap Ray.
Rald hanya menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Ray ingin bertanya kenapa Rald ingin mengetahui gadis itu, namun diurungkan niat itu. Dia tahu klo Rald tidak suka urusan pribadinya di campuri. Yang dia tahu gadis itu cuma mangsa untuk Rald.
Malang sekali nasibmu bertemu dengan maniak seperti Rald, gumam Ray dalam hati meratapi nasib gadis itu kelak.
Tunggu aku Cylla, mulai hari ini kita akan sering bertemu, gumam Rald sambil tersenyum.
DI TUNGGU LIKE DAN KOMENTAR NYA.
TERIMA KASIH