My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
PENCARIAN DI MULAI



Setelah istrinya tenang, dia langsung mengajak istrinya istirahat. Dia tidak ingin istrinya terlalu stres memikirkan hilangnya Cylla, mengingat kesehatan istrinya yang tidak stabil.


Dengan senyuman lembut dia merebahkan tubuh istrinya di atas kasur.


"Istirahatlah, aku berjanji akan membawa Cylla pulang." Ucapnya menenangkan sang istri.


Apa yang harus ku lakukan? Dimana kamu sayang? Apakah kamu terluka sampai tak bisa menghubungi ayah dan bunda?


Banyak pertanyaan muncul di benaknya saat itu. Senyumnya terulas dibibir melihat istrinya sudah tertidur. Pasti karena terlalu lelah memikirkan putri kesayangannya itu.


Dengan sangat hati-hati dia meninggalkan kamar menuju ruang kerja nya. Dia menekan tombol di ponselnya untuk menghubungi seseorang.


Tolong segera temukan Cylla, bagaimanapun caranya, perintahnya kepada seseorang di sambungan telepon itu.


Dia mulai duduk di kursi belakang meja kerjanya. Dibukanya laci pertama sebelah kanan dan menggambil sebuah kunci di sana.


Dipandanginya kunci itu seolah ragu dan hendak mengembalikannya di laci.


Setelah cukup lama dia berfikir akhirnya dia mengambil sebuah keputusan. Mungkin keputusan ini akan membuat dia kehilangan istri dan putrinya.


Cekrek...pintu terbuka, dan dia sangat terkejut melihat siapa yang datang. Namun dia berusaha menutupi rasa terkejutnya dan langsung tersenyum.


"Sayang, bukankah tadi kamu sudah tidur, apa yang membangunkan mu?" ucapnya.


"Apa yang akan kamu lakukan dengan kunci itu?" tanya bunda Kira dengan nada tegas.


"aku...tadi hanya melihat lihat saja, tak punya maksud yang lain." jawabnya seolah tahu yang di pikirkan sang istri.


Bunda segera duduk di sofa yang berada di dalam ruang kerja.


"Bisakah kamu berjanji untuk tidak memikirkan hal itu." pintanya kepada sang suami.


"Aku yakin kita bisa melewati ini semua, Bukankah kita bisa melewati bertahun tahun tanpa melakukan itu." kata bunda Kira.


Di hampiri nya sang istri lalu di peluknya dan dikecupnya kening sang istri sambil tersenyum.


"Maaf kan aku yang sempat berpikir melakukan hal itu." katanya tulus kepada sang istri.


Bunda Kira mengangguk pelan dan mempererat pelukan sang suami. Semoga kamu tak mengingkari janjimu.


Ponsel berdering, dia langsung berdiri dan melangkah ke arah meja untuk melihat siapa penelpon itu.


"Halo, apakah sudah ada kabar tentang putriku?" tanyanya kepada seorang di seberang telepon itu. Didengarkannya dengan seksama penelpon itu. Dia sedikit tersenyum dan melirik ke arah sang istri. Selama orang itu berbicara, dia hanya mengangguk- anggukkan kepalanya.


"Baiklah, terima kasih atas informasi yang kamu berikan. Segera kumpulkan pengawal di Rumah utama, Kita akan segera menjemput putriku." lalu di putuskannya sambungan itu.


Bunda Kira yang mendengar kata-kata sang suami langsung memasang wajah bahagia. Dia sangat senang mendengar Cylla sudah di temukan.


"Apa benar Cylla sudah di temukan? Dimana dia? Ayo kita kesana menjemput Cylla" ucapnya semangat.


"Hei sayang, dengarkan aku." ditatapnya wajah sang istri.


"Aku akan segera membawa pulang Cylla, hanya aku dan para pengawal." Raut wajah sang istri berubah menjadi muram.


"Lebih baik kamu di rumah saja dan memasakkan Cylla makanan kesukaannya. Bagaimana kalau Cylla lapar saat pulang nanti? Apakah istriku ingin melihat putrinya kelaparan" jelasnya lagi.


Bunda Kira tersenyum dan langsung mengangguk tanda setuju dengan yang di katakan sang suami.


Nah akhirnya ayah sudah tahu keberadaan Cylla tapi Apa yang akan di temuinya saat menjemput Cylla.


tunggu update selanjutnya ya😊😊