
Tepat jam 3 sore itu, Cylla sudah berada di Mall pusat untuk bertemu sahabatnya. Sembari menunggu Cylla memesan coffe latte di cafe JLO, tempat pertemuan nanti. tak butuh waktu lama, dari arah pintu masuk muncul wajah yang tak asing . Vero dan Kayla menghampiri Cylla dan duduk di sana. Meja paling ujung sudah biasa mereka tempati. Pelayan datang dan menyodorkan buku menu di atas meja. Pelayan itu mencatat pesanan mereka dan segera beranjak pergi mempersiapkan menu tersebut.
"Cylla, kamu udah lama nunggu kami."
" Gak Ro, baru aja aku sampai lalu pesan coffe, kalian datang."
"Oya katamu ada sesuatu yang mau kamu sampaikan, coba cerita." tanya Kayla.
Dengan menghela nafas akhirnya Cylla bercerita. Awal tentang pesan yang di terimanya beberapa hari lalu dan buket bunga tadi pagi. Bukan hanya itu saja, dia juga bercerita kalau beberapa hari dia seperti ada yang mengikuti. Dia takut untuk memberitahu orangtuanya karena pasti mereka akan cemas dan semakin over protektif pada Cylla.
"Apa gak sebaiknya kamu cerita sama bunda?" ucap vero yang di tanggapi gelengan kepala dari Cylla.
"Iya Cylla, takutnya itu bukan hanya sebuah teror." sambung kayla.
Cylla berfikir sebentar lalu berkata, "Baik, mungkin besok aku akan cerita ke ayah bunda." Di tanggapi senyuman dari Vero dan Kayla.
Di luar cafe itu, tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat kegiatan mereka. Dia mengulas senyum melihat gadis itu. Saat dia mulai melangkah menuju pintu masuk cafe, tiba-tiba dia tidak sengaja berpapasan dengan seorang pria. Matanya melotot terkejut melihat sebuah pistol di pinggang pria itu. Di urungkan niat untuk bertemu gadisnya. Dia pergi menuju parkiran, gerak geriknya seperti sedang di awasi.
Kamu pikir aku akan diam saja melihat mu masih bernafas bebas, gumam pria itu.
Pria itu mengambil ponsel dan menekan beberapa nomor.
"Aku akan membalas semua perbuatan mu, rasa sakit yang kamu berikan akan kamu dapatkan." ucap pria itu mengepalkan tangan dan melenggang pergi meninggalkan tempat itu.
Cafe JLO
Cylla di buat kesal sahabatnya. Beberapa menit yang lalu Vero pamit untuk pulang setelah mendapat panggilan dari orang tuanya. Setelah itu sama halnya dengan Kayla yang pergi ketika kekasihnya datang dan mengajak dia kencan.
Dengan wajah muramnya, Culla pergi meninggalkan cafe dan segera pulang. Huh mereka bener bener ya bikin aku kesel, katanya mau nemenin aku ternyata malah sibuk sendiri-sendiri, umpat Cylla.
Semenjak meninggalkan mall perasaannya sedikit tidak tenang. Seperti akan ada sesuatu hal yang terjadi. Di lampu merah jantungnya berdetak keras. Ada kecelakaan di depan sana, keadaan mobil itu penyok bagian depannya, kaca yang pecah, berasap di bagian depan seolah" seperti mau meledak.
Pintu mobil Cylla terbuka, masuk lah seorang pria dengan lengan terluka dan keningnya mengeluarkan darah. "KAU " ucapnya teriak.
" Cepat jalankan mobilmu." perintahnya. Cylla masih diam karena terkejut.
" Cepat... Jangan sampai mereka menangkap kita." ucap pria itu lagi.
Cylla yang tersadar lalu segera melajukan mobilnya. Sesekali dia melihat ke arah spion. Terlihat ada mobil yang sedang mengejar.
Kenapa aku harus menuruti pria ini, achhh... pasti aku sedang sial sampai bertemu situasi seperti ini. Keluhnya frustasi dalam hati.