My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
KEBERSAMAAN



Cylla dan kedua sahabatnya telah memasuki halaman rumah keluarga Victory. Dan bergegas masuk menemui sang bunda.


"Bunda." Panggil Cylla seraya mencari keberadaan bunda Kira.


"Iya sayang, kenapa kamu teriak-teriak begitu" ucap bunda.


"hehehe, ini Cylla bawa Vero juga Kayla, bun." jawab Cylla.


"Bawa...Bawa... Emang kita barang, yang harus di bawa." gerutu Vero mendengar ucapan Cylla.


"Bukan bawa Cylla, tapi ajak." Kayla memberi pembenaran.


Mereka akhirnya tertawa mendengar ucapan Cylla. Bunda lalu menyuruh mereka untuk ke ruang keluarga. Dan bunda mengambilkan kue buatannya dan beberapa jus serta makanan ringan untuk mereka berempat.


" Hm, enak banget bun." puji Vero di sela dia memakan kue buatan bunda Kira.


" Iya nih, emang bunda paling the best." sabut Kayla mengacungkan dua ibu jari ke arah bunda.


"Jelas dong, bunda siapa coba." sambil nyengir membalas kedua sahabatnya.


Bunda Kira hanya tersenyum melihat mereka, sesekali dia bahkan di bikin tertawa dengan tingkah konyol mereka bertiga. Suasana rumah bertambah hangat kala tiga sahabat itu berkumpul. Mereka berdua sudah di anggap puteri sendiri, tidak ada kecanggungan di antara mereka.


Drrrtt... drrrttt....drrrtt


Ponsel Cylla bergetar, keningnya berkerut kla melihat notifikasi di ponsel itu. Nomor tak di kenal, apa ini.. Mulutnya menganga tak percaya melihat pesan dari pengirim nya.


"Cylla kamu kok gitu banget pas lihat ponsel mu." tanya Vero curiga melihat ekspresi Cylla.


Akhirnya mereka melanjutkan obrolan, dan melihat drakor di televisi. Bunda begitu bersyukur melihat kedamaian dan kebersamaan di dalam keluarganya.


Semoga kebersamaan ini akan selalu ada, jangan sampai kebahagiaan ini terenggut dari kalian, gumam bunda Kira melihat mereka.


Bunda berdiri dan meninggalkan mereka bertiga di ruang keluarga, sudah jadi kebiasaan jika bunda selalu istirahat saat siang hari.


Langit mulai berwarna jingga, Vero dan Kayla berpamitan, karena hari telah gelap. Setelah kepergian dua orang itu, Cylla bergegas masuk ke kamar dan mulai membersihkan dirinya. setelah selesai dia langsung berbaring tanpa mengganti pakaian nya, hanya berbalutkan handuk kimono. Pikirannya menerawang jauh mengingat pesan tadi siang. Dilihatnya lagi pesan itu,


Kamu sungguh cantik sayang.


Tubuhmu membuat aku menjadi bergairah.


Aku sudah gak sabar untuk memiliki mu, Cylla Victory


Dibacanya berulang ulang pesan itu, Cylla sedikit takut saat melihat pesan itu, bukan hanya pesan tapi juga foto dirinya berada di kafe dan parkiran kampus. Sejenak dia berfikir untuk memberi tahu ayahnya namun diurungkan niat itu.


Jika sampai ayah tau, aku gak mungkin di ijinkan untuk pergi, atau mungkin ayah akan menyuruhku membawa beberapa pengawal. ahhhh.... gak.. gak.. mending sementara aku sembunyikan dulu masalah pesan ini, batin Cylla sambil menggelengkan kepalanya. Berlahan Cylla merasakan kantung, tak di sadari dia sudah menguap beberapa kali. Dan akhirnya Cylla tertidur.


Waktu makan malam, ayah tidak melihat keberadaan putrinya. Lalu bunda bergegas memanggil Cylla di kamar nya. Diketuknya pintu kamar Cylla namun setelah beberapa saat tidak ada pergerakan dari sang empunya kamar. Berlahan bunda membuka pintu itu dan melihat Cylla tertidur dengan menggunakan handuk. Bunda membangunkan Cylla dan menyuruh dia segera turun untuk makan malam.


Lima menit berlalu, Cylla menuruni tangga menuju meja makan. Disana ayah dan bunda sudah menunggu. Tak ada pembicaraan yang terjadi, hanya ada suara dentingan sendok beradu. Makan malam telah usai, Cylla kembali ke kamar dan melanjutkan mimpi yang tertunda.


TERIMA KASIH...


JANGAN LUPA KASIH LIKE DAN KOMENT, BIAR AUTOR SEMANGAT UPDATE KISAH INI.