
Dokter sudah selesei memeriksa Cylla. Dia menatap Rald dengan tatapan menyelidik.
"Kita bicara di luar saja Rald." ucapnya sambil berlalu meninggalkan kamar tamu.
Rald segera mengikuti dokter keluar kamar. Langkahnya berhenti saat sampai di ruang tengah. Ruangan itu sangat luas, di hiasi beberapa furniture mewah dan beberapa guci mahal di sana.
"Rald apakah tidak ada yang ingin kamu katakan." selidik Sang dokter.
"Aku harus berkata apa Nathan." ucap Rald
"Ayolah Rald, kita sudah berteman begitu lama, jadi jelas sekali aku pahan tentang mu." jelasnya lagi.
Rald tahu kalau Nathan paling mengetahui dirinya, apalagi mereka sudah berteman sejak kecil.
Nathan juga adalah dokter pribadi Rald. Dia memang sengaja menjadi dokter demi Rald. Hanya karena dia tahu Rald sering terluka saat berkelahi. Apalagi saat dia tahu Rald mulai menginjakkan kakinya di dunia bawah tanah, tekatnya semakin kuat untuk menjadi dokter. Hanya itu yang bisa dia lakukan untuk membantu Rald.
Rald mulai menceritakan penyerangan yang terjadi sampai bertemu dengan Cylla. Bahkan dia juga bercerita tentang ketertarikannya kepada Cylla. Apa saja yang telah dia lakukan kepada Cylla. Semua dia ceritakan kepada Nathan.
Nathan melotot dan menahan amarahnya.
"Gila kamu Rald. Lihatlah gadis itu, dia berbeda dari gadis-gadis yang lalu lalang di hidupmu. Harusnya kami sadar tentang hal itu." ucapnya menahan amarah.
"Jangan pernah merusak gadis yang tak seharusnya kami rusak." ucapnya kembali dengan nada tegas.
"hei. kamu pikir aku selama beberapa hari ini tidak berfikir tentang hal itu." ucap Rald
"Lebih baik kamu menghubungi orang tua nya dan membawa dia ke rumah sakit." ucapnya.
"Dia mengalami syok karena situasi tadi. Mungkin selama ini dia tak pernah dalam posisi seperti itu." ucap Nathan lagi.
Atau mungkin dia akan merawat Cylla sampai sembuh, lalu mengantarkan Cylla pulang.
" Pikirkan mana yang terbaik untuk sekarang." ucap Nathan seperti tahu apa yang di pikirkan Cylla.
Setelah selesei dia memutuskan pulang, namun sebelum itu dia memberikan obat untuk Rald dan Cylla.
DI KEDIAMAN VICTORY, bunda Kira terlihat gelisah menanti putrinya tak kunjung pulang. Dia mencoba menelepon ponsel Cylla, namun tak tersambung. Kegelisahannya memuncak ketika dia menghubungi Vero dan Kayla, mereka tidak mengetahui keberadaan Cylla setelah pertemuan di mall tadi sore.
Terdengar suara mobil berhenti di depan rumah, bunda segera berlari menyambutnya. Ach itu pasti Cylla yang pulang, ucapnya dalam hati.
Namun kekecewaan menanti di depan sana. Yang dia lihat adalah suaminya dan bukan Cylla. Bunda berlari dan segera memeluk sang suami. Air mata yang sedari ditahan akhirnya lolos juga.
Melihat itu dia segera membawa sang istri yang masih dalam pelukan masuk ke dalam rumah. " Sudah sayang, jangan menangis." seolah dia sudah tahu tentang Cylla.
"putri...putri kita belum pulang, aku sudah menghubungi ponselnya tapi tidak aktif." ucap bunda sesenggukan.
"Aku bahkan sudah menelpon Vero juga Kayla, tapi mereka tidak tahu keberadaan Cylla. Mereka berpisah saat di mall." ucapnya lagi.
"Sudah jangan menangis, aku akan memerintahkan anak buahku untuk mencari Cylla, kalau perlu aku akan mencarinya sendiri." Ucap Rajendra sambil mengepalkan tangan nya dan berusaha tetap tenang.
***kira-kira, bagaimana cara cylla di temukan? lalu siapa kah penolong misterius tadi?
tunggu up autor selanjutnya
terima kasih***