
Leullyn Corporations
Setelah kegiatan mengintai gadis itu, Rald melajukan kendaraan menuju gedung tinggi di sebuah kawasan perkantoran. Bukannya masuk lewat pintu utama, dia masuk melalui jalur pribadi yang hanya bisa di akses beberapa orang saja. Mobil diparkirkan di tempat khusus dan dia berjalan menuju sebuah lift. Lift khusus itu membawanya ke lantai tertinggi di gedung itu. Leullyn Corporations, perusahaan yang di wariskan mendiang ayah Rald saat ia berusia 15 tahun. Perusahaan yang di bangun dari nol oleh ayah Rald untuk dia dan ibunya.
Saat lift telah berhenti dan terbuka, di sana telah menanti banyak pengawal. Lantai tersebut mempunyai tingkat keamanan yang tinggi, untuk menjaga tempat itu. Tempat di mana dia menjalankan bisnis itu. Pintu kokoh itu terbuka dan terlihat singgasana Rald telah menunggu. Rald berjalan ke balik meja itu, dan duduk di sana.
"Ke ruangan." perintah Rald melalu sambungan telepon.
Tak lama pintu terbuka dan Sam sudah berdiri di hadapannya.
"Ada apa?" tanya Sam.
"Hubungi mereka, suruh mereka datang kemari. Ada hal yang harus kita bahas." perintah Rald.
Sam segera melakukan tugas itu. Yang harus kalian tahu, Rald tidak pernah menampakkan dirinya kepada siapa pun. Bahkan saat dia memimpin dunia bawah. Rald memberi kepercayaan kepada Sam untuk memimpin bisnis legalnya, melihat kemampuan Sam dalam bidang bisnis itu yang membuat Rald yakin. Sam juga adalah salah satu sahabat dan orang terdekatnya.
Satu jam berlalu, datang 2 laki-laki yang di maksud oleh Rald. Mereka berempat berdiskusi tentang penyerangan yang terjadi kemaren. Tentu saja Rald tidak tinggal diam tentang hal itu. Dia berfikir untuk membalas musuh yang menyerangnya. Dia memberi tugas untuk mencari informasi dalang dari penyerangan itu. Dan meminta mereka terus menggali informasi soal gadis itu sedetail-detailnya. Jangan sampai dia melewatkan info sekecil apapun.
"Bos, ada yang aneh tentang gadis itu." ucapnya dengan hati-hati.
"Cari tahu lagi. Gunakan sumber daya yang ada untuk bisa menggali info tentang dia. Aku ingin dalam seminggu, informasi yang aku inginkan sudah ada di atas mejaku." ucap Rald tegas.
Orang itu pun menggangguk dalam undur diri agar bisa cepat menyelesaikan tugas Rald begitu juga yang lain.
Rald sendiri disana, menatap langit-langit. Membayangkan Cylla, tubuh itu ingin segera dia cekap dan remukkan. Membayangkan itu membuat Rald bergejolak.
"Sial..."umpat Rald.
Hanya membayangkan saja membuat diri menahan gejolak, Itu membuat si kecil terbangun. Rald berdiri dan berjalan menuju kamar yang ada di balik rak buku. Dilepasnya pakaian itu, dan membasahi dirinya di bawah shower untuk menenangkan gejolak napsu yang melanda. Beberapa menit berlalu dan akhirnya si kecil tertidur. Dia segera keluar kamar mandi lalu mengambil baju dan mengenakannya.
Dia memang tidak pernah membawa wanita saat sedang berada di perusahan nya. Jika dia ingin, maka dia akan langsung menuju apartemen dan memanggil salah satu wanita ranjangnya.
Kutunggu komentar kalian tentang karya ku.
Like ya untuk dukung autor, biar autor semangat membuat karya.
Terima kaaih