My Lover Is A Mafia Boss

My Lover Is A Mafia Boss
Hari Yang Ditunggu



Beberapa hari sudah berlalu, dimana Rald mendapatkan lampu hijau dari Rajendra untuk mendekati Cylla.


Hari ini Rald sudah beranjak dari kamarnya dan mulai bersiap diri. Hari yang dia tunggu, yang sangat dia nanti karena dia akan berjumpa dengan Cylla.


Rald benar-benar membuat para pelayan sibuk dan asistennya yang tak lain Ray kalang kabut menuruti Tuannya.


"Ayolah bos, ini baju yang entah ke berapa kalinya, aku lelah mengomentari penampilanmu." Keluh Ray yang dari pagi sudah di ributkan oleh permintaan konyol bos nya.


"Hai, kau kan cuma duduk dan melihat ku berganti baju, apa lelahnya." Ucap Rald santai.


Haah, cuma duduk dan melihat. Memang dia pikir aku gak capek apa melihat dia berganti baju dan mengomentari, bahkan kadang aku di marahi olehnya, huh, Pikir Ray


"Jangan memandangku seperti itu dan mengeluh di pikiranmu." ucap Rald menatap tajam ke arah Ray.


" Ah, bos...a...aku tidak pernah berpikir seperti itu." Balas Ray gagap.


Rald masih melanjutkan aktivitasnya berganti baju tanpa memperdulikan ucapan Ray.


"Bagaimana dengan yang ini? Sudah cocok belum." Tanya Rald tanpa melihat Ray dan berfokus pada pantulan dirinya di cermin.


Ya ampun, inikan baju yang pertama kali kau pakai bos, kalau kau suka ini kenapa harus mencoba puluhan baju itu. Pikir Ray sebal melihat kelakuan bosnya.


"Ya itu bagus sekali bos, kau memang sangat cocok mengunakan pakaian apapun." Puji Ray sambil menghela nafas.


"Oke aku pakai ini." Ucap Rald melenggang pergi meninggalkan kmar.


Ray hanya menggeleng kepala melihat itu, bagaimana mungkin bos nya yang di kenal kejam dan tak berperasaan di buat bingung memilih baju hanya untuk bertemu seorang gadis. Mungkin dunia sudah berubah.


Di tengah acara makan itu, ponsel Rald bergetar dan muncul notifikasi pesan dari gadisnya. Senyum simpul terpampang menghiasi wajah Rald kala itu. Dan membuat Ray bergidik ngeri karena melihat senyum itu.


Di danau jam 12 ~ Cylla


...****************...


Di tempat lain Cylla masih malas-malasan di atas kasur dan mengirim pesan kepada Rald. Hari ini dia sudah mendapatkan ijin untuk pergi tanpa pengawal dengan alasan pergi ke rumah Vero tentu dengan di jemput sahabatnya itu.


Aduh gimana ini, aku masih takut bertemu dengan nya. Tapi aku penasaran siapa sebenarnya dia. Cylla melamun memikirkan hal itu dan tak menyadari ada seorang yang sudah masuk ke kamarnya.


"Hai,, Cyl,, ngapain kamu melamun." Ucap Vero, tentu tanpa respon dari Cylla.


"Cylla" Teriak Vero.


Teriakan Vero berhasil membangunkan Cylla dari lamunannya.


"Bisa tidak jangan berteriak dan mengagetkanku." Dengus Cylla sebal melihat sahabatnya itu.


"Aku sudah dari tadi di sini, dan memanggilmu tapi kamu masih tetap melamun, Jadi jangan salahkan aku kalau aku teriak." Ucapnya santai tanpa rasa bersalah.


Hari ini Vero datang karena Cylla meminta di temani saat bertemu orang itu. Dia tidak mungkin mau bertemu sendirian dengan orang itu, takut jika terjadi hal yang tak menyenangkan.


" Kok udah datang sih, kan masih pagi." Ucap Cylla sambil memainkan ponselnya.


"Kamu kan tau aku penasaran banget, waktu kamu telepon aku kemaren, jadi aku datang lebih cepat, dan juga ini udah mulai siang, lihat jam berapa sekarang." Balas Vero sambil menunjuk jam di meja Cylla.