My Husband Second Wife

My Husband Second Wife
Bab 21. Fani



Gerry pun akhirnya berpamitan untuk pergi kedalam menemui Lave, membahas soal kerjaan di kantor.


#


#


Lave sebelum memanggil Hana, ia lebih dulu memegangi dadanya yang terasa berdetak cepat setelah bertemu dengan mbak tompel. "What? Tidak mungkin jika aku jatuh cinta padanya. Cintaku hanyalah Nafisa Suci seorang.


Tok....tok...tok...


"Hana" Panggil Lave dari luar pintu kamar Hana.


Hana yang baru saja selesai mandi dengan handuk yang melilit dikepalanya dan pakaian dasternya langsung keluar.


"Mas? Ada apa?"


"Baby sitter sudah datang. Aku akan berangkat bekerja sekarang" Ucap Lave datar.


Hana mengangguk. "Baiklah, terimakasih informasinya" Setelah Lave pergi, Hana langsung menutup pintu kamarnya dan keluar untuk menemui baby sitter anaknya.


Hana tersenyum melihat anaknya yang sedang digendong dengan begitu nyaman. "Mbak" Panggil Hana.


Fisa yang sedang fokus berjemur langsung mengalihkan pandanganya setelah ada suara yang begitu dikenalinya. Ia sedikit tersenyum. "Nyonya..."


"Kamu baby sitter bayi ku ya?" Tanya Hana ramah dengan memegang pundak Fisa.


Ingin rasanya Fisa menyingkirkan tangan yang dulunya begitu nyaman baginya, kini terasa begitu jijik dan tidak sudi hanya untuk sekedar disentuh saja. "Iya nyonya" Jawab Fisa yang berusaha untuk tetap ramah tamah.


Hana mengangguk. "Kamu duduk saja pada tempat yang ditempati Lave tadi"


"T-tapi saya merasa tidak enak hati" Pinta Fisa dengan melihat kursi panjang berbahan kayu seperti kursi pantai.


Fisa akhirnya menyetujuinya. Ia duduk dikursi yang tadi Lave duduki dengan tangannya yang masih stay menggendong Rasid.


"Oh iya nama kamu siapa?"


"Fani" Jawab Fisa.


"Oke. Fani, panggil saya ibu Hana saja ya, tidak menyenangkan rasanya dipanggil nyonya olehmu. Seperti nya kita seumuran...Dan saya minta bantuan kamu selama bekerja disini, bantu saya untuk mengurus baby Rasid"


Fisa mengangguk. "Baik nyo- ah maksud saya ibu... Tenang saja, saya akan membantu anda dalam mengurus bayi gemoy ini..." Jawab Fisa tersenyum lebar.


Saat mereka sedang berbicara, Lave serta asisten pribadi Gerry berjalan keluar dengan begitu cool menurut....menurut minthor alias Mimin author 😆.


Sebelum berangkat ke kantor, Lave lebih dulu berbelok, berjalan mendekati anaknya untuk berpamitan. "Baby R..." Sapa Lave dengan tersenyum. Melihat Fisa yang akan berdiri, membuat Lave segera menghalangi. "Tidak usah, kau duduk saja, aku hanya ingin mencium anakku sebentar"


Muach...


Satu kecupan telah berhasil mendarat di kening Rasid. "Yang baik-baik ya Panda tinggal. Ada ibumu dan juga mbak tompel ini..." Ucap Lave dengan mentoel pipi anaknya gemas.


Plise deh... Apa itu mbak tompel???!! Rasanya ingin sekali Fisa menabok plus membunuh Lave sekarang juga tanpa harus menyusun rencana lagi.


"Mas, namanya Fani" Potong Hana yang merasa bahwa Lave sedang mengejek Fani.


"Fani?" Ulang Lave. Ia kemudian berdiri setelah selesai berpamitan pada anaknya. "Tidak cocok dengan namanya, jadi panggil mbak tompel saja" Setelah itu, Lave langsung berjalan menjauh menuju mobilnya untuk segera berangkat ke kantor bersama Gerry.


"Fani, maafkan tuan Lave ya. Saya juga bingung, tidak biasanya dia seperti itu, mungkin saja tuan Lave hanya ingin bercanda dengan kamu" Titah Hana kemudian yang merasa tidak enak.


Fisa mengangguk. "Iya buk, tidak masalah. Memang benar saya memilih tompel"


Hana lalu mengajak Fani untuk masuk kedalam rumah setelah lima belas menit Rasid dijemur. Ia akan mengenalkan beberapa pekerjaan yang akan Fani lalukan selama dirinya tidak ada, dan beberapa tempat ruangan juga yang belum Fani ketahui.