My Husband Second Wife

My Husband Second Wife
Bab 17. Tidak menemukan kesedihan mereka



Pada keesokan harinya. Fisa yang memang keras kepala itu bersikukuh untuk datang ke acara syukuran dirumah suaminya dengan istri kedua yang paling Fisa benci saat ini.


"Ma... Apa aku kelihatan seperti seorang Fisa jika memakai krudung dan masker?" Tanya Fisa dengan dirinya yang sedang bercermin dikamar nya.


Mama Sanez yang berdiri dibelakang Fisa kemudian menggeleng. "Tidak. Kamu tidak seperti Fisa, mama yakin tidak akan ada yang bisa mengenalimu diacara mereka." Jawab mama Sanez dengan memandang penampilan Fisa didepan cermin.


"Apa sebaiknya tidak menunggu yang mama perintahkan Fisa?"


Fisa menggeleng. "Aku hanya ingin melihat saja, ada wajah kesedihan tidak dari mereka? Seharusnya mereka berduka dengan kepergianku dan mengundurkan acaranya, tapi nyatanya, aku pergi tidak sama sekali berpengaruh bagi mereka"


Mama Sanez mengusap punggung Fisa dengan wajah penuh dendam lagi. "Sudah mama bilang, mereka diluar sana adalah rombongan manusia jahat yang hanya memanfaatkan mu sayang..."


Fisa mengangguk mengakuinya. "Yah... Mama benar, mereka hanya memanfaatkan aku saja..."


Kemudian setelahnya, Fisa pun berangkat menuju rumah tempat acara syukuran atas kehamilan Hana dikediamannya dulu bersama Lave.


Marah, iri dan emosi Fisa semakin meluap saat melihat acara megah dan mewah lagi. Acara syukuran itu diadakan ditaman belakang rumah dengan tema romantis.


Sebelum masuk, tamu harus menunjukkan undangannya terlebih dahulu. Fisa dengan pakaian syar'i dan cadarnya langsung memberikan sebuah undangan digital di ponselnya.


Fisa mengisahkan pandangannya melihat syukuran megah. Ia juga dari kejauhan dapat melihat Tuan Vino yang terhormat itu.


Fisa akhirnya memilih untuk duduk seorang diri dipojokan sembari matanya tak berhenti mencari sosok yang ia nanti, Fisa sedikit heran, sedari tadi ia melewati para tamu, namun tidak ada satupun yang membahas soal kematiannya. Apa ini karena mereka begitu benci padanya? Atau tuan Ravino Agara yang telah membungkam mulut mereka semua?. Tidak ada yang berani mendekatinya, karena mereka pikir wanita syar'i hitam dengan cadar itu tidak suka menggosip seperti yang lainnya.


Acara dimulai. Pembawa acara mulai menyusun acaranya satu persatu, namun Fisa belum juga menemukan keberadaan yang dinantinya.


Hingga pada acara yang ke empat, yaitu pemotongan kue, yang dinanti pun akhirnya keluar juga.


Lave dan Hana keluar dengan menggunakan pakaian elegan dan couple serasi. Para tamu undangan bertepuk tangan melihat istri kedua dari Lave yang begitu sangat cantik dimata mereka. Tak terkecuali Fisa sang menggeram penuh marah dan dendam pada mereka.


Fisa mengeraskan hatinya untuk semakin kuat dan yakin akan balas dendam. Dari tatapan mata mereka? Cih.. Fisa sama sekali tidak melihat kesedihan yang ada. Jika seharusnya dia berjuang untuk merebut kembali Lave-nya, maka tidak bagi Fisa, ia lebih memilih untuk balas dendam karena untuk merebut seorang lelaki bukanlah mimpinya, banyak lelaki diluar sana yang setia, tapi bukan berarti perasaan Fisa pada Lave sudah memudar begitu cepat.


Pemotongan kue itupun dilakukan dengan begitu meriah. Kue tart dengan tiga tingkat berwarna biru muda menjadi saksi betapa bahagianya sekarang keluarga Agara, terutama tuan Vino Agara sendiri. Ia begitu bahagia saat mendengar kabar kehamilan dari Hana, sedikit rasa duka juga saat mendengar bahwa menantu pertamanya sudah pergi. Sebenarnya Vino tidak membenci Fisa, hanya saja masalah dari masalalu yang menyebabkannya jadi mulai membenci Fisa dan menjatuhkan mentalnya secara perlahan.


Tidak terkecuali juga pada Lave yang 45 persen bahagia karena akhirnya ia akan menjadi seorang ayah dalam delapan bulan lagi. namun untuk 99,9 persen Lave begitu rindu akan sosok Fisa, seandainya Fisa yang berada disini dan mengandung anaknya, sudah saat dipastikan bahwa ia akan bahagia 1000 persen tanpa syarat.


Mom Angel juga bahagia, namun saat melihat semuanya yang menyanjung sang menantu kedua, justru mom Angel merasa nyeri jika harus membayangkan berada diposisi Fisa, menantu yang baik dan tidak akan pernah mom Angel lupakan. Kemarin saat mendengar berita kematian menantunya, mom Angel secara langsung berangkat sendiri ketempat pemakaman Fisa dan menumpahkan semua kesedihannya.