
Setelah lama berbincang bincang,,
ansley, aghata dan Jennie memutuskan untuk pulang dan pergi dari kampus,
kelvan yang melihat ansley hendak pergi pun akhirnya ikut bangkit dari tempat duduk nya.
"Ansley,,!" Ucap kelvan
Ansley pun menengok ke sumber suara, dan mendapati kelvan disana. tak hanya ansley, aghata dan Jennie pun kaget melihat kelvan memanggil ansley,,
"Entah kemalangan apa yang menimpa mu nak, hingga bisa bertemu laki laki ketus itu" gumam aghata yang terdengar oleh Jennie dan Jennie pun ikut menganggukk perkataan aghata.
"Ley, gue maau balik duluan ya? gue m-masi,,
masi mau idup-" ucap gagap aghata langsung di pukul oleh Jennie.
"Ngomong apaan si lu?" bisik jennie yang hanya terdengar aghata.
"Ga tau *****" balas aghata,
ansley yang melihat keanehan temannya itupun nampak curiga,
"you okay?,,
kalian kenapa kok kek gugup gitu?" ucap ansley
"Ga pp ley, gue duluan ya. bye ansley" ucap aghata dan diikuti jennie,
"Gue juga" jennie menyusul aghata yang sudah lari meninggalkannya.
ansley pasrah dengan kelakuan 2 sahabatnya itu.
"ansley?" tanya kelvan lagi
"hm?" cuek ansley karna ia tak tau harus jawab apa.
"Kamu pulang naik apa?" tanya kelvan
"Gue bawa mobil sendiri" jawab ansley
"Bareng aja gimana? biar mobil kamu orang lain yang bawa?" ucap kelvan dengan nada semangat nya.
"Apaan si, gw kan bawa mobil untuk apa bareng sama lo?" jawab ansley, ansley marah dengan ke jadian dimana kelvan dan cewek tadi. ntah padahal baru kenal tapi rasanya panas sekali melihat nya
"Aku yang minta bareng, ayo!" ajak kelvan lagi
"kalo gue bilang ngga ya ngga!,,,,
lagian lo juga dh punya pacar ngapain ganggu gw..." gumam ansley tanpa di sadari kelvan mendengarnya
"Ha? aku punya pacar? siapa?" ucap kelvan
"ah? G-ga kok lupain aja ahahaha" balas ansley dengan ketawa canggung nya.
"Yauda kalo gitu ayo!" ucap kelvan sambil menarik tangan ansley
"Ga! kelvan lepasin gue bawa mobil sendiri" ucap ansley yang berusaha melepas genggaman kelvan.
"Emang kamu ga mau bareng?" Tanya kelvan
"Ngga" singkat ansley "Yauda gue duluan, bye,,," lanjut ansley meninggalkan kelvan disana.
kelvan hanya memandangi tubuh ansley yang sudah pergi menjauh, ingin sekali kelvan menahan nya namun ia tak mau jika ansley risih dengan nya.
****
Sesampainya di parkir ansley langsung melajukan mobil nya dan segera pulang.
*Di rumah
*Visual kediaman Valerie
Saat sampai dirumah ansley segera masuk ke rumah nya. Terlihat mama Sasha dan papa robert sedang duduk menunggu kepulangan ansley,
"Hai ma,, pa,," sapa ansley
"Hai sayang, kamu salin baju dulu sana abistu ke sini. ada yang mau papa sama mama omongin" ucap mama sasha lembut
"Mau ngomongin apa ma?" kepo ansley
"Udah sana ganti baju dulu, bau kamu itu. nanti selesai salin kesini lagi" lanjut papa robert
ansley bingung dengan sikap kedua orang tua nya itu, namun ansley hanya menurut untung pergi ke kamarnya dan bersih".
setelah itu ansley keluar dengan baju pendek dan celana pendek nya untuk menemui mama papa nya di ruang tamu.
"Ma,, pa,, Apa yang ingin kalian bicarakan?" tanya ansley
"Jadi gini sayang, kamu inget tidak dengan tante viola?" ucap mama sasha
ansley sedikit berfikir kemudian mengangguk "ingat, kenapa ma?" tanya ansley
"Mama dan tante viola dulu adalah sahabat dan kita sepakat untuk menjodohkan mu dan anak nya saat kalian masih berumur 4 bulan di dalam rahim, tapi kami sudah membuktikan jenis kelamin kalian dari USG. dan saat kita check ternyata kamu cewek dan anak tante vio cowok, jadi kita sudah berjanji untuk menjodoh kan kalian saat berumur 19 tahun" jelas mama shasa
"Papa juga berfikir kalian cocok, satu nya tampan dan satu nya anak papa yang manis ini" puji papa robert
"Kamu ga bisa menolak nya nak, karna mama sudah berjanji pada keluarga daren" lanjut mama sasha
"Ma,,," rengek ansley karna tak mau terlibat dalam perjodohan yang menurutnya konyol ini.
"Ley ga tau orang itu siapa dan ga mungkin pernikahan tanpa cinta,, mama sama papa harus nya tau apa yang ley pengen" lanjut ansley
"Kamu harus menjauh dari bobby itu karna kamu akan mama jodohkan dengan Rafa. kalo kamu masih membantah, kamu akan mama berhentikan kuliah nya dan mama kirim ke swiss untuk lanjut kuliah disana" ucap mama nya mengancam
"Tiada hari tanpa belajar, dan kamu harus mandiri selama 4 tahun disana" lanjut mama sasha
ansley yang mendengar itu pun meringis kesal, karna ia tak mau dikirim ke swiss untuk belajar. pasti disana sangat membosankan bagi ansley, harapan ansley hanya kepada papa nya saja.
"Paa,, ley ga mau. tolong bilangin mama please, ley ga suka di jodohin kayak gini" rengek ansley pada papa robert,
"Maaf nak, papa tak bisa membantu. ini kemauan mama mu dan papa pikir kalian sungguh cocok, saat kamu bertemu dengan nya kamu akan cepat jatuh hati pada pilihan mama mu ini" jelas papa robert
ansley mendengus kesal, dia tak bisa berbuat apa apa saat ini. jika membantah ia akan dikirim mama nya ke swiss yang menurutnya sangat membosankan itu.
"Kamu bersiap lah, nanti malam mereka akan kesini untuk melamarmu" mama sasha menyuruh ansley untuk bersiap siap karna keluarga daren akan datang untuk memperlanjut perjodohan ini.
ansley hanya menurut walaupun terasa berat baginya namun ia harus menerimaa untuk menghabiskan masa muda nya dengan satu atap dengan pria asing yang akan di jodoh kan dengan nya.
ansley merebahkan tubuh nya di kasur dan menatap langit langit kamar nya,
"Kenapa harus gue si yang di jodohin, ya tuhan" gumam ansley
*KELVAN POV
Setelah mendapat penolakan dari ansley kelvan memutuskan untuk pulang kerumah. karna mama vio menelpon nya untuk segera pulang, ada hal yang ingin orang tuanya sampaikan.
setelah sampai di rumah nya,
*Visual kediaman Daren
Kelvan masuk ke dalam rumah nya, dan mendapati mama nya yang sedang duduk di sofa.
kelvan pergi ke kamar nya untuk mengganti baju nya lalu turun ke bawah
"Rafa." panggil mama vio
"Iya ma?" balas kelvan
"duduk sini, mama ingin berbicara padamu." lanjut mama vio
"Bicara apa?" ucap kelvan sambil berjalan menduduki sofa dekat dengan mama nya
"nanti jam 7 kamu bersiap², kita akan pergi ke rumah valerie untuk menjodohkan mu dengan anak nya" mama vio menjelaskan.
kelvan yang mendengar itu sontak membelalak an mata.
"WHAT? SERIOUSLY?" balas kelvan dengan nada yang sedikit terdengar dengan penekanan.
"Yes." ucap mama vio singkat
"Ma! apaansih maen jodoh² an kayak gini? ini bukan jaman papa sama mama lagi! kenapa aku harus terima perjodohan yang secara mendadak ini?" bantah kelvan dengan wajah serius nya, kelvan sama sekali tidak tau bahwa yang di jodoh kan pada nya adalah ansley, yang kelvan tau adalah jolicia ansley bukan valerie jolicia ansley.
"Ssst! mama ga nerima penolakan sayang. pokok nya nanti kamu bersiap lah karna kita akan pergi kesana untuk melamar nya" ucap mama vio meyakin kan,
"Ma,! rafa ga mau dengan perjodohan ini dan rafa punya orang yang rafa suka! lagian kan rafa ga hidup di jaman mama sama papa lagi yang harus dinikahkan dari perjodohan kuno" bantah kelvan
"DAREN KELVAN ALFAERO! kamu berani membantah mama maka kamu sudah siap untuk mama keluarkan dari KK!" kesal mama vio ketika mendengar kelvan terus membantah ucapan nya.
kelvan yang mendengar bentak an dari mama nya pun langsung sigap mencari topik lain agar mama nya tidak benar² emosi dalam jangka panjang.
"Emang papa udah setuju dengan ini?" tanya kelvan
"Sudah, kamu terima jadi saja. ingat! mama tidak suka mendengar lagi kamu menolak! lagian anak dari keluarga velerie sangat baik, cantik dan sexy" puji mama nya ketika menceritakan kekaguman nya pada ansley.
"Baiklah jika itu mau mama dan papa! aku akan bersiap dulu" jawab kelvan frustasi. karna dia benar² terkekang dengan pendapat mama nya soal perjodohan ini,
bagaimana bisa gue deket sama ansley lagi kalo kek gini. gumam kelvan
*Malam
Setelah bersiap siap, kelvan langsung turun ke ruang tamu karna sudah membuat mama nya menunggu.
"Sudah siap nak?" tanya mama vio,
"Sudah ma" jawab kelvan
"Kalo begitu cepat masuk ke mobil, mama tidak sabar ingin melihat calon mantu mama" ucap mama vio sambil menunjukan sisi bahagia nya
Mungkin mama yang bahagia! tapi tidak dengan ku,! kenapa gue harus menjadi korban perjodohan ini si. andai gw punya kakak, -gumam kelvan
*Skip
Kelvan dan mama nya pun sampai di kediaman valerie dan hendak turun dari mobil mereka.
bersambung...
(maaf jika ada kesalahan, mohon kritik dan saran nya agar author lebih semangat lagi untuk merevisi/up)